LARISMALARISMA

Holistic ScienceHolistic Science

Kemampuan memahami audio percakapan merupakan salah satu kompetensi esensial dalam pembelajaran Bahasa Jerman tingkat B1. Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami percakapan autentik yang disampaikan melalui media audio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan tersebut dan mengidentifikasi implikasinya terhadap proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi, melalui pemberian tes mendengarkan serta pemanfaatan sumber audio dari platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama mahasiswa terletak pada kecepatan tuturan native speaker, keterbatasan kosakata, perbedaan dialek, serta minimnya media pembelajaran yang memadai seperti headset. Selain itu, kurangnya latihan mandiri dan akses konten audio berbahasa Jerman juga memperparah ketidakmampuan mahasiswa dalam menangkap konteks percakapan secara utuh. Kondisi ini menyebabkan rendahnya kepercayaan diri mahasiswa dan munculnya kesenjangan antara kemampuan di kelas dengan kebutuhan komunikasi nyata. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan penyediaan media audio yang relevan, pelatihan guru dalam strategi pembelajaran Hörverstehen, serta pembiasaan latihan intensif berbasis konteks autentik. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan Bahasa Jerman tingkat B1.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak (Hörverstehen) mahasiswa pada level B1 Bahasa Jerman masih menghadapi berbagai kendala yang kompleks.Kesulitan utama muncul akibat kecepatan tuturan penutur asli, pelafalan yang terdengar bersambung, serta variasi dialek yang membuat mahasiswa kesulitan membedakan bentuk standar bahasa dengan ragam bahasa lainnya.Selain itu, keterbatasan kosakata dan rendahnya frekuensi latihan mandiri menyebabkan mahasiswa tidak mampu mempertahankan pemahaman terhadap konteks percakapan secara utuh.Kondisi ini berdampak pada munculnya rasa frustrasi, rendahnya kepercayaan diri, serta kesenjangan antara kemampuan yang dilatih di kelas dengan tuntutan komunikasi autentik dalam konteks nyata.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh penggunaan materi audio yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa terhadap peningkatan keterampilan mendengar. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas pelatihan guru dalam strategi pembelajaran Hörverstehen untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam menyediakan akses yang lebih mudah ke sumber audio berbahasa Jerman, terutama untuk mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses materi pembelajaran konvensional.

  1. Audiobook pembelajaran mata kuliah literatur berdasarkan perspektif behavioral untuk meningkatkan pemahaman... doi.org/10.21831/jitp.v5i2.13377Audiobook pembelajaran mata kuliah literatur berdasarkan perspektif behavioral untuk meningkatkan pemahaman doi 10 21831 jitp v5i2 13377
  2. JCoSITTE Journal of Computer Science, Information Technology. journal computer science information technology... doi.org/10.30596/jcositteJCoSITTE Journal of Computer Science Information Technology journal computer science information technology doi 10 30596 jcositte
  3. HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA | Selviana... ojs.unm.ac.id/INTERFERENCE/article/view/14859HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA Selviana ojs unm ac INTERFERENCE article view 14859
Read online
File size307.85 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test