ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

memang memiliki banyak persamaan, karena keduanya sama-sama meletakkan objek sasaran pada manusia sebagai individu maupun berkelompok (masyarakat). Namun, hal itu tidak berarti bahwa tidak ada perbedaan prinsipil di antara keduanya. Bahkan, penelitian sosial yang lebih dulu berkembang banyak membantu jalannya penelitian agama, seperti dalam teknik pendekatan, sistem analisis, cara-cara pengumpulan data, dan sebagainya. Hal ini logis, sebab keduanya berjalan seiring dan paralel; dan keduanya banyak kemungkinannya untuk menggunakan pendekatan secara interdisipliner atau multidisipliner dalam berbagai bidang ilmu lainnya. Grounded Research pun dapat dipakai dalam pelaksanaan kegiatan penelitian agama, terutama pada penelitian yang bersifat independen dan murni (pure research). Akhir-akhir ini, Grounded Research tersebut menjadi lebih populer dan banyak dipraktikkan, khususnya oleh para ilmuwan yang tekun dan ulet.

Penelitian agama sangat esensial bagi kehidupan bangsa Indonesia, bahkan pemerintah pun menganggap penting untuk mengatur dan membiayai urusan agama berdasarkan hasil penelitian yang objektif dan akuntabel.Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian agama mulai digalakkan, dengan upaya mengatasi kelangkaan peneliti dan memperjelas identitas serta kekhususan bidang garapannya.Diharapkan, melalui perkembangan yang berkesinambungan, penelitian agama dapat sepenuhnya menjelma menjadi disiplin ilmu baru yang memiliki metodologi serta identitas yang mandiri.

Mengingat bahwa penelitian agama sedang berupaya mengukuhkan identitas dan metodologinya yang khas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, bagaimana kita bisa mengembangkan metode penelitian baru yang secara unik mampu menangkap esensi pengalaman keagamaan, dimensi spiritual, dan kerangka teologis suatu keyakinan, tidak sekadar mengadaptasi teknik dari ilmu sosial? Ini bisa berarti menggali lebih dalam pendekatan hermeneutik untuk memahami teks suci dalam konteks sosial, atau merancang etnografi yang peka terhadap praktik dan makna keagamaan internal, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih otentik tentang fenomena agama. Kedua, perlu diteliti lebih lanjut mengenai konsep-konsep teori atau dasar-dasar pengetahuan (epistemologi) apa saja yang spesifik dalam berbagai tradisi keagamaan yang dapat menjadi landasan bagi paradigma penelitian agama yang mandiri. Bagaimana kerangka teori asli ini dapat dibandingkan atau bahkan melengkapi teori-teori ilmu sosial dalam menjelaskan perilaku manusia dan dinamika masyarakat? Penelitian ini dapat mengidentifikasi keunikan cara berpikir dan interpretasi dunia dari sudut pandang agama. Ketiga, penting untuk menelaah secara jangka panjang bagaimana hasil penelitian agama, terutama yang telah berhasil memadukan pemahaman mendalam tentang ajaran agama dengan nilai-nilai komunitas, dapat secara konkret berkontribusi pada pembangunan sosial yang berkelanjutan, perumusan kebijakan yang lebih baik, dan penyelesaian konflik di tengah masyarakat yang beragam agamanya. Studi semacam ini akan membantu menunjukkan nilai praktis dan kontribusi nyata dari penelitian agama sebagai disiplin ilmu yang matang dan berdaya guna.

Read online
File size461.78 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test