STTDBSTTDB

JUS TEKNO (Jurnal Sains dan Teknologi)JUS TEKNO (Jurnal Sains dan Teknologi)

Perancangan ini bertujuan untuk mempermudah proses penyolderan otomatis, dengan menggunakan sistem kontrol CNC 4 sumbu. Prinsip cara kerja mesin ini dengan 4 sumbu yaitu sumbu x dan y bergerak linier mendatar, sumbu Z bergerak berputar mendatar dan sumbu A bergerak berputar searah vertical. Pengerjaan penyolderan timah otomatis pada papan sirkuit cetak (PCB), menggunakan Solder Automatic 60 W dengan dan perangkat lunak Mach3 untuk kontrolnya. Mesin ini menggunakan motor stepper nema 23 untuk menjalankan perputaran poros ulir bergerak maju atau mundurnya, pada nut screw terdapat blok housing untuk dipasangkan bracket sehingga dapat dilakukan pengerjaan lengan penyolderan secara otomatis. Material lead screw terbuat dari 304 stainless stell, nut screw terbuat dari brass, rel laci ukuran 300 mm berbahan dari cold rolled stell, landasan mesin terbuat dari aluminium alloy 6063-T5. Luas area penyolderan maksimal 300 mm, suhu panas solder 480oC dengan daya 60 W, Motor stepper untuk sumbu X, Y, Z dan A digunakan tipe nema 23 yang sesuai kebutuhan dengan hasil beban inersi ๐‘ฑ๐‘ณ= 18,87ร—10-4 kg.m2, torsi efektif Trms = 0,32 N.m, maksimal momen torsi ๐‘ป๐Ÿ = 0,78 N.m, kecepatan putaran n = 6000 r/min, dan resolusi enkoder ๐‘น = ๐Ÿ๐ŸŽ๐ŸŽ (๐‘ท๐’–๐’๐’”๐’†๐’”/๐‘น๐’๐’•๐’‚๐’•๐’Š๐’๐’๐’”).

Prototype alat solder CNC ini berhasil dirancang dan mampu melakukan proses penyolderan pada papan sirkuit cetak dengan area kerja 300 mm x 300 mm.Sistem kontrol yang digunakan, yaitu perangkat lunak Mach3, memberikan respon yang cepat dan kemudahan konfigurasi.Penggunaan Mach3 juga menguntungkan karena biaya yang terjangkau dan kemudahan penggunaannya.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengintegrasikan sistem penglihatan komputer (computer vision) untuk deteksi posisi komponen secara otomatis sebelum proses penyolderan, sehingga meningkatkan akurasi dan mengurangi potensi kesalahan. Selain itu, pengembangan sistem kontrol adaptif yang mampu menyesuaikan parameter penyolderan (suhu, kecepatan, tekanan) secara real-time berdasarkan material PCB dan jenis komponen akan sangat bermanfaat. Terakhir, studi mengenai penggunaan material lead screw alternatif dengan karakteristik gesekan yang lebih rendah dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi energi dan memperpanjang umur pakai mesin, serta eksplorasi penggunaan algoritma pembelajaran mesin untuk mengoptimalkan lintasan gerak solder guna meminimalkan waktu siklus dan meningkatkan kualitas hasil penyolderan.

Read online
File size705.12 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test