ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaAcute-on-chronic liver failure (ACLF) merupakan kondisi berat dengan angka kejadian 5,7 kasus per 1.000 orang‑tahun. Pemicu utama ACLF adalah reaktivasi hepatitis B, yang bertanggung jawab atas 40‑60 % kasus. Infeksi ko‑infeksi hepatitis A juga dapat berkontribusi pada terjadinya ACLF. Studi ini menyajikan laporan kasus seorang pasien pria berusia 58 tahun dengan riwayat sirosis terkait hepatitis B virus (HBV) yang datang dengan keluhan kebingungan, disorientasi, peningkatan ikterus, nyeri perut, mual, muntah, hilang nafsu makan, letih, nyeri otot, dan demam. Meskipun menjalani terapi rutin untuk HBV, kondisi pasien memburuk selama 14 hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan ensefalopati hepatik grade 2, ikterus berat, asites, dan edema ekstremitas bawah. Pemeriksaan laboratorium mengungkap peningkatan enzim hati, bilirubin tinggi, albumin rendah, serta hasil positif IgM anti‑HAV dan beban viral HBV yang signifikan. Laporan ini menegaskan bahwa reaktivasi hepatitis B kronis yang disertai ko‑infeksi hepatitis A berperan penting dalam meningkatkan peradangan dan memperburuk kondisi ACLF.
Peradangan yang parah akibat reaktivasi Hepatitis B kronis yang berko‑infeksi dengan Hepatitis A memperburuk perjalanan klinis ACLF.Penanganan ACLF dapat menjadi tantangan klinis, namun tanpa transplantasi hati, prognosisnya diketahui sangat buruk.
Sebagai langkah selanjutnya, penting untuk melakukan studi kohort prospektif guna mengidentifikasi faktor‑faktor prediktif reaktivasi HBV pada pasien yang menghentikan atau tidak mematuhi terapi antiviral di Indonesia, sehingga dapat dikembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif. Selanjutnya, penelitian eksperimental diperlukan untuk mengevaluasi manfaat pemberian vaksinasi hepatitis A secara prophylaktik pada populasi penderita HBV kronis, dengan tujuan menurunkan risiko ko‑infeksi yang dapat memicu ACLF. Selain itu, uji klinis terkontrol acak dapat menilai efek kombinasi terapi antiviral intensif bersamaan dengan agen imunomodulator pada pasien ACLF yang mengalami ko‑infeksi HBV dan HAV, guna menentukan apakah pendekatan ini dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan mengurangi kebutuhan transplantasi hati. Penelitian juga dapat mengevaluasi keakuratan skor CLIF‑C ACLF dibandingkan dengan MELD‑Sodium dalam memprediksi mortalitas pada pasien dengan ko‑infeksi HBV/HAV, sehingga membantu keputusan klinis yang lebih tepat. Selain itu, studi observasional longitudinal dapat mengkaji peran terapi antibiotik spektrum luas yang diberikan secara empiris pada komplikasi infeksi sekunder dalam menurunkan mortalitas ACLF. Akhirnya, penelitian kualitatif yang melibatkan pasien dan tenaga medis dapat menggali hambatan akses terhadap transplantasi hati serta strategi untuk mempercepat rujukan pada kasus kritis.
| File size | 927.8 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UIMUIM 8513) Model tersebut merupakan model terbaik dengan 13 titik knot yang menghasilkan nilai GCV 51. Berdasarkan nilai MAPE tersebut model prediksi dikatakan8513) Model tersebut merupakan model terbaik dengan 13 titik knot yang menghasilkan nilai GCV 51. Berdasarkan nilai MAPE tersebut model prediksi dikatakan
UKRIDAUKRIDA Berdasarkan informasi yang ada, dapat disimpulkan bahwa manajemen nutrisi yang tepat berperan penting dalam pencegahan dan penanganan penyakit ginjal kronis,Berdasarkan informasi yang ada, dapat disimpulkan bahwa manajemen nutrisi yang tepat berperan penting dalam pencegahan dan penanganan penyakit ginjal kronis,
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Di antara variabel independen, motivasi terbukti paling berpengaruh terhadap kepatuhan perawat dalam pengkajian EWS (p = 0,002 < 0,05), diikuti oleh manajemenDi antara variabel independen, motivasi terbukti paling berpengaruh terhadap kepatuhan perawat dalam pengkajian EWS (p = 0,002 < 0,05), diikuti oleh manajemen
UnwahasUnwahas Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit respirasi yang ditandai dengan hambatan aliran udara yang persisten dan berhubungan dengan peningkatanPenyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit respirasi yang ditandai dengan hambatan aliran udara yang persisten dan berhubungan dengan peningkatan
UnwahasUnwahas Studi kasus kontrol dilakukan menggunakan data sekunder dari rekam medis elektronik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi antara JanuariStudi kasus kontrol dilakukan menggunakan data sekunder dari rekam medis elektronik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi antara Januari
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada triwulanPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada triwulan
MALAHAYATIMALAHAYATI Melalui penelitian ini terdapat peningkatan pengetahuan dari pasien-pasien Poli THT-KL RSUD dr H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung mengenai cara menjagaMelalui penelitian ini terdapat peningkatan pengetahuan dari pasien-pasien Poli THT-KL RSUD dr H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung mengenai cara menjaga
MALAHAYATIMALAHAYATI C, usia 12 tahun dengan diagnosis tonsilitis kronik serta aspek risiko internal dan eksternal. Aspek risiko internal meliputi usia anak, pengetahuan pasien,C, usia 12 tahun dengan diagnosis tonsilitis kronik serta aspek risiko internal dan eksternal. Aspek risiko internal meliputi usia anak, pengetahuan pasien,
Useful /
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) dianggap sebagai salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Namun, skenario saat ini mengenai pengelolaan T2DM diDiabetes mellitus tipe 2 (T2DM) dianggap sebagai salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Namun, skenario saat ini mengenai pengelolaan T2DM di
UnwahasUnwahas High-alert medications (HAM) are drugs that require strict monitoring due to their high potential to cause significant harm if used improperly. PatientHigh-alert medications (HAM) are drugs that require strict monitoring due to their high potential to cause significant harm if used improperly. Patient
UnwahasUnwahas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat yang digunakan, seberapa sering obat tidak tepat digunakan, dan bagaimana karakteristik pasien terkaitPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat yang digunakan, seberapa sering obat tidak tepat digunakan, dan bagaimana karakteristik pasien terkait
UnwahasUnwahas Data dianalisis menggunakan aplikasi Lexicomp®. Hasilnya menunjukkan bahwa 56,90% pasien memiliki potensi interaksi obat, dengan 175 kasus potensi interaksiData dianalisis menggunakan aplikasi Lexicomp®. Hasilnya menunjukkan bahwa 56,90% pasien memiliki potensi interaksi obat, dengan 175 kasus potensi interaksi