UNPAMUNPAM

Jurnal Informatika Universitas PamulangJurnal Informatika Universitas Pamulang

Kategori keamanan tidak luput dari sistem keamanan yang ketat. Satuan Tugas Keamanan (SATGASKAM) merupakan unit yang menjaga setiap instansi maupun perusahaan agar terhindar dari tindak kejahatan. Terdapat beberapa permasalahan dalam proses perekrutan satuan keamanan tersebut. Hal tersebut menerapkan penilaian secara konvensional. Dikatakan konvensional karena sistem penilaian dalam rekrutmen tersebut hanya melibatkan kemampuan nalar manusia dari beberapa kriteria yang sudah ditetapkan. Pada penelitian ini diterapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk sistem rekrutmen petugas keamanan. Proses seleksi digunakan kriteria-kriteria yang merupakan syarat diterima menjadi petugas keamanan. Kriteria yang digunakan adalah tingkat pendidikan, nilai kesapmataan, nilai psikotes dan hasil wawancara. Kriteria tersebut termasuk syarat yang tertuang dalam peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Metode penelitian dilaksanakan dengan beberapa tahapan dengan membandingkan proses perhitungan AHP dan proses nilai hasil dari sistem. Proses AHP dimulai dengan menentukan kriteria, nilai eigen. Hasil metode AHP menunjukkan transparansi dalam perekrutan dengan nilai-nilai masing-masing dan memiliki bobot tertentu sesuai prioritas dari pihak instansi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa metode AHP dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah perekrutan yang masih konvensional dengan menunjukkan nilai-nilai secara transparan.Metode AHP juga mampu menentukan prioritas dari kriteria yang paling penting dalam proses perekrutan petugas keamanan.Dengan demikian, implementasi AHP dalam sistem perekrutan dapat meningkatkan objektivitas dan efisiensi proses seleksi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas metode AHP dengan metode pengambilan keputusan lainnya, seperti metode TOPSIS atau VIKOR, untuk melihat metode mana yang paling optimal dalam konteks perekrutan petugas keamanan. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kinerja petugas keamanan, seperti pengalaman kerja, keterampilan khusus, dan latar belakang sosial. Ketiga, pengembangan sistem berbasis web yang telah diimplementasikan dapat ditingkatkan dengan menambahkan fitur-fitur seperti validasi data otomatis, analisis risiko, dan pelaporan kinerja untuk memberikan dukungan keputusan yang lebih komprehensif bagi pihak manajemen keamanan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proses perekrutan petugas keamanan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja.

  1. Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Pinjaman dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)... doi.org/10.32493/informatika.v5i2.3714Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Pinjaman dengan Metode Analytical Hierarchy Process AHP doi 10 32493 informatika v5i2 3714
  2. Pemilihan Karyawan Baru Dengan Metode AHP (Analytic Hierarchy Process) | Sasongko | Informatika Mulawarman... doi.org/10.30872/jim.v12i2.650Pemilihan Karyawan Baru Dengan Metode AHP Analytic Hierarchy Process Sasongko Informatika Mulawarman doi 10 30872 jim v12i2 650
  3. Analytical Hierarchy Process Decision Support System (AHP-DSS) for Trenchless Technology – The... doi.org/10.22260/isarc2016/0001Analytical Hierarchy Process Decision Support System AHP DSS for Trenchless Technology Ae The doi 10 22260 isarc2016 0001
Read online
File size351.05 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test