UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Beberapa penelitian tentang tuberkulosis (TB) menggunakan analisis spasial dan waktu kluster telah dilakukan di Indonesia, tetapi tidak ada yang secara khusus berfokus pada daerah dengan topografi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kluster geospasial kasus TB di Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia, sebuah wilayah yang dikenal dengan keragamannya topografi. Metode: Desain penelitian ekologis digunakan. Data kasus TB, termasuk kasus yang dikonfirmasi secara bakteriologis dan didiagnosis secara klinis, diperoleh dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Kantor Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, yang mencakup periode dari 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2023. Visualisasi spasial dilakukan menggunakan QGIS versi 3.40.0. Deteksi kluster dan analisis pola spasial dilakukan menggunakan SaTScan versi 10.2.5.

Penelitian ini menemukan bahwa kluster TB yang paling mungkin dari tahun 2020 hingga 2023 secara konsisten terletak di bagian timur Provinsi Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Mamasa, sebuah daerah yang dicirikan oleh medan pegunungan.Hal ini menunjukkan bahwa berbagai faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi yang unik bagi komunitas pegunungan mungkin mempengaruhi dinamika penularan TB.Temuan ini menekankan kebutuhan akan strategi intervensi yang disesuaikan secara geografis, termasuk layanan TB mobile, pendidikan berbasis komunitas, sistem pengawasan yang ditingkatkan, pendirian jaringan dukungan TB lokal, dan perbaikan infrastruktur kesehatan yang disesuaikan dengan medan pegunungan.Penelitian masa depan harus mempertimbangkan integrasi pendekatan genotipe, molekuler, dan geospasial untuk meningkatkan upaya pengendalian TB global.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Mengembangkan strategi intervensi yang disesuaikan secara geografis untuk daerah pegunungan, seperti Kabupaten Mamasa, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi yang unik. 2. Meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan diagnosis TB dengan menyediakan layanan TB mobile dan meningkatkan infrastruktur kesehatan yang disesuaikan dengan medan pegunungan. 3. Menerapkan pendekatan intervensi terpadu yang menggabungkan aspek molekuler, genotipe, dan geospasial untuk memahami dinamika penularan TB dan meningkatkan upaya pengendalian TB secara global.

Read online
File size418.47 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test