AKPERAKPER
Jurnal Wacana KesehatanJurnal Wacana KesehatanStunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Pencegahan stunting sejak remaja sangat penting mengingat peran mereka sebagai calon ibu. Upaya mencegah stunting pada remaja dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan. Perkembangan teknologi digital sangat memengaruhi dunia pendidikan, khususnya dalam penyediaan sarana pembelajaran. Berbagai materi, peralatan, dan metode dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar serta memperlancar komunikasi edukatif antara pengajar dan siswa. Salah satu bentuk sarana pembelajaran yang sangat penting adalah video. Pemanfaatan video dalam proses belajar mengajar sangat efisien untuk menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti. Penelitian bertujuan adakah pengaruh pemberian promosi kesehatan menggunakan video animasi tentang pencegahan stunting terhadap pengetahuan siswi di SMPN 22 Pesawaran. Desain Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. sampel dipilih dengan teknik random sampling berjumlah 66 siswi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner selama 3 hari yaitu hari pertama pengukuran pengetahuan sebelum, hari kedua pelaksanaan promosi, dan hari ketiga pengukuran pengetahuan setelah edukasi. Selanjutnya data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan sebelum 7,5% pengetahuan baik, 34,8% pengetahuan cukup, dan 57,5% pengetahuan kurang. Setelah diberikan promosi kesehatan dari 66 responden 93,3% pengetahuan baik, dan 6,7% pengetahuan cukup. Terjadi peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan promosi kesehatan menggunakan video animasi dengan nilai p-value = 0,002 (< 0,005) yang berati Ha diterima. Sebelum intervensi, sebagian besar siswi memiliki pengetahuan kurang 57,5%, dan setelah intervensi meningkat menjadi 93,3% pengetahuan baik. Kesimpulan promosi kesehatan menggunakan media video animasi efektif meningkatkan pengetahuan siswi tentang pencegahan stunting.
Promosi kesehatan menggunakan media video animasi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswi mengenai pencegahan stunting.Pengetahuan siswi sebelum diberikan edukasi 57,5% sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan pengetahuan menjadi 93,3%, dengan nilai p value 0.Sekolah dapat mengintegrasikan video animasi sebagai media edukasi dalam program UKS, mata pelajaran IPA/Biologi, dan kegiatan promosi kesehatan lainnya.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang dari pendidikan melalui video animasi terhadap perubahan perilaku mencegah stunting di kalangan remaja. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara video animasi dengan media edukasi lain seperti leaflet atau seminar untuk mengevaluasi efektivitas berbagai pendekatan. Penelitian juga bisa fokus pada integrasi teknologi digital dalam program sekolah untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswi dalam edukasi kesehatan. Dengan memperluas penelitian ke daerah dengan tingkat stunting lebih tinggi, hasil ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang strategi pencegahan stunting yang berkelanjutan. Selain itu, pengembangan konten video animasi yang disesuaikan dengan budaya lokal dapat meningkatkan relevansi dan efektivitas materi edukasi. Akhirnya, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran guru dan orang tua dalam memperkuat pesan edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media video animasi.
- Indonesian Journal for Health Sciences. pengaruh edukasi gizi seimbang pengetahuan remaja darurat covid... journal.umpo.ac.id/index.php/IJHS/article/view/4189Indonesian Journal for Health Sciences pengaruh edukasi gizi seimbang pengetahuan remaja darurat covid journal umpo ac index php IJHS article view 4189
- DOI Name 10.54783 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 23z crossref email support... doi.org/10.54783DOI Name 10 54783 Values doi name values index type timestamp data hs serv 23z crossref email support doi 10 54783
| File size | 387.98 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
AKPERAKPER Salah satu masalah Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) adalah HIV. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat mengalami cemas dan tekananSalah satu masalah Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) adalah HIV. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat mengalami cemas dan tekanan
AKPERAKPER Dua penelaah independen melakukan seleksi artikel dan penilaian risiko bias. Hasil menunjukkan bahwa intervensi multikomponen berbasis sekolah dan keluargaDua penelaah independen melakukan seleksi artikel dan penilaian risiko bias. Hasil menunjukkan bahwa intervensi multikomponen berbasis sekolah dan keluarga
AKPERAKPER Insomnia adalah gangguan tidur yang sering terjadi dan bisa mengurangi kualitas hidup. Insomnia dapat ditangani dengan metode farmakologis maupun nonfarmakologis,Insomnia adalah gangguan tidur yang sering terjadi dan bisa mengurangi kualitas hidup. Insomnia dapat ditangani dengan metode farmakologis maupun nonfarmakologis,
STIKESNHSTIKESNH Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien ADHF yang dirawat di ruang ICCU RSUD Kanjuruhan Malang, dengan pengukuran menggunakan EdmontonMetode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien ADHF yang dirawat di ruang ICCU RSUD Kanjuruhan Malang, dengan pengukuran menggunakan Edmonton
STIKESNHSTIKESNH Berdasarkan hasil penelitian, pemberian intervensi Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) selama tiga hari berturut-turut efektif dalam meningkatkanBerdasarkan hasil penelitian, pemberian intervensi Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) selama tiga hari berturut-turut efektif dalam meningkatkan
HELVETIAHELVETIA Untuk mengukur justifikasi penggunaan antibiotik dan mencegah resistensi, sangat penting untuk menilai penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia. StrategiUntuk mengukur justifikasi penggunaan antibiotik dan mencegah resistensi, sangat penting untuk menilai penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia. Strategi
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada anak bronkopneumonia dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif dipenelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada anak bronkopneumonia dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif di
PUSKOMCERIAPUSKOMCERIA Masalah atelektasis pada anak cerebral palsy tipe spasmodik hipotonik dengan fleksi quadriplegi meliputi kejang otot pernapasan, sesak napas, penurunanMasalah atelektasis pada anak cerebral palsy tipe spasmodik hipotonik dengan fleksi quadriplegi meliputi kejang otot pernapasan, sesak napas, penurunan
Useful /
GOLDENRATIOGOLDENRATIO Temuan ini menunjukkan bahwa di layanan transportasi umum seperti PT Kereta Api Indonesia Divre II Sumatera Barat, pelanggan belum merasakan inovasi secaraTemuan ini menunjukkan bahwa di layanan transportasi umum seperti PT Kereta Api Indonesia Divre II Sumatera Barat, pelanggan belum merasakan inovasi secara
GOLDENRATIOGOLDENRATIO Hasil menunjukkan bahwa Instagram Feed dan Instagram Stories secara signifikan positif memengaruhi keputusan pembelian, sementara Instagram Reels dan LiveHasil menunjukkan bahwa Instagram Feed dan Instagram Stories secara signifikan positif memengaruhi keputusan pembelian, sementara Instagram Reels dan Live
UNAIUNAI Penerapan Brain Gym sebagai pemanasan kelas merupakan strategi efektif untuk meminimalkan kesalahan awal dalam pembelajaran musik yang memerlukan keterampilanPenerapan Brain Gym sebagai pemanasan kelas merupakan strategi efektif untuk meminimalkan kesalahan awal dalam pembelajaran musik yang memerlukan keterampilan
PKTJPKTJ Data diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap 513 unit bus angkutan umum, yang mencakup uji kesesuaian dokumen, pemeriksaan komponen teknis kendaraan,Data diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap 513 unit bus angkutan umum, yang mencakup uji kesesuaian dokumen, pemeriksaan komponen teknis kendaraan,