UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Pendahuluan: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama kematian tertinggi di dunia, termasuk Indonesia. PJK disebabkan adanya penyumbatan arteri koroner yang dapat dipastikan dengan pemeriksaan angiografi koroner untuk menilai derajat stenosisnya. Hipertensi dan dislipidemia merupakan faktor risiko utama pada penderita PJK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hipertensi dan dislipidemia dengan derajat stenosis koroner pada penderita PJK yang menjalani angiografi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari rekam medik. Sampel penelitian adalah 93 penderita PJK yang menjalani angiografi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang dipilih secara purposive sampling. Hasil: Analisis uji hubungan hipertensi dengan derajat stenosis koroner menunjukkan nilai p-value sebesar 0,632 dan analisis uji hubungan dislipidemia dengan derajat stenosis koroner menunjukkan nilai p-value sebesar 0,034. Kesimpulan: Hipertensi tidak berhubungan dengan derajat stenosis koroner dan dislipidemia memiliki hubungan yang signifikan dengan derajat stenosis koroner pada penderita PJK yang menjalani angiografi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara hipertensi dengan derajat stenosis koroner dan terdapat hubungan antara dislipidemia dengan derajat stenosis koroner pada penderita PJK yang menjalani angiografi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam hubungan antara dislipidemia dan derajat stenosis koroner, seperti faktor genetik atau gaya hidup. Kedua, studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara dislipidemia dan derajat stenosis koroner, serta untuk mengevaluasi dampak intervensi terapi dislipidemia terhadap perkembangan penyakit jantung koroner. Ketiga, penelitian yang membandingkan efektivitas berbagai strategi pengobatan pada pasien PJK dengan dislipidemia dan hipertensi, termasuk kombinasi obat-obatan dan modifikasi gaya hidup, dapat memberikan wawasan yang berharga untuk meningkatkan hasil klinis dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang patofisiologi PJK dan membantu mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.

  1. Online Journal of the Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. journal institut ilmu kesehatan bhakti... ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/issue/view/26Online Journal of the Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri journal institut ilmu kesehatan bhakti ojs iik ac index php wiyata issue view 26
Read online
File size258.3 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test