UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Peningkatan kasus TB memerlukan peran masyarakat, terutama kader dalam meningkatkan penemuan kasus TB baru. Tujuan penelitian ini untuk mereview dan mensintesis artikel pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader tentang TB paru. Metode: Pencarian artikel menggunakan empat Database Google Scholar, Pubmed, Directory of Open Access Journals (DOAJ) dan Portal Garuda untuk artikel dengan desain quasi eksperimen antara tahun 2018-2019. Format Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) digunakan untuk melihat judul, abstrak, full-text dan metodologi untuk menilai kelayakan artikel. Hasil: penulis menemukan 8 artikel dari 249 jurnal yang masuk kriteria inklusi yang membahas tentang intervensi berbentuk pendidikan kesehatan tentang tuberculosis dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dengan bentuk intervensi yang berbeda. Didapatkan tujuh artikel yang menyatakan ada pengaruh dan satu artikel yang menyatakan tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan. Diskusi dan Kesimpulan: Metode pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan pendidikan. Dalam literature review ini terdapat 4 jenis metode yang digunakan untuk intervensi yaitu ceramah, pendidikan kesehatan interaktif, permainan dan aplikasi. Pendidikan kesehatan dilakukan secara berkesinambungan sehingga pengetahuan yang mempengaruhi perilaku dan sikap kader kesehatan dapat selalu terukur.

Berdasarkan literature review didapatkan bahwa pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan kader kesehatan (Prasetyorini et al.(2019) dengan hasil secara statistik tidak ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi.Dari 8 artikel 7 yang mendapatkan hasil bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang penyakit TB.Peningkatan aspek pengetahuan sangat penting dan menjadi salah satu tujuan dalam pendidikan kesehatan berdasarkan hasil dari berbagai penelitian yang telah dilakukan.Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi melalui pengindraan terhadap suatu objek tertentu.Pengindraan terjadi melalui pancaindra indra penglihatan, telinga.Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2012).

Untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang TB, penting dilakukan pendidikan kesehatan secara berkesinambungan. Pendidikan kesehatan dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti ceramah, pendidikan kesehatan interaktif, permainan, dan aplikasi. Dengan demikian, pengetahuan yang mempengaruhi perilaku dan sikap kader kesehatan dapat selalu terukur. Selain itu, pendidikan kesehatan juga dapat membantu kader dalam deteksi dini dan pengendalian TB di masyarakat. Dengan bekal pengetahuan yang baik, kader dapat lebih percaya diri dalam mendeteksi kasus TB baru dan mencegah putus obat. Peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang TB juga dapat menurunkan kejadian TB baru dan putus obat di masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan pendidikan kesehatan terhadap kader kesehatan dapat dimasukkan sebagai program rutin dan berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang TB.

  1. Efektivitas penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pencegahan pneumonia... ejournal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/an/article/view/92Efektivitas penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pencegahan pneumonia ejournal poltekkesaceh ac index php an article view 92
Read online
File size352.93 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test