AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT
Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)Diabetes mellitus (DM) is a major contributor to kidney failure worldwide. Glycated haemoglobin (HbA1c) is widely recognised as a marker for glycemic regulation, yet its association with renal function decline is not fully clarified. This study investigates the association between HbA1c levels and renal function indicators, namely creatinine, urea, and microalbumin, in individuals with DM. A cross-sectional approach was utilised, analysing retrospective data collected from the medical records of DM patients participating in the Prolanis program in Bondowoso Regency during 2024. Correlation tests and linear regression were used to determine the relationship between HbA1c and the selected renal parameters, with a statistical significance threshold of p < 0.05. Most patients exhibited HbA1c levels and renal parameters within normal limits. Nonetheless, a statistically significant positive correlation was identified between elevated HbA1c levels and increased concentrations of creatinine (p = 0.020), urea (p = 0.01), and microalbumin (p = 0.01). Higher HbA1c levels are associated with deteriorating kidney function among DM patients. However, HbA1c should not be solely relied upon as a standalone marker for renal impairment. Further investigations are necessary to elucidate the biological pathways involved and to evaluate the potential of HbA1c control in mitigating kidney disease progression.
The study identified significant associations between elevated HbA1c levels and increased concentrations of creatinine, urea, and microalbumin among patients with diabetes mellitus.HbA1c should not be interpreted as a standalone predictor of renal dysfunction, but its clinical utility is strengthened when interpreted in combination with renal biomarkers.Integrating HbA1c monitoring with routine renal function testing at the primary care level may enhance risk stratification and facilitate timely interventions to preserve renal function.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi hubungan kausal antara kontrol glikemik dan biomarker fungsi ginjal melalui studi longitudinal atau prospektif. Studi ini harus mempertimbangkan faktor-faktor perancu seperti durasi diabetes, komorbiditas, dan riwayat pengobatan pasien untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi peran biomarker baru, seperti rasio albumin-kreatinin urin, dalam memprediksi perkembangan penyakit ginjal pada pasien diabetes. Investigasi lebih lanjut juga diperlukan untuk mengidentifikasi jalur biologis yang mendasari hubungan antara HbA1c dan disfungsi ginjal, yang berpotensi membuka jalan bagi strategi terapeutik yang ditargetkan. Terakhir, studi intervensi yang mengevaluasi dampak kontrol HbA1c yang ketat terhadap hasil ginjal akan sangat berharga untuk menginformasikan pedoman klinis dan meningkatkan perawatan pasien.
- Assessment of Serum Urea and Creatinine Levels in Diabetic Patients | BioScientific Review. assessment... journals.umt.edu.pk/index.php/BSR/article/view/2671Assessment of Serum Urea and Creatinine Levels in Diabetic Patients BioScientific Review assessment journals umt edu pk index php BSR article view 2671
- The relationship of HbA1c levels with creatinin levels in diabetes mellitus type 2 patients | PUINOVAKESMAS.... doi.org/10.29238/puinova.v1i2.980The relationship of HbA1c levels with creatinin levels in diabetes mellitus type 2 patients PUINOVAKESMAS doi 10 29238 puinova v1i2 980
- Non-albuminuric Diabetic Kidney Disease Phenotype: Beyond Albuminuria – touchENDOCRINOLOGY. non... sso.touchmedicalmedia.com/ssocheck.php?url=touchendocrinology.com/diabetes/journal-articles/non-albuminuric-diabetic-kidney-disease-phenotype-beyond-albuminuria/&ssoLoggedIn=Non albuminuric Diabetic Kidney Disease Phenotype Beyond Albuminuria Ae touchENDOCRINOLOGY non sso touchmedicalmedia ssocheck php url touchendocrinology diabetes journal articles non albuminuric diabetic kidney disease phenotype beyond albuminuria ssoLoggedIn
| File size | 349.35 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUKALTIMUNUKALTIM Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan observasi cross sectional. Sampel penelitian menggunakan data primer berupa kuesioner yang dibagikanMetode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan observasi cross sectional. Sampel penelitian menggunakan data primer berupa kuesioner yang dibagikan
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil: Berdasarkan hasil penelitian pada pemeriksaan segera (0 jam) didapatkan rata-rata jumlah koloni sebesar 3,78 x 102 CFU/mL, setelah dilakukan penyimpananHasil: Berdasarkan hasil penelitian pada pemeriksaan segera (0 jam) didapatkan rata-rata jumlah koloni sebesar 3,78 x 102 CFU/mL, setelah dilakukan penyimpanan
POLANKAPOLANKA Hasil penelitian diperoleh rata-rata angka kelengkapan pengisian berdasarkan review identitas 100%, review catatan yang penting 46,8%, review autentifikasiHasil penelitian diperoleh rata-rata angka kelengkapan pengisian berdasarkan review identitas 100%, review catatan yang penting 46,8%, review autentifikasi
STIKESEUBSTIKESEUB Pengetahuan yang baik tentang pemberian makan balita berkontribusi pada status gizi yang baik pada balita. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkanPengetahuan yang baik tentang pemberian makan balita berkontribusi pada status gizi yang baik pada balita. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan
UMSUMS Selain itu, kombinasi NMT dengan intervensi non-farmakologis seperti Relaksasi Otot Progresif (PMR) dan latihan kaki juga dapat mengurangi pembengkakanSelain itu, kombinasi NMT dengan intervensi non-farmakologis seperti Relaksasi Otot Progresif (PMR) dan latihan kaki juga dapat mengurangi pembengkakan
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis kuantitatif (inferensi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden, 18 orang (36,0%) memilikiData kuantitatif dianalisis menggunakan analisis kuantitatif (inferensi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden, 18 orang (36,0%) memiliki
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan responden yang mayoritas berada pada jenjang pendidikan menengah atas, serta lama menderita diabetes melitusHal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan responden yang mayoritas berada pada jenjang pendidikan menengah atas, serta lama menderita diabetes melitus
UHBUHB Temuan dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa penggunaan metode fuzzy dalam diagnosis dan prediksi diabetes telah menghasilkan kemajuan yang signifikan,Temuan dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa penggunaan metode fuzzy dalam diagnosis dan prediksi diabetes telah menghasilkan kemajuan yang signifikan,
Useful /
UNUKALTIMUNUKALTIM Lokasi pengambilan sampel terdiri pada 6 status pengamatan yang di antara nya 3 statius pada lokasi settling pond PT. Hengjaya Mineralindo dan 3 statusLokasi pengambilan sampel terdiri pada 6 status pengamatan yang di antara nya 3 statius pada lokasi settling pond PT. Hengjaya Mineralindo dan 3 status
STP IPISTP IPI Program ini mencakup kegiatan rohani yang bertujuan memperdalam hubungan pribadi dengan Tuhan, memperkuat iman, serta merefleksikan hidup dan pelayanan.Program ini mencakup kegiatan rohani yang bertujuan memperdalam hubungan pribadi dengan Tuhan, memperkuat iman, serta merefleksikan hidup dan pelayanan.
AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara jumlah leukosit dan laju endap darah (LED) pada pasien TB paru di Rumah Sakit Rujukan Suai,Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara jumlah leukosit dan laju endap darah (LED) pada pasien TB paru di Rumah Sakit Rujukan Suai,
UNUKALTIMUNUKALTIM Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar flavonoid total dari ekstrak etanol 70% dan fraksi etil asetat daun jeruk purut (Citrus hystrix DC). EkstraksiPenelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar flavonoid total dari ekstrak etanol 70% dan fraksi etil asetat daun jeruk purut (Citrus hystrix DC). Ekstraksi