UNIAUNIA

Maharot : Journal of Islamic EducationMaharot : Journal of Islamic Education

Pesantren di Indonesia kini menghadapi tantangan paradoks antara mempertahankan nilai‑nilai tradisional dan menyesuaikan diri dengan tuntutan modernisasi pada era Society 5.0. Penelitian ini menganalisis dua aspek utama: (1) peran pesantren dalam memperkuat sinergi triumvirat pendidikan (guru, orang tua, masyarakat) dan (2) konsep Educational Heritage Transformative sebagai respons terhadap tantangan Society 5.0. Metode yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan pendidikan, dokumentasi kebijakan institusi, serta Focus Group Discussion. Validitas data dijaga melalui teknik kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas, sedangkan analisis data meliputi kondensasi, tampilan, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Pesantren Puncak Darus Salam berhasil menerapkan sinergi triumvirat pendidikan melalui program International Class Program (ICP), kolaborasi pemerintah, dan penugasan Guru Tugas ke berbagai wilayah domestik maupun internasional. Sinergi ini berfungsi sebagai model kolaboratif antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan pendidikan berbasis nilai dan kompetensi abad 21. Selanjutnya, penelitian ini mengusulkan kerangka Educational Heritage Transformative sebagai strategi mempertahankan identitas khas pesantren sekaligus merespons modernisasi global.

Pesantren berperan strategis dalam melestarikan, mentransformasi, dan menyinergikan warisan pendidikan dengan kebutuhan zaman melalui pendekatan integratif dan transformatif, sehingga menghasilkan individu holistik yang seimbang antara iman, ilmu, dan amal baik.Sinergi triumvirat pendidikan menjadikan pesantren mediator perubahan sosial dengan menghubungkan guru, orang tua, dan masyarakat, memperkuat ekosistem pendidikan yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.Dengan mengadopsi pendekatan pendidikan transformatif, pesantren mampu menjaga identitas budaya dan spiritual sekaligus menanggapi tantangan Society 5.0, menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang berkarakter kuat, kompetitif secara global, dan berlandaskan nilai Islam serta kebangsaan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana integrasi nilai Pancasila ke dalam kurikulum pesantren mempengaruhi perkembangan karakter santri, khususnya dalam konteks toleransi beragama dan kepedulian sosial, melalui studi longitudinal di beberapa pesantren di wilayah berbeda. Selain itu, diperlukan studi eksperimental yang menilai efektivitas program pelatihan kewirausahaan berbasis pesantren dalam meningkatkan kemandirian ekonomi santri serta dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga dan komunitas lokal. Selanjutnya, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi peran literasi digital dalam proses belajar mengajar pesantren, mengidentifikasi tantangan teknologis yang dihadapi guru dan santri, serta merumuskan model pembelajaran hybrid yang optimal untuk era Society 5.0.

Read online
File size378.35 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test