DESAIN INDONESIADESAIN INDONESIA

Jurnal Desain Indonesia.Jurnal Desain Indonesia.

Dalam ilmu pengetahuan istilah polihedron secara visual merupakan suatu bentuk geometrik 3 dimensi yang di dalamnya terkandung unsur logika konstruktif, ruang, bentuk, sudut dan garis serta logika sudut pandang yang dapat dipelajari untuk pengembangan suatu gagasan bentuk dari suatu desain. Polihedron Platonik Solid merupakan bentuk geometrik polihedron reguler yang terdiri dari tetrahedron, heksahedron, oktahedron, dodecahedron dan icosahedron. Kelima polihedron Platonik Solid ini memiliki ciri terbentuk dari 3 jenis poligon reguler yaitu trigon, tetrahedron dan pentagon. Dalam tulisan ini penulis mencoba menganalisa struktur bentuk geometris polihedron platonik solid untuk mengetahui jika polihedron platonik solid yang satu dengan yang lainnya dikombinasikan, untuk tujuan mengetahui kemungkinan dan varian kebaruan yang dapat diperoleh. Dalam implementasinya menggunakan metode eksperimen melalui pembuatan model bentuk geometris polihedron dan menggambar konstruktif bentuk geometris melalui media gambar 2D dan 3D.

Analisis kombinasi 20 bentuk geometrik platonic solid menunjukkan bahwa setiap kombinasi memerlukan pendekatan pengukuran yang berbeda, namun semua dapat ditentukan melalui rasio perbandingan phi = 1,618 dan metode proyeksi orthogonal serta pemodelan digital.Dengan pusat rotasi yang sama, rasio tersebut menentukan posisi relatif polihedron satu terhadap yang lain, menghasilkan temuan yang bersifat universal dan dapat dipelajari secara umum.Hasil ini dapat dijadikan bahan ajar untuk mata kuliah gambar teknik, pemodelan digital, serta pengembangan kemampuan berpikir visual‑spasial dalam pendidikan desain.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan sebuah perangkat lunak interaktif yang secara otomatis menghasilkan model tiga‑dimensi dari semua kombinasi polihedron platonic berdasarkan rasio phi, sehingga memudahkan desainer dan mahasiswa dalam eksplorasi bentuk. Selanjutnya, studi eksperimental dapat dilakukan untuk memproduksi prototipe fisik dari kombinasi tersebut menggunakan material modern seperti cetak 3D resin atau logam ringan, kemudian dianalisis kekuatan struktural dan kestabilannya dalam konteks aplikasi produk. Selain itu, penelitian pedagogis dapat mengevaluasi dampak penggunaan kombinasi polihedron sebagai materi pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan berpikir visual‑spasial mahasiswa desain, dengan mengukur perubahan skor tes spasial sebelum dan sesudah intervensi. Selain kombinasi polihedron reguler, penelitian dapat memperluas kajian ke polyhedron tidak‑reguler atau semi‑reguler untuk melihat bagaimana variasi sudut dan sisi memengaruhi rasio dan kestabilan desain. Integrasi hasil geometris ini dengan disiplin arsitektur dapat menghasilkan struktur bangunan inovatif yang memanfaatkan efisiensi ruang dan estetika geometris, sehingga membuka peluang kolaborasi antar bidang.

Read online
File size1.76 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test