CAHAYA ICCAHAYA IC

Journal of Health Innovation and Environmental EducationJournal of Health Innovation and Environmental Education

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan ibu, pemanfaatan pemantauan digital, perilaku pengawasan pertumbuhan dan perkembangan, serta deteksi risiko perkembangan dini pada ibu-ibu yang memiliki anak balita. Penelitian ini menggunakan desain campuran sekuensial eksplanatori dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Tahap kuantitatif melibatkan survei silang terhadap 210 ibu dengan anak di bawah lima tahun. Data dianalisis menggunakan model persamaan struktural-partial least squares (SEM-PLS) untuk memeriksa hubungan di antara variabel. Tahap kualitatif terdiri dari wawancara mendalam dengan ibu, pekerja kesehatan, dan sukarelawan kesehatan masyarakat untuk memberikan penjelasan kontekstual atas temuan kuantitatif. Analisis tematik digunakan untuk menafsirkan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan ibu secara signifikan mempengaruhi pemanfaatan pemantauan digital (β = 0,54, p < 0,001) dan perilaku pengawasan (β = 0,32, p = 0,002). Pemanfaatan pemantauan digital juga secara signifikan mempengaruhi praktik pengawasan (β = 0,41, p < 0,001) dan deteksi risiko perkembangan dini (β = 0,29, p = 0,004). Perilaku pengawasan pertumbuhan dan perkembangan menunjukkan asosiasi terkuat dengan deteksi risiko dini (β = 0,46, p < 0,001). Temuan kualitatif mengungkapkan bahwa ibu dengan literasi kesehatan yang lebih tinggi lebih mampu menafsirkan informasi perkembangan anak dan lebih cenderung memanfaatkan alat digital untuk memantau pertumbuhan anak mereka.

Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa bagaimana literasi kesehatan ibu dan pemanfaatan pemantauan digital mempengaruhi perilaku pengawasan pertumbuhan dan perkembangan serta deteksi risiko perkembangan dini pada ibu-ibu yang memiliki anak balita di Pusat Kesehatan Arosbaya, Bangkalan, Indonesia.Menggunakan desain campuran sekuensial eksplanatori dengan 210 responden dan wawancara mendalam dengan ibu, pekerja kesehatan, dan sukarelawan kesehatan masyarakat, temuan menunjukkan bahwa literasi kesehatan ibu secara signifikan mempengaruhi pemanfaatan pemantauan digital (β = 0,54, p < 0,001) dan praktik pengawasan (β = 0,32, p = 0,002).Pemanfaatan pemantauan digital juga menunjukkan efek signifikan pada perilaku pengawasan (β = 0,41, p < 0,001) dan deteksi risiko perkembangan dini (β = 0,29, p = 0,004).Selain itu, perilaku pengawasan adalah prediktor terkuat dari deteksi risiko perkembangan dini (β = 0,46, p < 0,001).Analisis mediasi mengonfirmasi bahwa pemanfaatan pemantauan digital dan perilaku pengawasan bertindak sebagai mediator yang signifikan dalam menghubungkan literasi kesehatan ibu dengan deteksi risiko perkembangan dini.Temuan kualitatif mendukung hasil kuantitatif dengan mengungkapkan bahwa ibu dengan literasi kesehatan yang lebih tinggi lebih percaya diri dalam menafsirkan informasi perkembangan anak dan lebih mungkin memanfaatkan alat digital seperti aplikasi kesehatan seluler atau platform pemantauan pertumbuhan online.Pekerja kesehatan dan sukarelawan kesehatan masyarakat menekankan bahwa pemantauan digital meningkatkan komunikasi, meningkatkan kehadiran dalam sesi pemantauan pertumbuhan, dan memfasilitasi identifikasi lebih awal terhadap masalah perkembangan.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi literasi kesehatan ibu dan sistem pemantauan digital dapat memperkuat pengawasan pertumbuhan anak dan meningkatkan deteksi dini risiko perkembangan dalam pengaturan perawatan kesehatan primer.

Berdasarkan temuan penelitian ini, kami mengusulkan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu melalui program pendidikan berbasis masyarakat. Program pelatihan untuk ibu dapat berfokus pada pemahaman tahap perkembangan, mengenali tanda-tanda peringatan dini, dan memanfaatkan platform pemantauan digital secara efektif. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengintegrasikan sistem pemantauan digital dalam layanan kesehatan primer, yang dapat meningkatkan kontinuitas data kesehatan anak dan memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk memantau perkembangan anak secara sistematis. Ketiga, pembuat kebijakan dan institusi kesehatan dapat mempertimbangkan untuk memperluas platform pemantauan digital dalam layanan kesehatan primer untuk mendukung sistem pengawasan kesehatan anak yang berkelanjutan.

  1. Redefining Early Childhood Growth and Development Surveillance: A Sustainable, Technology-Integrated... doi.org/10.37251/jhiee.v2i2.2686Redefining Early Childhood Growth and Development Surveillance A Sustainable Technology Integrated doi 10 37251 jhiee v2i2 2686
Read online
File size287.24 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test