UIBUIB

Journal of Nutrition Research in Sustainable HealthJournal of Nutrition Research in Sustainable Health

Latar Belakang: Berat badan lahir rendah (BBLR) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, berkontribusi pada peningkatan morbiditas dan mortalitas neonatal. Status nutrisi ibu dan kenaikan berat badan selama kehamilan merupakan penentu utama pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kenaikan berat badan ibu selama trimester ketiga dan kejadian berat badan lahir rendah pada ibu hamil di Solok, Sumatera Barat. Metode: Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain kontrol kasus retrospektif. Penelitian ini melibatkan 78 responden yang terdiri dari 26 ibu yang melahirkan bayi BBLR (<2500 g) dan 52 ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan normal (≥2500 g). Data tentang kenaikan berat badan ibu dikumpulkan dari catatan kesehatan ibu dan anak (KIA) dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Signifikansi statistik ditetapkan pada p < 0,05. Hasil: Median kenaikan berat badan ibu selama trimester ketiga adalah 4 kg (rentang: 3–6 kg) pada kelompok kasus dan 7 kg (rentang: 4–11 kg) pada kelompok kontrol. Korelasi positif yang signifikan ditemukan antara kenaikan berat badan ibu dan berat badan bayi pada kedua kelompok kasus (r = 0,625; p = 0,001) dan kelompok kontrol (r = 0,325; p = 0,019). Temuan ini menunjukkan bahwa kenaikan berat badan ibu yang lebih besar selama trimester ketiga berhubungan dengan berat badan bayi yang lebih tinggi. Kesimpulan: Kenaikan berat badan ibu selama trimester ketiga memainkan peran penting dalam menentukan berat badan bayi. Kenaikan berat badan gestasional yang memadai mencerminkan asupan nutrisi ibu yang cukup, yang mendukung pertumbuhan janin yang optimal dan mengurangi risiko BBLR. Penguatan program nutrisi ibu dan pemantauan antenatal secara teratur merupakan strategi penting untuk meningkatkan hasil kehamilan dan menurunkan kejadian BBLR.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kenaikan berat badan ibu selama trimester ketiga dan berat badan bayi di antara ibu hamil di Solok, Sumatera Barat.Ibu yang mengalami kenaikan berat badan tidak memadai selama trimester ketiga lebih mungkin melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan mereka yang mencapai kenaikan berat badan gestasional yang memadai.Temuan ini menggarisbawahi peran penting nutrisi ibu dan pemantauan berat badan selama kehamilan dalam meningkatkan hasil kehamilan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan ibu yang tidak memadai selama trimester ketiga di wilayah Solok, termasuk faktor sosioekonomi, budaya, dan akses terhadap layanan kesehatan. Kedua, studi intervensi yang dirancang untuk meningkatkan praktik nutrisi ibu dan pemantauan berat badan selama kehamilan perlu diimplementasikan dan dievaluasi untuk menentukan efektivitasnya dalam mengurangi kejadian BBLR. Ketiga, penelitian prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan untuk menyelidiki hubungan antara pola kenaikan berat badan ibu yang berbeda selama kehamilan dan hasil perkembangan jangka panjang pada anak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan lahir bayi dan membantu dalam pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah BBLR di Indonesia.

Read online
File size250.38 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test