STTKBSTTKB

JURNAL KADESIJURNAL KADESI

Artikel ini membahas pentingnya strategi pengajaran Tuhan Yesus dalam Injil Matius bagi pembentukkan jemaat rumah. Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu stratogos yang artinya metode, tata cara atau kiat yang diterapkan untuk mencapai suatu tujuan serta untuk membentuk karakter warganya yang sudah dewasa. Dalam meningkatkan mutu pengajaran Yesus, Yesus menggunakan strategi dan menjadi hal yang sangat efektif dalam Injil Matius. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pengajaran Yesus bagi jemaat rumah berdasarkan Injil Matius dalam mengaktualisasikan iman mereka ditengah-tengah mayoritas. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis teologis dan kajian biblika terhadap pasal-pasal seperti Matius 4:19-20, Matius 9:35, Matius 5:2, Matius 14:29, dan Matius 28:19-20. Dalam artikel ini menegaskan bahwa dalam pengajaran Yesus, Ia mempersiapkan murid-murid-Nya melalui pendekatan pribadi. Tuhan Yesus tidak sekedar memilih para murid tetapi juga bertanggungjawab mengajar mereka untuk mempersiapkan mereka menjadi pengajar bagi orang lain dalam memberitakan Injil. Yesus melatih murid-murid-Nya dengan cara melibatkan mereka melakukan tindakan nyata dan aktif seperti Yesus menyuruh Petrus untuk berjalan diatas air. Tuhan Yesus memperlihatkan tanda-tanda dan mujizat di hadapan mereka dengan satu maksud supaya murid-Nya bisa terlatih. Tuhan Yesus juga melatih dan mengajar mereka bagaimana caranya berdoa yang sesungguhnya (Matius 6:5-13). Jemaat rumah merupakan sekelompok orang yang berkumpul dan belajar kebenaran Firman Tuhan serta turut ambil bagian dalam pekabaran Injil artinya jemaat terlibat dalam menyebarkan kabar baik tentang Yesus Kristus serta jemaat yang bertekun dalam doa dan menjadikan doa sebagai gaya hidup. Dengan demikian pengajaran Yesus dalam Injil Matius menekankan pada pembentukkan komunitas yang erat, pengajaran yan berbasis pengalaman, pengutusan untuk pelayanan, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Yesus tidak hanya mengajar dalam pertemuan yang secara formal, tetapi juga membangun komunitas yang erat dengan murid-murid-Nya, yang menjadi model bagi jemaat rumah. Yesus memilih, mengajar, melatih, mendidik dan memuridkan murid-murid-Nya dengan mengutus mereka untuk melayani secara langsung. Yesus mengajarkan nilai-nilai spiritual melalui tindakan nyata, yang menegaskan bahwa pembentukkan jemaat tidak hanya berbasis doktrin tetapi juga keteladanan hidup.

Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi pengajaran Tuhan Yesus berdasarkan Injil Matius memiliki relevansi yang kuat bagi pola pembentukan jemaat rumah di Suku Sasak Wetu Lima, Lombok Barat.Strategi pengajaran Yesus tercermin melalui ketekunan jemaat rumah dalam doa, pengajaran, dan pemuridan yang diterapkan dalam kehidupan berjemaat.Pengajaran melalui perumpamaan yang digunakan Yesus—kisah-kisah sederhana namun kaya makna tentang Kerajaan Allah—menjadi model efektif bagi jemaat rumah dalam memahami kebenaran rohani secara kontekstual.Yesus tidak hanya mengajar secara formal, tetapi juga membangun komunitas yang erat dengan murid-murid-Nya, memilih, mengajar, melatih, mendidik, dan memuridkan mereka melalui pengutusan langsung dalam pelayanan.Pendekatan ini menegaskan bahwa pembentukan jemaat tidak hanya berlandaskan doktrin, melainkan juga keteladanan hidup yang nyata.Selain itu, strategi pengajaran Yesus yang menekankan pembinaan pribadi menunjukkan kesesuaian yang tinggi dengan karakteristik jemaat rumah yang berskala kecil, karena memungkinkan terciptanya relasi yang akrab dan pembinaan yang mendalam antaranggota.Dengan demikian, strategi pengajaran Yesus dalam Injil Matius menekankan pembentukan komunitas yang erat, pengajaran berbasis pengalaman, pengutusan untuk pelayanan, serta keteladanan hidup sehari-hari, yang seluruhnya sangat relevan bagi pembentukan jemaat rumah yang berorientasi pada pengenalan akan Kristus dan pertumbuhan iman yang berkelanjutan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang strategi pengajaran Yesus dalam Injil Matius, khususnya dalam konteks jemaat rumah di Suku Sasak Wetu Lima. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana strategi pengajaran Yesus dapat diterapkan secara efektif dalam pembentukan jemaat rumah yang berorientasi pada pengenalan akan Kristus dan pertumbuhan iman yang berkelanjutan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran perumpamaan dalam pengajaran Yesus dan bagaimana perumpamaan tersebut dapat digunakan sebagai model dalam pembinaan iman yang kontekstual dan komunikatif bagi jemaat rumah. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengkaji lebih dalam tentang praktik pemuridan Yesus dan bagaimana praktik tersebut dapat menjadi dasar bagi proses pengutusan jemaat dalam pelayanan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami strategi pengajaran Yesus dan aplikasinya dalam pembentukan jemaat rumah yang kuat dan dinamis.

Read online
File size388.08 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test