UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Keterampilan membaca yang baik diperlukan untuk membuat skripsi. Mahasiswa diharapkan bisa membaca bibliografi berbahasa Inggris, tetapi juga bahasa Jepang. Akan tetapi, bagi mahasiswa pemelajar bahasa Jepang yang berasal dari negara yang beraksara non-kanji, membaca bahan bacaan otentik seperti buku, koran, atau dokumen lainnya bukanlah hal yang mudah (terutama untuk pemelajar tingkat menengah). Fokus penelitian ini adalah mutual activity yang terjadi di kegiatan membaca berkelompok dan penggunaan prior knowledge. Hasil penelitian dapat menangkap isi bacaan otentik dalam bahasa Jepang di atas level kemampuannya. Dengan membaca dalam kelompok, mahasiswa bisa saling menggunakan sumber daya yang mereka miliki sehingga mereka bisa mengerti isi bacaan lebih dalam. Dengan menggunakan bahasa ibu, mahasiswa dapat dengan mudah menggunakan prior knowledge untuk memahami isi bahan bacaan, dan dapat saling bertanya dan memberikan pendapat secara bebas.

Dilihat dari hasil lembar kerja dan percakapan mahasiswa maka dapat dikatakan bahwa mahasiswa dapat menangkap garis besar dari isi bacaan.Dari sudut pandangan mutual activity yang terjadi, terlihat adanya kegiatan saling mengajarkan pengetahuan berbahasa antara anggota kelompok, saling mengkonfirmasi pemahaman masing-masing dan adanya perbaikan pemahaman yang disebabkan dari informasi yang didapat dari anggota kelompok.Dengan demikian saran yang dapat diusulkan untuk pengembangan kemampuan membaca bahan acuan otentik pemelajar non-kanji tingkat menengah adalah dengan melakukan membaca berkelompok.Penggunaan bahasa ibu dalam dialog mengenai isi bacaan juga penting, karena dengan menggunakan bahasa ibu, mahasiswa dapat lebih bebas mengeluarkan pikiran dan mengakses serta menggunakan prior knowledge untuk membantu pemahaman.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi strategi membaca yang paling efektif digunakan oleh pemelajar bahasa Jepang non-kanji tingkat menengah dalam kegiatan membaca berkelompok. Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati interaksi antar peserta dalam kelompok dan menganalisis jenis-jenis bantuan yang diberikan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana penggunaan teknologi, seperti platform kolaborasi daring, dapat meningkatkan efektivitas kegiatan membaca berkelompok, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana faktor-faktor individual, seperti gaya belajar dan tingkat kepercayaan diri, memengaruhi partisipasi dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan membaca berkelompok. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana mendukung pemelajar bahasa Jepang non-kanji dalam meningkatkan kemampuan membaca mereka melalui pendekatan kolaboratif dan adaptif.

Read online
File size178.61 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test