AMIKOMAMIKOM

Nation State: Journal of International StudiesNation State: Journal of International Studies

Penelitian ini mengkaji peran China yang semakin berkembang sebagai mediator dalam konflik internasional, khususnya keterlibatannya dalam sengketa Saudi‑Iran serta perang Rusia‑Ukraina. Penelitian menyoroti transformasi China dari negara yang historisnya tertutup menjadi aktor global signifikan, dengan menekankan kebijakan kebangkitan damai. Dengan menggunakan kerangka konseptual, analisis dilakukan terhadap evolusi kebijakan luar negeri China, memfokuskan pada penggunaan soft power melalui diplomasi budaya, pengaruh ekonomi, dan inisiatif mediasi. Temuan menunjukkan bahwa mediasi China menantang hegemoni tradisional Barat dalam penyelesaian konflik dengan menawarkan pendekatan alternatif yang berpusat pada kedaulatan dan non‑intervensi. Namun, tantangan tetap ada terkait persepsi bias, terutama dalam konflik Rusia‑Ukraina, di mana netralitas China dipertanyakan. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan peningkatan peran China sebagai mediator yang dapat membentuk norma diplomatik global dalam konteks geopolitik yang kompleks.

China semakin memperkuat pengaruhnya dalam diplomasi global melalui mediasi pada kesepakatan damai Saudi‑Iran dan intervensinya dalam konflik Rusia‑Ukraina, menandakan pergeseran strategi diplomatik yang menantang pendekatan Barat.Pendekatan mediasi China menekankan pragmatisme, kedaulatan, dan non‑intervensi, serta memanfaatkan kekuatan ekonomi untuk menstabilkan wilayah konflik.Dengan demikian, peran aktif China sebagai mediator berpotensi mengarahkan sistem internasional menuju tatanan multipolar yang lebih inklusif.

Penelitian selanjutnya dapat menguji persepsi keberpihakan China sebagai mediator di antara pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa Saudi‑Iran melalui survei dan wawancara mendalam, guna menilai legitimasi diplomatiknya. Selanjutnya, studi komparatif antara kesepakatan damai yang difasilitasi oleh China dan oleh aktor Barat dapat dianalisis secara longitudinal untuk mengukur durabilitas, dampak ekonomi, dan perubahan hubungan politik pasca‑perjanjian. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran inisiatif Belt and Road China dalam memperkuat kapasitas mediasi, dengan meneliti apakah ketergantungan ekonomi mempengaruhi keberhasilan atau bias dalam proses perdamaian. Penelitian juga dapat menilai dampak jangka panjang mediasi China terhadap stabilitas regional dengan memanfaatkan data indikator keamanan dan perdagangan selama lima tahun setelah intervensi. Akhirnya, analisis terhadap media sosial dan narasi publik di negara‑negara Global South dapat mengungkap bagaimana citra China sebagai penengah dipersepsikan secara luas, sehingga membantu menilai legitimasi internasionalnya. Dengan mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini dapat menghasilkan model evaluasi mediasi yang dapat diaplikasikan pada konteks konflik lainnya.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.33067/SE.4.2023.12One moment please one moment please wait request verified doi 10 33067 SE 4 2023 12
  2. China engages the Global South: From Bandung to the Belt and Road Initiative - Liu - 2022 - Global Policy... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1758-5899.13034China engages the Global South From Bandung to the Belt and Road Initiative Liu 2022 Global Policy onlinelibrary wiley doi 10 1111 1758 5899 13034
  3. China’s Role in International Conflict Mediation and Its Implications for International Relations... doi.org/10.24076/nsjis.v8i1.2051ChinaAos Role in International Conflict Mediation and Its Implications for International Relations doi 10 24076 nsjis v8i1 2051
Read online
File size329.21 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test