UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Jender sering dipahami sebagai karakter yang melekat dalam diri perempuan maupun laki-laki yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural. Konstruksi tersebut secara langsung atau tidak menimbulkan harapan yang berbeda terhadap ideal selves laki-laki dan perempuan. Penelitian ini berusaha untuk melihat bagaimana ideologi peran jender dalam pemilihan pada organisasi kemahasiswaan (intra kampus) di UAI tahun 2009.

Berdasarkan uraian yang telah dilakukan, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut ini.2) Ada perbedaan ideologi peran jender pemilih perempuan yang memilih calon pemimpin perempuan dan calon pemimpin laki-laki.Merujuk kepada penelitian-penelitian sebelumnya di Amerika Serikat menyatakan bahwa calon legislator perempuan memiliki peluang lebih besar untuk dipilih oleh perempuan.Sejalan dengan hasil penelitian ini yang dilakukan pada mahasiswi Universitas Al Azhar Indonesia rata-rata mahasiswi mempunyai ideologi peran jender yang cenderung modern.Lebih lanjut diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan ideologi peran jender pemilih perempuan (mahasiswi) yang memilih calon pemimpin perempuan dengan yang memilih calon pemimpin laki-laki, dimana skor skala Sex Role Ideology (SRI) mahasiswi yang memilih pemimpin perempuan lebih tinggi dibanding skor SRI yang memilih pemimpin laki-laki.Hasil tersebut memperlihatkan bahwa ideologi peran jender memberikan pengaruh terhadap pemberian dukungan kepada calon pemimpin perempuan, yang mana pada penelitian ini dilihat melalui pemilihan organisasi pemimpin/ketua kemahasiswaan KMF.Meskipun secara statistik, ideologi peran jender tersebut hanya memberikan pengaruh 8,2% terhadap pemberian dukungan kepada calon pemimpin perempuan, dan selebihnya ditentukan oleh faktor lain.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah sebagai berikut:. . 1. Mengkaji lebih lanjut pengaruh ideologi peran jender terhadap dukungan kepada calon pemimpin perempuan dalam organisasi kemahasiswaan, dengan mempertimbangkan variabel-variabel lain seperti pengaruh pemahaman nilai-nilai agama, pengaruh jender stereotipi, posisi ideologi pemilih, atau kepribadian kandidat.. . 2. Melakukan penelitian dengan metode pengumpulan data yang lebih beragam, seperti wawancara atau kuesioner dengan pertanyaan terbuka, untuk memperoleh data yang lebih komprehensif dan mendalam.. . 3. Melakukan penelitian dengan sampel yang lebih beragam dan jumlah yang lebih besar, agar hasil penelitian dapat digeneralisasi dengan lebih luas. Penelitian selanjutnya juga dapat diperluas dengan melibatkan pemilih laki-laki, sehingga dapat memperkaya hasil penelitian dan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai pengaruh ideologi peran jender dalam pemilihan pemimpin perempuan.

Read online
File size260.04 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test