YANAYANA

Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan SainsAlgebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains

Penelitian ini membuktikan adanya hubungan antara matematika dan budaya, serta menemukan adanya cara lain untuk menghitung aritmetika dan operasinya yang berbeda dari cara yang diajarkan di sekolah. Penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat untuk mengubah pandangan masyarakat bahwa matematika tidak memiliki pengaruh sama sekali terhadap budaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah 5 penjual. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh masyarakat Mandailing Kota Medan dan cara menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, serta pembagian yang dilakukan oleh penjual dan pembeli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses jual beli yang dilakukan masyarakat menggunakan beberapa metode, yaitu cara mereka menentukan harga jual, cara menghitung penjumlahan, cara pembayaran dilakukan oleh pembeli, cara penjual memberikan kembalian kepada pembeli, cara penjual memberikan sisa pembayaran jika tidak memiliki kembalian, dan cara pembulatan. Budaya dan bahasa yang digunakan di sekitar pasar tradisional adalah bahasa Indonesia non-standar atau bahasa sehari-hari. Namun, ketika penjual dan pembeli yang memiliki etnis yang sama, seperti Mandailing, mereka akan menggunakan bahasa Mandailing dalam interaksi mereka. Demikian pula, interaksi antara penjual dan penjual lainnya.

Penelitian ini mengidentifikasi praktik etnomatematika dalam transaksi jual beli masyarakat Mandailing di pasar tradisional Medan, menemukan bahwa metode penetapan harga jual, penghitungan total, dan pemberian kembalian sering kali melibatkan pembulatan atau perhitungan item per item.Proses transaksi ini menunjukkan penggunaan operasi aritmetika dasar yang berbeda dari metode sekolah, dengan penyesuaian harga berdasarkan pasar dan tawar-menawar, serta penggantian kembalian dengan barang.Selain itu, interaksi di pasar mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia non-standar atau bahasa Mandailing saat berkomunikasi antar etnis yang sama, menunjukkan integrasi budaya dalam praktik matematis sehari-hari.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam potensi pengintegrasian praktik etnomatematika masyarakat Mandailing dalam transaksi jual beli ke dalam kurikulum pendidikan matematika formal. Penting untuk diselidiki bagaimana konsep-konsep matematis seperti pembulatan, perhitungan bertahap, dan pengelolaan kembalian, yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal, dapat diadaptasi menjadi materi ajar yang relevan dan menarik bagi siswa, khususnya di wilayah dengan latar belakang budaya serupa. Hal ini bukan hanya berpotensi meningkatkan pemahaman siswa terhadap matematika dengan konteks yang nyata, tetapi juga dapat menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya mereka sendiri. Selain itu, penelitian di masa depan bisa memperluas cakupan dengan melakukan studi komparatif. Akan sangat menarik untuk membandingkan praktik etnomatematika dalam transaksi jual beli di pasar tradisional dari kelompok etnis atau komunitas lain, baik di Medan maupun di daerah berbeda, guna mengidentifikasi persamaan atau perbedaan dalam strategi matematis mereka dan bagaimana budaya memengaruhi cara mereka berhitung. Pemahaman ini dapat memperkaya perspektif tentang universalitas dan kekhasan matematika dalam berbagai konteks budaya. Terakhir, aspek penting lainnya adalah meneliti persepsi pedagang terhadap matematika, khususnya korelasi antara tingkat pendidikan formal mereka dengan preferensi atau kemampuan mereka dalam menggunakan metode matematis yang diajarkan di sekolah versus metode tradisional yang sudah mapan dalam praktik jual beli sehari-hari. Apakah tingkat pendidikan memengaruhi cara mereka melakukan perhitungan atau hanya memperkaya pilihan metode yang tersedia? Penemuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga untuk pengembangan strategi pendidikan matematika yang lebih inklusif dan responsif terhadap keberagaman budaya.

Read online
File size218.63 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test