ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE

EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, AkuntansiEKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik kerja dan lingkungan kerja terhadap kelelahan emosional karyawan CV. Barokah Grup Abadi. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena kelelahan emosional yang dapat dipicu oleh faktor internal maupun eksternal dalam lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan instrumen kuesioner, diolah menggunakan aplikasi IBM SPSS versi 23. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelelahan emosional (t hitung 4,056 > 2,011; sig 0,00 < 0,05). Sementara itu, lingkungan kerja berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kelelahan emosional (t hitung -1,477 < 2,011; sig 1,46 > 0,05). Secara simultan, konflik kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelelahan emosional (f hitung 8,544 > 3,195; sig 0,01 < 0,05).

Konflik kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelelahan emosional karyawan CV.Lingkungan kerja berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kelelahan emosional karyawan.Secara simultan, konflik kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelelahan emosional karyawan.

Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana beban kerja dan gaya kepemimpinan berinteraksi dengan konflik serta lingkungan kerja dalam memengaruhi kelelahan emosional karyawan, misalnya dengan menguji hipotesis bahwa beban kerja tinggi memperkuat efek negatif konflik terhadap kelelahan emosional. Selanjutnya, untuk mengatasi keterbatasan sampel, studi dapat dilakukan secara multinasional dengan melibatkan lebih dari seratus responden dari berbagai sektor industri, sehingga hasilnya lebih generalisasi dan dapat dibandingkan antar sektor. Selain itu, pendekatan longitudinal dapat diterapkan untuk memantau perubahan tingkat kelelahan emosional karyawan selama periode waktu tertentu, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor prediktif jangka panjang dan efek akumulatif konflik serta kondisi lingkungan kerja. Penelitian juga dapat memperluas variabel dengan memasukkan faktor psikologis seperti kecerdasan emosional dan dukungan sosial, guna menilai peran mediasi atau moderasi terhadap hubungan konflik‑lingkungan kerja dengan kelelahan emosional. Akhirnya, penggunaan metode campuran (mixed‑methods) yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam dapat memberikan insight lebih kaya tentang persepsi karyawan terhadap konflik dan kondisi kerja serta strategi coping yang mereka gunakan.

  1. Analisis Pelaksanaan Program Pelatihan dan Pengembangan Karyawan: Studi Kasus Pada PT Visi Sukses Bersama... doi.org/10.31294/widyacipta.v3i1.5185Analisis Pelaksanaan Program Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Studi Kasus Pada PT Visi Sukses Bersama doi 10 31294 widyacipta v3i1 5185
Read online
File size430.98 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test