UNIMAUNIMA

Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)

Kota Makassar mengalami perkembangan pendidikan perguruan tinggi yang pesat baik dari pemerintah maupun swasta. Kebutuhan hunian yang berdekatan dengan lingkungan kampus meningkat, mendorong pihak swasta maupun negeri untuk bersaing dalam pembangunan hunian atau bidang properti. Pemukiman penduduk yang tidak bisa diharapkan karena letak yang jauh dari kampus, sehingga pemerintah telah memberikan alternatif pembangunan hunian kearah vertikal di tengah-tengah kota. Namun, pertumbuhan hunian kearah vertikal memberikan dampak yang kurang baik, adalah kurangnya kualitas interaksi sosial antar penghuni. Perancangan Low Rise Apartment Mahasiswa akan membentuk ruang-ruang komunal sehingga pencapaian untuk menciptakan interaksi sosial terjalin. Dengan konsep dan pendekatan Behavioral Architecture dapat menjadi solusi desain terkait kurangnya interaksi sosial antar sesama pengguna.

Perancangan Low Rise Apartment Mahasiswa dengan Pendekatan Behavioral Architecture di Karampuang Kec.Panakkukang Kota Makassar yang berlokasi di jalan poros Maros Makassar yang merupakan Pusat Kota Makassar dengan lokasi yang berdekatan universitas, perkantoran dan pusat perbelanjaan.Dengan tersedianya hunian vertikal apartemen ini mampu menunjang kebutuhan bagi para mahasiswa yang mencari tempat tinggal yang mudah diakses.Penerapan Behavioral Architecture pada perancangan apartemen ini dapat memberi alternatif bagi para mahasiswa dalam mencari hunian sementara, dengan tercapainya tujuan yang memberikan hunian nyaman, strategis dengan memiliki fasilitas yang memadai serta mampu menciptakan interaksi sosial yang terjadi baik dalam bangunan maupun lingkungan.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa arah studi yang menarik untuk dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut mengenai preferensi desain ruang komunal mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dapat memberikan wawasan mendalam untuk menciptakan ruang yang inklusif dan memfasilitasi interaksi lintas budaya. Kedua, studi tentang dampak psikologis dari desain Low Rise Apartment terhadap kesejahteraan mental mahasiswa, khususnya dalam mengurangi stres dan meningkatkan rasa memiliki, dapat menjadi dasar pengembangan desain yang berpusat pada manusia. Ketiga, eksplorasi penggunaan teknologi pintar (smart technology) dalam pengelolaan energi dan keamanan di Low Rise Apartment dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan penghuni, sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Integrasi ketiga saran ini diharapkan dapat menghasilkan desain Low Rise Apartment yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional mahasiswa, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Read online
File size1.22 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test