UMNUMN

Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAmaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Bimbingan dan Konseling merupakan bagian edukasi bagi seorang guru untuk dapat membentuk karakter peserta didik agar dapat memiliki kepribadian yang bisa mengentaskan masalah dalam proses pembelajarannya secara individu. Pada masa sekarang bukan hanya guru yang memiliki jurusan bimbingan dan konseling saja yang boleh melakukan proses pengentasan masalah peserta didik, melainkan guru bidang studi serta wali kelas wajib dapat melakukan proses bimbingan secara umum di dalam kelas, maka dari itu penting bagi seorang guru untuk dapat memahami bimbingan dan konseling secara umum sebagai bentuk dalam memberikan motivasi atau pengentasan masalah bagi peserta didik ketika mereka mengalami kesulitan pada saat belajar baik di kelas, sekolah maupun di rumah. Madrasah tempat melaksanakan pengabdian merupakan salah satu perlu dilakukan pendampingan mengenai bimbingan dan konseling bagi para guru-guru sebagai edukasi pengentasan masalah untuk peserta didik dalam proses pembelajarannya. Metode yang digunakan mulai dari proses pengurusan surat izin, sosialisasi, persiapan dan pelaksanaan/kegiatan, presentasi hasil dan evaluasi akhir. Hasil pengabdian yang dilaksanakan pada Madrasah ini terdapat peningkatan pemahaman akan bimbingan dan konseling bagi guru-guru mulai dari pretest sebelum diberikan materi dengan sesudah diberikan materi.

Pengabdian ini berhasil memberikan pemahaman kepada guru tentang bimbingan dan konseling melalui koordinasi dengan tim pengabdi, sosialisasi program kemitraan, dan pelaksanaan kegiatan yang mencakup pretest serta posttest.Kegiatan yang melibatkan guru secara aktif, termasuk presentasi materi, diskusi, dan evaluasi dengan angket, terbukti meningkatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan mereka dalam mengatasi masalah peserta didik.Analisis data menggunakan aplikasi SPSS menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan bimbingan dan konseling sebagai upaya pengentasan masalah peserta didik selama proses pembelajaran.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi mobile berbasis kecerdasan buatan, dapat meningkatkan efektivitas bimbingan dan konseling bagi guru di sekolah menengah, dengan menguji dampaknya terhadap kemampuan guru dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah belajar siswa (pertanyaan penelitian: sejauh mana aplikasi digital dapat meningkatkan kompetensi guru dalam bimbingan dan konseling?). Selanjutnya, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang program pendampingan bimbingan dan konseling terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis peserta didik, sehingga dapat mengukur kontribusi program terhadap hasil belajar dan kesehatan mental siswa (pertanyaan penelitian: apa hubungan antara partisipasi dalam program bimbingan dan konseling dengan perubahan prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis siswa selama tiga tahun?). Terakhir, penelitian kualitatif dapat menggali persepsi dan pengalaman guru serta wali kelas dalam mengintegrasikan bimbingan dan konseling ke dalam kurikulum harian, untuk mengidentifikasi hambatan struktural dan budaya yang mempengaruhi implementasi program (pertanyaan penelitian: faktor apa saja yang menjadi penghalang atau pendorong bagi guru dalam mengimplementasikan bimbingan dan konseling secara rutin dalam kegiatan belajar mengajar?).

Read online
File size542.05 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test