GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE
Jurnal Geuthèë: Penelitian MultidisiplinJurnal Geuthèë: Penelitian MultidisiplinThe determination of village boundaries is a crucial aspect of village governance to ensure legal certainty, administrative order, and the prevention of conflicts between villages. However, in practice, boundary disputes still frequently occur, as experienced by Gampong Meurandeh Dayah, Langsa Lama District, Langsa City, following the regional expansion in 2010. The lack of clear administrative boundaries has led to various issues, including land ownership disputes, difficulties in resource management, and obstacles to public service delivery. This study employs an empirical legal method with a sociological approach. Data were collected through field observations, interviews with village officials, and an analysis of relevant regulations, such as Law No. 6 of 2014 on Villages and Minister of Home Affairs Regulation No. 45 of 2016. The findings indicate that efforts to resolve the dispute have been undertaken, including field inspections and the creation of a territorial map, but these have not yet resulted in final legal certainty. A multi-faceted approach is required, involving administrative measures through boundary remapping, legal measures through binding village regulations, and social measures through mediation and customary deliberation. These steps are expected to resolve the boundary dispute fairly and sustainably.
The study concludes that the determination of village boundaries is regulated by Indonesian laws, including Law No.6 of 2014 on Villages and Permendagri No.45 of 2016, emphasizing the need for legal certainty and conflict prevention.Despite efforts to resolve the dispute in Gampong Meurandeh Dayah, final legal certainty remains elusive due to ongoing disagreements and the absence of binding regulations.A comprehensive approach encompassing administrative remapping, legal frameworks, and social mediation is crucial for a fair and sustainable resolution to the boundary dispute.
Further research should investigate the effectiveness of integrating GIS technology into the boundary determination process to enhance accuracy and transparency. Additionally, a comparative study examining boundary dispute resolution mechanisms in other autonomous regions of Indonesia could provide valuable insights for Gampong Meurandeh Dayah. Finally, research exploring the role of customary law and traditional mediation practices in resolving land disputes could offer alternative approaches that complement formal legal frameworks. These studies should focus on developing a standardized and participatory boundary demarcation process that prioritizes community involvement, legal clarity, and sustainable resource management, ultimately contributing to more harmonious inter-village relations and improved governance in the region. This will require a minimum of 150 words to fully explore the nuances of these research directions and their potential impact on local governance and community well-being.
- THE IMPACT OF REGIONAL AUTONOMY ON REGIONAL DEVELOPMENT | International Journal of Social Service and... doi.org/10.46799/ijssr.v4i9.1036THE IMPACT OF REGIONAL AUTONOMY ON REGIONAL DEVELOPMENT International Journal of Social Service and doi 10 46799 ijssr v4i9 1036
- TANAH ULAYAT SEBAGAI SIMBOL EKSISTENSI ADAT-ISTIADAT: Studi Kasus tentang Konflik Tanah Ulayat di Perbatasan... ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/view/20609TANAH ULAYAT SEBAGAI SIMBOL EKSISTENSI ADAT ISTIADAT Studi Kasus tentang Konflik Tanah Ulayat di Perbatasan ejournal undip ac index php sabda article view 20609
- Pemekaran Daerah dan Otonomi Daerah Kerangka Hubungan Pusat Daerah | CAPITAN: Constitutional Law &... doi.org/10.47268/capitan.v1i1.9933Pemekaran Daerah dan Otonomi Daerah Kerangka Hubungan Pusat Daerah CAPITAN Constitutional Law doi 10 47268 capitan v1i1 9933
- Refleksi Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki Dalam Kaitan Makna Otonomi Khusus Di Aceh | Jurnal... doi.org/10.31078/jk1129Refleksi Memorandum of Understanding MoU Helsinki Dalam Kaitan Makna Otonomi Khusus Di Aceh Jurnal doi 10 31078 jk1129
- Using Visual Representations as Boundary Objects to Resolve Conflict in Collaborative ModelâBuilding... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/sres.2106Using Visual Representations as Boundary Objects to Resolve Conflict in Collaborative ModelyAAAaBuilding onlinelibrary wiley doi 10 1002 sres 2106
| File size | 266.83 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
AIBPMAIBPM Analisis SWOT, Matriks IE, dan QSPM diterapkan untuk merumuskan arah strategis. Data primer dikumpulkan dari 90 petani-peternak yang mewakili jenis usahaAnalisis SWOT, Matriks IE, dan QSPM diterapkan untuk merumuskan arah strategis. Data primer dikumpulkan dari 90 petani-peternak yang mewakili jenis usaha
AIBPMAIBPM Pendekatan hibrida Bayesian regression dengan XGBoost‑SHAP terbukti menghasilkan inferensi probabilistik yang kuat serta interpretabilitas prediktif,Pendekatan hibrida Bayesian regression dengan XGBoost‑SHAP terbukti menghasilkan inferensi probabilistik yang kuat serta interpretabilitas prediktif,
KOMPETIFKOMPETIF Fasilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan, kualitas pelayanan, kualitas produk, dan fasilitas berpengaruh positifFasilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan, kualitas pelayanan, kualitas produk, dan fasilitas berpengaruh positif
GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana sebagai acuan dalam pembahasan penelitianPenelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana sebagai acuan dalam pembahasan penelitian
UNPARUNPAR Peningkatan akses pasar melibatkan kolaborasi vertikal dan horizontal untuk diversifikasi dan pengembangan termasuk partisipasi dalam pameran internasional.Peningkatan akses pasar melibatkan kolaborasi vertikal dan horizontal untuk diversifikasi dan pengembangan termasuk partisipasi dalam pameran internasional.
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) dari 2018 hingga 2022, PT. Arthavest Tbk (ARTA) dari 2020 hingga 2022, PT. Red Planet Indonesia Tbk (PSKT), danHotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) dari 2018 hingga 2022, PT. Arthavest Tbk (ARTA) dari 2020 hingga 2022, PT. Red Planet Indonesia Tbk (PSKT), dan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel adalah Puskesmas Rijali Ambon dan lokasi untuk pemeriksaanPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel adalah Puskesmas Rijali Ambon dan lokasi untuk pemeriksaan
IPBIPB Metode Delphi diterapkan untuk mencapai konsensus melalui dua putaran wawancara dengan para panelis. Perubahan tutupan lahan, jenis tutupan lahan, polusiMetode Delphi diterapkan untuk mencapai konsensus melalui dua putaran wawancara dengan para panelis. Perubahan tutupan lahan, jenis tutupan lahan, polusi
Useful /
KOMPETIFKOMPETIF 0,70) sehingga layak digunakan. Uji asumsi klasik menunjukkan residual terdistribusi normal, tidak terdapat multikolinearitas (Tolerance >0,10; VIF 0,05).0,70) sehingga layak digunakan. Uji asumsi klasik menunjukkan residual terdistribusi normal, tidak terdapat multikolinearitas (Tolerance >0,10; VIF 0,05).
KOMPETIFKOMPETIF This research emphasizes the importance of creating a supportive work environment and improving human resource quality to support the achievement of companyThis research emphasizes the importance of creating a supportive work environment and improving human resource quality to support the achievement of company
IPBIPB 546 PCA1 13.057 PCA2 – 7. 722 PCA4 (R² = 0,612), di mana PCA1 terdiri dari P tersedia, K tersedia, dan CEC; PCA2 terdiri dari kejenuhan dasar, populasi546 PCA1 13.057 PCA2 – 7. 722 PCA4 (R² = 0,612), di mana PCA1 terdiri dari P tersedia, K tersedia, dan CEC; PCA2 terdiri dari kejenuhan dasar, populasi
UNYUNY Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model pelatihan kepemimpinan kepala sekolah berbasis hasil temuan ini dengan menguji apakah pelatihan yang dirancangPenelitian selanjutnya dapat mengembangkan model pelatihan kepemimpinan kepala sekolah berbasis hasil temuan ini dengan menguji apakah pelatihan yang dirancang