AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT

Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) manusia adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. TB menyebabkan masalah kesehatan serius bagi sekitar 10 juta orang setiap tahun dan merupakan salah satu penyebab kematian yang paling umum di seluruh dunia. Insidensi TB di Indonesia adalah 354 per 100.000 penduduk, sementara di Timor-Leste insidensinya stagnan pada 498 per 100.000 penduduk. Proses TB aktif dapat ditunjukkan dengan peningkatan leukosit dan LED, sedangkan perbaikan ditunjukkan dengan penurunan LED dan jumlah leukosit normal. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara jumlah leukosit dan laju endap darah (LED) pada pasien TB paru di Rumah Sakit Rujukan Suai, Timor-Leste. Bahan dan Metode: Studi observasional analitik dengan pendekatan potong silang, dilakukan dari April hingga Juni 2023, menggunakan catatan laboratorium medis. Populasi studi terdiri dari pasien TB paru yang menjalani tes laboratorium, dengan total sampel 50 pasien. Data jumlah leukosit diukur menggunakan Analyzer Hematologi otomatis dan LED ditentukan dengan metode Westergren dites normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk, diikuti oleh uji korelasi peringkat Spearman. Hasil: Rata-rata jumlah leukosit adalah 11,15 ± 5,24 /mm³ dan rata-rata LED adalah 63,30 ± 35,71 mm/jam. Uji korelasi antara jumlah leukosit dan LED menunjukkan r = 0,124 (p = 0,392), menunjukkan tidak ada korelasi signifikan. Kesimpulan: Tidak ada korelasi signifikan antara jumlah leukosit dan LED pada pasien TB paru di Rumah Sakit Rujukan Suai, Timor-Leste.

Tidak ada korelasi signifikan antara jumlah leukosit dan laju endap darah (LED) pada pasien TB paru di Rumah Sakit Rujukan Suai, Timor-Leste.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran komorbiditas seperti diabetes atau HIV dalam memengaruhi kadar LED dan jumlah leukosit pada pasien TB. Kedua, studi dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengobatan TB berbeda terhadap parameter hematologis ini, terutama dalam konteks respons imun dan perbaikan klinis. Ketiga, penelitian dapat fokus pada korelasi LED dengan marker peradangan lain seperti C-reactive protein (CRP) untuk memperluas pemahaman tentang dinamika peradangan dalam TB. Saran-saran ini bertujuan untuk mengisi celah penelitian yang ada dan memberikan wawasan baru untuk pengelolaan TB secara lebih efektif.

  1. View of Buku Ajar Mata Kuliah Hematologi. view buku ajar mata kuliah hematologi doi.org/10.21070/2019/978-623-7578-00-0View of Buku Ajar Mata Kuliah Hematologi view buku ajar mata kuliah hematologi doi 10 21070 2019 978 623 7578 00 0
  2. Evaluation of critical value report of laboratory results based on national quality indicators at Bima... doi.org/10.53699/joimedlabs.v5i2.235Evaluation of critical value report of laboratory results based on national quality indicators at Bima doi 10 53699 joimedlabs v5i2 235
  3. Inflammatory Markers as Predictors of Diabetes Mellitus in Patients wi | DMSO. inflammatory markers predictors... doi.org/10.2147/DMSO.S523027Inflammatory Markers as Predictors of Diabetes Mellitus in Patients wi DMSO inflammatory markers predictors doi 10 2147 DMSO S523027
  4. Correlation Of Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) and Lymphocyte Counts in Pulmonary Tuberculosis Patients... journal.umpr.ac.id/index.php/bjmlt/article/view/2722Correlation Of Erythrocyte Sedimentation Rate ESR and Lymphocyte Counts in Pulmonary Tuberculosis Patients journal umpr ac index php bjmlt article view 2722
Read online
File size390.29 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test