JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

JURNAL BANUA OGE TADULAKOJURNAL BANUA OGE TADULAKO

This study examines the effectiveness of self-talk group counseling to enhance emotional regulation among students at SMP Negeri 3 Palu. Employing Action Research based on the Kemmis and McTaggart model, the study involved two cycles with eight class IX K students selected through purposive sampling. Participants included five students with low emotional regulation and three with good regulation. Data was collected using a validated and reliable emotional regulation questionnaire. The Wilcoxon Test analysis revealed significant improvements in emotional regulation. Scores increased from an average of 23.5 (58.75%) before intervention to 27.5 (68.75%) after the first cycle, and to 31.5 (78.75%) after the second cycle. The Asymp. Sig (2-tailed) value of 0.011 (< 0.05) confirmed the effectiveness of the intervention. These findings demonstrate that self-talk group counseling significantly enhances students emotional regulation, supporting its application in school settings.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian layanan konseling kelompok dengan teknik self-talk efektif meningkatkan regulasi emosi peserta didik di SMP Negeri 3 Palu secara signifikan.Sebelum intervensi, tingkat regulasi emosi peserta didik berada pada rata-rata 23,5 atau 58,75% dengan kategori “cukup, dan meningkat menjadi 27,5 (68,75%) pada siklus pertama dan 31,5 (78,75%) pada siklus kedua dengan kategori “baik.Sig (2-tailed) 0,011 (< 0,05) mengkonfirmasi efektivitas layanan ini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah peserta didik yang lebih besar dan dari berbagai latar belakang sosial ekonomi untuk menguji generalisasi efektivitas teknik self-talk. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat memoderasi atau memediasi hubungan antara konseling kelompok dengan teknik self-talk dan regulasi emosi, seperti gaya pengasuhan orang tua atau dukungan sosial dari teman sebaya. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan dan menguji model intervensi yang lebih komprehensif yang mengintegrasikan teknik self-talk dengan strategi regulasi emosi lainnya, seperti mindfulness atau latihan relaksasi, untuk meningkatkan efektivitas intervensi secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana teknik self-talk dapat dioptimalkan untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan regulasi emosi yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/emo0000703APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 emo0000703
  2. HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA-ORANGTUA DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA SMK | Choirunissa... doi.org/10.14710/empati.2018.21856HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA ORANGTUA DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA SMK Choirunissa doi 10 14710 empati 2018 21856
Read online
File size407.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test