IAIN LANGSAIAIN LANGSA

Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-UndanganAl-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi spiritual pasangan mualaf dalam membangun keluarga harmonis dengan menggunakan perspektif M. Quraish Shihab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi terhadap lima pasangan mualaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi spiritual mualaf ditandai oleh meningkatnya pemahaman keagamaan, komitmen dalam mengamalkan ajaran Islam, serta perubahan perilaku dalam kehidupan rumah tangga mereka. Tantangan utama yang mereka hadapi meliputi penolakan keluarga, keterbatasan bimbingan agama pasca-konversi, dan kesulitan dalam beradaptasi secara sosial di lingkungan mayoritas non-Muslim. Meskipun demikian, pasangan mualaf berupaya membangun keluarga harmonis melalui komunikasi yang baik, kerja sama ekonomi, dan penguatan iman. Prinsip kasih sayang (mawaddah), ketenangan (sakinah), dan rahmat (rahmah) sebagaimana dijelaskan oleh Quraish Shihab terbukti relevan sebagai landasan dalam membangun keluarga harmonis. Temuan ini menekankan pentingnya bimbingan agama yang berkelanjutan dan dukungan sosial bagi para mualaf agar nilai-nilai Islam dapat sepenuhnya terinternalisasi dalam kehidupan keluarga.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesuksesan mualaf dalam membangun keluarga sakinah sangat dipengaruhi oleh kualitas spiritualitas yang terbentuk setelah memeluk Islam.Proses ini melibatkan penguatan iman, pemahaman nilai-nilai Al-Quran, dan penerapan prinsip kasih sayang, kesetaraan, dan tanggung jawab dalam rumah tangga.Quraish Shihab dalam buku Pengantin Al-Quran memberikan dasar teologis dan moral yang kuat bagi mualaf, bahwa rumah tangga sakinah dibangun tidak hanya dari ikatan fisik, tetapi juga dari kesadaran batin yang kuat akan ajaran agama.Penelitian ini mengonfirmasi bahwa prinsip sakinah, mawaddah, dan rahmah, sebagaimana dilihat oleh M.Quraish Shihab, relevan dalam mengatasi tantangan khusus yang dihadapi mualaf di Jembrana, Bali.Temuan lapangan menunjukkan bahwa kualitas spiritual pasangan mualaf tercermin dalam tiga indikator utama.(1) peningkatan pemahaman dan praktik keagamaan yang memberikan ketenangan (sakinah), (2) penerapan kasih sayang antaragama untuk menjaga hubungan dengan keluarga dan kerabat non-Muslim (mawaddah), dan (3) kepedulian sosial yang memperluas penerimaan di lingkungan mayoritas Hindu (rahmah).

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa rekomendasi dapat diikuti. Pertama, institusi keagamaan seperti Kantor Urusan Agama (KUA) dan pusat pengembangan mualaf perlu menyediakan konseling berkelanjutan pasca-pernikahan agar mualaf tidak hanya memahami Islam secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Kedua, komunitas Muslim lokal harus menciptakan ruang sosial yang inklusif dan ramah bagi mualaf, sehingga mereka merasa diterima dan didukung dalam proses adaptasi. Ketiga, pemerintah daerah dan institusi dakwah Islam dapat merancang program pemberdayaan ekonomi untuk keluarga mualaf sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat keharmonisan rumah tangga, mengingat faktor ekonomi telah terbukti menjadi pilar kunci dalam menjaga stabilitas keluarga.

Read online
File size347.29 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test