STEKOMSTEKOM

Kompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi AkuntansiKompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi

Setiap informasi yang berkaitan dengan akuntansi ditangani oleh Sistem Informasi Akuntansi. (SIA). Sistem informasi akuntansi (SIA) yakni organisasi memainkan peran penting dalam akuntansi dengan menyalin setiap transaksi dalam data, mengubah semua transaksi yang terkumpul menjadi keputusan, dan menerapkan kontrol yang benar atas harta dalam organisasi (Endaryati, 2020). Akuntansi syariah adalah komponen dari operasi perusahaan yang menggabungkan konsep-konsep Islam, seperti muamalah dalam studi Islam (Khaddafi dkk., 2017). Kegiatan yang melibatkan manusia namun memiliki nilai akuntabilitas kepada Allah SWT dikenal sebagai kegiatan muamalah. Komponen atau pihak dan metode yang terlibat dan dipengaruhi oleh penentuan atau penyediaan informasi keuangan, serta interaksi di antara elemen-elemen tersebut, digambarkan dalam struktur akuntansi. Para aktor dan organisasi seperti pembuat standar, profesi, pemerintah, otoritas pengawas pasar modal, perusahaan sebagai entitas, analis, manajer, akuntan publik, dan pengguna laporan termasuk di antara pihak-pihak yang terlibat atau tertarik. Aturan pemerintah, standar akuntansi, laporan keuangan, dan konvensi pelaporan adalah beberapa contoh alat yang membentuk kerangka akuntansi (Simarmata & Situmorang, 2023). Diperlukan upaya untuk akuntabilitas dengan prinsip-prinsip Islam, yang didasarkan pada akuntabilitas, keadilan, dan kejujuran sesuai dengan Al-Quran dan Hadis. Cara hidup Islam, yang didasarkan pada hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan dengan sesama manusia (hablum minannas), menuntut agar orang menjalani hidup mereka sesuai dengan hukum syariah dan dengan harapan akan kekayaan dan kebahagiaan baik di dunia ini maupun di akhirat agar hidup menjadi damai dan kehidupan (muaconditional dan muamalah) selaras dengan dasar kehidupan (Lukiman, 2016). Sistem informasi akuntansi syariah memiliki tugas yang signifikan dalam hal moralitas karena pada dasarnya menekankan cita-cita Islam baik dalam objek akuntansi maupun sistem informasi. Tujuan pembuatan sistem informasi akuntansi syariah sama dengan menciptakan sistem akuntansi, dan meliputi hal-hal berikut: (a) Memberikan informasi kepada pemroses baru kegiatan usaha. (b) Untuk meningkatkan informasi yang dihasilkan oleh sistem saat ini dalam hal struktur, kualitas, dan kebenaran presentasinya. (c) Untuk mempermudah inspeksi internal dan pengendalian akuntansi (d) Untuk mengurangi biaya administrasi yang terkait dengan penyusunan catatan akuntansi (Yousida & Lestari, 2019). Menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja adalah tanggung jawab puskesmas, unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota (Trihono, 2005:8). Puskesmas atau puskesmas didefinisikan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang mengedepankan langkah-langkah pencegahan dan promosi untuk mencapai tingkat kesehatan masyarakat tertinggi di wilayah layanannya sekaligus menyelenggarakan inisiatif kesehatan masyarakat dan inisiatif kesehatan individu tingkat pertama (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2014 di (Khusna, 2016). Menurut teori Zeithaml, yang disajikan oleh Ratminto dan Winarsih (2005:175–176), ada lima cara untuk mengukur kualitas layanan (Firdhaus & AKbar, 2022): Dimensi Realibility (Kehandalan), Dimensi Responsiveness (Daya Tanggap), Dimensi Assurance (Jaminan), Dimensi Empahty (Empati), Dimensi Tangibles (Bukti Langsung). Berdasarkan teori di atas ada yang tidak sesuai dengan hasil dari survei awal saya sebelumnya. Di mana pada survei awal tersebut saya ada mewawancarai beberapa orang seperti family serta tetangga yang pernah berobat di Puskesmas tersebut. Pada hasil wawancara tersebut mereka mengatakan tidak semua dari pegawai di sana handal, contohnya seperti pada narasumber a mengatakan saat melayani salah satu pegawai di sana ia mendapatkan kartu berobat, sedangkan narasumber lain yang dilayani pegawai lain mengatakan tidak mendapatkan kartu berobat tersebut, hal ini menandakan hasil dari survei awal tidak sesuai dengan teori Zeithaml. Di mana kartu brebet ini tidak kalah penting untuk menunjang efisiensi dalam pelayanan rawat inap dan rawat jalan, karena kartu berobat bertujuan sebagai identitas pasien saat berobat kembali serta gerakan medis pasien dapat tersimpan dengan baik (Suharni & Sari, 2019). Jika pasien lupa membawa kartu medis, petugas pendaftaran mungkin kesulitan menemukan berkas rekam medis, yang dapat menghambat pelayanan dan meningkatkan kemungkinan antrean pasien. Efek lainnya adalah bahwa staf medis kesulitan menemukan berkas rekam medis pasien. Dalam hal ini, petugas pendaftaran akan segera membuat berkas rekam medis baru tanpa memperhatikan kondisi pasien. Akibatnya, berkas rekam medis menjadi duplikat. Dokter akan kesulitan untuk mengetahui riwayat medis pasien jika berkas rekam medis diduplikasi, yang berkontribusi pada ketidakefisienan sistem informasi akuntansi.

Sistem pengolahan data yang digunakan di Puskesmas Hiliweto Gido UPTD telah didigitalkan dan juga berhasil, menurut studi dan diskusi di atas.Namun, biaya perawatan pasien yang dimaksud tergantung pada peralatan medis yang digunakan.Sistem pengendalian internal Puskesmas Hiliweto Gido juga telah berfungsi dengan efektif.Ini terlihat dari cara komponen-komponen sistem yaitu, sistem otorisasi dan pemisahan tugas telah diterapkan, seperti menjaga area pendaftaran rawat inap terpisah dari area kasir, area obat terpisah dari area kasir, dan area kasir terpisah dari area keuangan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan sistem informasi akuntansi yang lebih terintegrasi dan real-time untuk meningkatkan efisiensi layanan rawat inap di Puskesmas, terutama dalam manajemen sumber daya dan keuangan. 2. Meneliti lebih lanjut tentang peran sistem informasi akuntansi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam hal keandalan, responsivitas, jaminan, empati, dan bukti langsung. 3. Menganalisis dampak penerapan sistem informasi akuntansi terhadap kinerja dan efisiensi Puskesmas secara keseluruhan, serta mengidentifikasi area-area yang dapat ditingkatkan.

Read online
File size366.88 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test