IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL

International Journal of Community Service (IJCS)International Journal of Community Service (IJCS)

Penelitian kualitatif ini mengkaji penerapan Inquiry-Based Learning (IBL) melalui situs makam kuno dan situs bersejarah era Sultan Barumun untuk meningkatkan kemampuan berpikir historis siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Barumun. Sebanyak 50 siswa, tiga guru sejarah, empat pemandu komunitas, dan dua administrator sekolah terlibat dalam delapan sesi observasi terstruktur, wawancara semi‑terstruktur, diskusi kelompok fokus, analisis dokumen, jurnal belajar siswa, serta kunjungan lapangan selama empat bulan. Analisis tematik dengan prosedur open dan axial coding menunjukkan peningkatan signifikan pada enam dimensi kemampuan berpikir historis, yaitu analisis sumber, kontekstualisasi historis, penalaran sebab‑akibat dan kronologis, argumentasi berbasis bukti, pengenalan perspektif, serta sintesis dan konseptualisasi. Tema utama yang muncul meliputi keterlibatan kritis, pemahaman historis yang mendalam, partisipasi aktif, keterhubungan emosional dengan warisan, dinamika pembelajaran kolaboratif, serta tantangan implementasi. Hasil menunjukkan bahwa IBL berbasis situs bersejarah secara efektif mengembangkan kemampuan berpikir historis siswa sekaligus memperkuat ikatan emosional dengan warisan Islam lokal dan identitas regional.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Inquiry-Based Learning pada situs makam dan situs bersejarah era Sultan Barumun secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir historis siswa MAN Barumun pada enam dimensi utama.Selain peningkatan kognitif, siswa juga mengembangkan ikatan emosional dengan warisan Islam daerah serta rasa bangga terhadap identitas regional.Namun, keberhasilan implementasi masih membutuhkan dukungan institusional yang memadai untuk mengatasi kendala pengetahuan awal siswa, keterbatasan akses situs, waktu, dan penilaian yang kompleks.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan situs warisan virtual sebagai alternatif IBL ketika akses fisik terbatas, dengan membandingkan hasil belajar dan keterlibatan siswa antara lingkungan virtual dan situs nyata. Selanjutnya, studi longitudinal diperlukan untuk menilai retensi jangka panjang kemampuan berpikir historis setelah intervensi IBL berbasis warisan, serta faktor‑faktor yang memengaruhi keberlanjutan perkembangan keterampilan tersebut selama beberapa tahun pendidikan. Terakhir, pengembangan dan validasi rubrik penilaian khusus untuk mengukur kemampuan sintesis dan konseptualisasi dalam konteks pembelajaran berbasis situs warisan dapat membantu guru mengatasi tantangan penilaian dan mendukung pembelajaran tingkat tinggi secara lebih sistematis.

  1. Inquiry-based Ethnoecological Conservation Approach to Improve Students' Critical Thinking Skills... doi.org/10.33394/ijete.v1i2.11240Inquiry based Ethnoecological Conservation Approach to Improve Students Critical Thinking Skills doi 10 33394 ijete v1i2 11240
  2. Museums University as Catalysts for Islamic Cultural Heritage Preservation and Learning Laboratories... journal.uinjkt.ac.id/insaniyat/article/view/41518Museums University as Catalysts for Islamic Cultural Heritage Preservation and Learning Laboratories journal uinjkt ac insaniyat article view 41518
Read online
File size923.12 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test