UMNYARSIUMNYARSI

Journal of Public Administration and Management StudiesJournal of Public Administration and Management Studies

Kepuasan pasien merupakan indikator utama dalam menentukan kualitas layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan rawat jalan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang pada tahun 2024. Faktor yang dianalisis meliputi tangibles (bukti fisik), reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Metode kuantitatif dengan pendekatan cross‑sectional digunakan; data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 pasien rawat jalan yang dipilih secara random. Analisis dilakukan dengan Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antara variabel independen dan kepuasan pasien. Hasil menunjukkan bahwa faktor tangibles (koefisien 3,355) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan, sedangkan reliability (0,893), responsiveness (0,091), assurance (1,359), dan empathy (1,193) tidak signifikan. Faktor tangibles menjadi faktor dominan, menjelaskan 26,8% varians kepuasan (R‑square = 0,268). Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan, khususnya dengan memperbaiki dimensi tangibles.

Berdasarkan analisis data pada September 2024, faktor berwujud (tangibles) terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSI Ibnu Sina Padang Panjang.Sebaliknya, faktor reliability, responsiveness, assurance, dan empathy tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien.Dengan demikian, peningkatan dimensi fisik layanan menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kepuasan pasien di fasilitas ini.

Sebuah penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan layanan kesehatan digital, seperti telekonsultasi atau sistem antrean elektronik, memengaruhi kepuasan pasien rawat jalan di RSI Ibnu Sina, mengingat transformasi teknologi dapat memperbaiki dimensi tangibles dan responsivitas. Selanjutnya, studi kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap pasien dan tenaga medis dapat mengidentifikasi faktor-faktor komunikatif yang mendasari persepsi empati, sehingga menjelaskan mengapa variabel empati belum terbukti signifikan dalam analisis kuantitatif sebelumnya. Selain itu, penelitian longitudinal yang melacak perubahan kepuasan pasien selama beberapa tahun setelah perbaikan fisik fasilitas (misalnya renovasi ruang tunggu, peningkatan kebersihan) dapat mengukur sejauh mana peningkatan tangibles memberikan efek berkelanjutan terhadap kepuasan. Metode yang dapat dipakai meliputi desain eksperimental dengan kelompok kontrol untuk membandingkan kepuasan sebelum dan sesudah penerapan teknologi, serta analisis statistik multivariat untuk menilai kontribusi masing‑masing faktor. Dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam, termasuk pasien BPJS serta non‑BPJS, hasilnya dapat meningkatkan generalisasi temuan ke konteks layanan kesehatan lain di Indonesia.

Read online
File size413.11 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test