UNIRA MALANGUNIRA MALANG

Journal of Governance InnovationJournal of Governance Innovation

Kota Surabaya sebagai kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia telah menerapkan e-Government dalam mendukung digitalisasi pemerintahan. Salah satu perwujudannya adalah Identitas Kependudukan Digital (IKD), yang secara resmi peraturan mengenai IKD ini termaktub dalam Permendagri Republik Indonesia No 72 Tahun 2022. Aksi percepatan aktivasi IKD di Surabaya terus digencarkan dengan alasan ketersediaan blanko KTP yang semakin menipis, kesiapan digitalisasi pelayanan yang harus ditingkatkan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan kegunaan IKD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi Disdukcapil dalam percepatan aktivasi IKD di Kota Surabaya dan kendala dalam percepatan aktivasi IKD saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menyajikan data berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dilakukan oleh disdukcapil dalam mendorong percepatan aktivasi IKD di masyarakat sudah sangat baik karena pelayanan yang diberikan tidak hanya dilaksanakan di dalam kantor saja akan tetapi juga terdapat metode jemput bola yang dinilai lebih efektif untuk menarik minat masyarakat dalam aktivasi IKD. Untuk kedepannya, fungsi dan fitur IKD harus diperluas supaya meningkatkan kepraktisan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih efisien di dalam bidang kepengurusannya masing-masing.

Strategi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya dalam mempercepat aktivasi IKD dinilai baik, terutama melalui metode jemput bola yang efektif menarik minat masyarakat.Namun, implementasi strategi ini menghadapi kendala seperti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai IKD, minimnya akses teknologi, dan kekhawatiran terkait keamanan data.Untuk mengoptimalkan aktivasi IKD, diperlukan perluasan fungsi dan fitur IKD, serta peningkatan sosialisasi dan integrasi dengan layanan dasar lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai dampak sosialisasi IKD terhadap peningkatan kesadaran dan minat masyarakat, dengan membandingkan efektivitas berbagai metode sosialisasi yang digunakan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan fitur IKD yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, misalnya integrasi dengan layanan perbankan, kesehatan, atau pendidikan. Ketiga, penting untuk mengkaji lebih lanjut mengenai aspek keamanan data dalam IKD, termasuk potensi risiko kebocoran data dan strategi mitigasinya, serta menguji tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem keamanan IKD. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas implementasi IKD dan mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik di Kota Surabaya.

  1. "Introducing e-Gov: History, Definitions, and Issues" by Åke Grönlund and Thomas... aisel.aisnet.org/cais/vol15/iss1/39Introducing e Gov History Definitions and Issues by yIke Grynlund and Thomas aisel aisnet cais vol15 iss1 39
  2. DOI Name 10.14710 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc cbiore email admin... doi.org/10.14710DOI Name 10 14710 Values name values index type timestamp data serv crossref desc cbiore email admin doi 10 14710
Read online
File size1.57 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test