STT ABDIELSTT ABDIEL

Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik GerejaJurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja

Pelayanan pastoral di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berlangsung dalam konteks sosial dan spiritual yang penuh dinamika, yang menuntut pendeta untuk memelihara kehidupan rohani di tengah beban pelayanan yang kompleks. Artikel ini menyelidiki dinamika spiritualitas para pendeta GMIT di Klasis Kupang Barat dalam konteks pelayanan yang kompleks dan menantang. Berdasarkan metode kuantitatif deskriptif dengan dukungan data kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi pemahaman, pengalaman, dan nilai-nilai spiritualitas yang menghidupkan para pendeta. Hasilnya menunjukkan bahwa spiritualitas mereka berakar kuat pada relasi personal dengan Allah, namun tetap mengalami tekanan dan kelelahan spiritual akibat beban pelayanan dan struktur gerejawi. Dengan pendekatan teologis Andrew Root, spiritualitas dipahami sebagai partisipasi relasional dalam kehidupan Allah, bukan sekadar performa institusional. Temuan juga menunjukkan bahwa ibadah keluarga dan nilai-nilai seperti kesetiaan, kerendahan hati, dan relasi yang otentik menjadi sumber kekuatan rohani yang signifikan. Artikel ini mengusulkan perlunya reformasi spiritual menyeluruh, pendampingan keluarga, pembaruan budaya jemaat, serta reformasi struktural gereja untuk menopang pelayanan pastoral yang hidup dan berkelanjutan.

Spiritualitas para pendeta GMIT di Klasis Kupang Barat menunjukkan kekuatan yang bersumber dari relasi personal dengan Allah, namun juga berhadapan dengan tantangan berupa kelelahan, tekanan struktural, dan ekspektasi sosial.Spiritualitas yang menghidupkan mereka tidak hanya lahir dari praktik ritual, melainkan dari nilai-nilai relasional seperti kesetiaan, kerendahan hati, dan kehadiran otentik dalam pelayanan.Dalam teologi Andrew Root, spiritualitas ini dapat dipahami sebagai partisipasi dalam kehidupan Allah yang hadir melalui relasi manusiawi.Sementara gagasan Howard Snyder menyatakan perlunya gereja yang membebaskan dan mendukung relasi kasih itu dalam struktur dan budaya jemaat.Di sisi lain, pengalaman kerapuhan dan kesetiaan para pendeta mencerminkan dinamika kenosis, sebagaimana dijelaskan oleh John of the Cross, dimana pengosongan diri menjadi jalan menuju kesatuan dengan Kristus.Dengan membaca pengalaman ini secara integratif, spiritualitas pendeta GMIT di Klasis Kupang Barat dapat dipahami sebagai spiritualitas relasional, komunal dan kenotik.Ini sebuah bentuk spiritualitas yang tumbuh dari relasi kasih dengan Allah, berakar dalam komunitas gereja, dan dimurnikan melalui kesediaan untuk melayani dalam kelemahan.Karena itu dibutuhkan pembinaan spiritual menyeluruh, pendampingan pastoral keluarga pendeta, penguatan budaya kasih dalam jemaat, serta reformasi struktural yang memungkinkan pelayanan pastoral tetap hidup, otentik, serta berdampak bagi jemaat dan masyarakat.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran untuk penelitian lanjutan:. . 1. Reformasi Spiritual: Perlunya reformasi spiritual menyeluruh dalam GMIT, dengan fokus pada pembinaan spiritualitas para pendeta. Penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi praktik-praktik spiritual yang efektif dalam mendukung ketahanan pastoral, seperti retret, pendampingan rohani, dan pengembangan komunitas doa.. . 2. Pendampingan Keluarga: Keluarga pendeta memainkan peran penting dalam ketahanan spiritual. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana pendampingan keluarga dapat ditingkatkan, baik melalui program-program dukungan keluarga, konseling, maupun pengembangan komunitas keluarga pendeta.. . 3. Pembaruan Budaya Jemaat: Budaya jemaat yang mendukung dan saling peduli dapat menjadi sumber kekuatan bagi para pendeta. Penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana budaya jemaat dapat diubah agar lebih inklusif, empati, dan saling mendukung, serta bagaimana pendeta dapat berperan dalam mendorong perubahan ini.. . 4. Reformasi Struktural: Kelelahan spiritual yang disebabkan oleh tekanan birokratis dan beban administrasi menunjukkan perlunya evaluasi dan reformasi struktural dalam gereja. Penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi sistem-sistem yang perlu direformasi, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan struktur gereja yang lebih fokus pada relasi, pemulihan, dan spiritualitas yang mendalam.. . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan spiritualitas relasional, komunal, dan kenotik yang kuat dalam GMIT, sehingga pelayanan pastoral dapat menjadi lebih hidup, otentik, dan berdampak bagi jemaat dan masyarakat.

  1. Strength in weakness: a mystery of hope | Christian Journal for Global Health. strength weakness mystery... doi.org/10.15566/cjgh.v11i2.336Strength in weakness a mystery of hope Christian Journal for Global Health strength weakness mystery doi 10 15566 cjgh v11i2 336
  2. Humility and Relational Spirituality as Predictors of Well-Being among Christian Seminary Students -... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0091647121988968Humility and Relational Spirituality as Predictors of Well Being among Christian Seminary Students journals sagepub doi 10 1177 0091647121988968
  3. Role-Related Stress and Adversity Impacting Christian Clergy Resilience: A Pan-Canadian Study - Margaret... journals.sagepub.com/doi/10.1177/15423050221133033Role Related Stress and Adversity Impacting Christian Clergy Resilience A Pan Canadian Study Margaret journals sagepub doi 10 1177 15423050221133033
Read online
File size481.97 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test