IAIN LANGSAIAIN LANGSA
Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-UndanganAl-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-UndanganKonsep perwalian hakim dalam pernikahan merupakan isu penting dalam hukum keluarga Islam yang menyoroti perbedaan mendasar antara mazhab Syāfiʿī di Indonesia dan mazhab Jaʿfarī di Iran. Perbedaan ini tidak hanya bersifat yuridis, tetapi juga terkait erat dengan tujuan pernikahan (maqāṣid al-nikāḥ), yakni menjaga agama (hifz al-dīn), keturunan (hifz al-nasl), kehormatan (hifz al-ʿirḍ), dan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-yuridis dengan analisis normatif-komparatif. Data diperoleh dari teks-teks klasik fiqh, regulasi pernikahan Indonesia dan Iran, serta literatur kontemporer. Analisis dilakukan dalam tiga tahap: (1) mengidentifikasi teks normatif terkait perwalian dan perwalian hakim dalam tradisi Syāfiʿī dan Jaʿfarī, (2) membandingkan penerapan konseptual dan praktis keduanya, dan (3) mengevaluasi kesesuaiannya dengan maqāṣid al-nikāḥ, khususnya dalam memajukan kemaslahatan, mencegah kerusakan (mafsadah), dan menjaga keberlangsungan keluarga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mazhab Syāfiʿī memandang wali sebagai syarat sah pernikahan, dengan wali hakim berfungsi sebagai pengganti ketika wali nasab tidak ada atau tidak memenuhi syarat. Sebaliknya, mazhab Jaʿfarī memperbolehkan perempuan dewasa menikah tanpa wali, kecuali dalam kondisi tertentu. Perbedaan ini mencerminkan sifat dinamis pemikiran hukum Islam dalam merespons realitas sosial, namun keduanya pada akhirnya bertujuan mewujudkan maqāṣid al-nikāḥ: kepastian hukum, perlindungan kehormatan, dan stabilitas rumah tangga. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis komparatif lintas mazhab dengan kerangka maqāṣid al-sharīʿah, sebuah pendekatan yang masih jarang diterapkan dalam kajian hukum keluarga Islam, khususnya dalam konteks Indonesia dan Iran. Implikasi penelitian ini ada dua: memperkaya khazanah komparatif fiqh sebagai rujukan akademik, serta memberikan wawasan praktis bagi perumusan regulasi pernikahan yang tetap setia pada sharīʿah sekaligus responsif terhadap dinamika sosial yang berkembang.
Penelitian ini menekankan pentingnya konsep perwalian hakim dalam hukum pernikahan Islam melalui analisis komparatif antara mazhab Shāfiʿī dan Jaʿfarī.Mazhab Shāfiʿī menempatkan wali sebagai syarat sah untuk kontrak pernikahan, sedangkan mazhab Jaʿfarī memberikan otonomi yang lebih besar kepada wanita yang telah dewasa dengan mempertimbangkan manfaat sosial.Perbedaan ini dapat disatukan melalui pendekatan maqāṣid al-nikāḥ yang menekankan perlindungan hak-hak wanita, keadilan, dan kesejahteraan keluarga.Penelitian ini memperkaya diskusi fiqh komparatif dengan mengangkat dimensi kemanusiaan dan keadilan di balik norma-norma hukum positif.Secara praktis, penelitian ini mendorong institusi keadilan agama dan pembuat kebijakan untuk menjadikan maqāṣid al-nikāḥ sebagai kerangka utama dalam menangani kasus perwalian, sehingga perlindungan wanita dan anak-anak dapat lebih terjamin.Rekomendasi penelitian ini mencakup penyiapan pedoman teknis untuk hakim yang mempertimbangkan aspek sosial, psikologis, dan ekonomi, serta penguatan pendidikan hukum berbasis komunitas Islam.Studi komparatif dengan praktik hukum keluarga di Iran (mazhab Jaʿfarī) juga dapat menginspirasi reformasi regulasi di Indonesia sambil tetap memperhatikan nilai-nilai Islam dan budaya lokal, sehingga hukum keluarga Islam menjadi lebih responsif, progresif, dan adil secara gender.
Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penguatan regulasi lokal yang didasarkan pada maqāṣid al-sharīah. Meskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 telah menetapkan usia minimum pernikahan menjadi 19 tahun, regulasi tersebut belum sepenuhnya mengakomodasi dinamika lokal dan peran hakim. Optimisasi regulasi dapat dicapai melalui penerbitan Peraturan Menteri Agama atau Peraturan Daerah yang secara eksplisit merinci prosedur perwalian hakim, termasuk persetujuan resmi dari calon pengantin pria dan wanita serta indikator kesiapan psikologis. Selain itu, mekanisme Surat Keterangan Belum Ada Wali (SKBA) harus dirancang dan diterbitkan sebelum kontrak pernikahan sebagai bentuk perlindungan hukum dan sosial yang awal. Kedua, pendidikan pra-nikah yang berbasis nilai-nilai komunitas dan Pancasila harus diperkuat. Pendidikan pra-nikah yang hanya berfokus pada persyaratan administratif tidaklah cukup. Modul pembelajaran harus dikembangkan untuk memasukkan kesiapan mental dan emosional sesuai dengan standar maqāṣid, di mana pernikahan bertujuan untuk menjaga kesucian jiwa (nafs) dan akal (aql). Pelaksanaan program-program tersebut dapat melibatkan penghulu, pemimpin agama lokal, dan psikolog dalam kerangka komunitas masjid, pondok pesantren, dan organisasi sosial seperti PKK, menggunakan pendekatan partisipatif. Ketiga, peran Kantor Urusan Agama (KUA) dan pemimpin agama tidak boleh terbatas pada urusan administratif, tetapi juga harus mencakup bimbingan sosial dan agama. Sistem bantuan pra-nikah yang terstruktur harus dikembangkan untuk mendeteksi risiko potensial seperti pernikahan di bawah umur atau persetujuan yang tidak lengkap, yang kemudian dapat dirujuk ke hakim atau ditangani melalui mekanisme SKBA. Selain itu, panitia perwalian hakim di tingkat desa atau kecamatan, yang terdiri dari kepala desa, pemimpin komunitas, dan perwakilan wanita, dapat terlibat dalam mengeluarkan keputusan perwalian hakim sesuai dengan prinsip-prinsip maqāṣid. Keempat, peran fatwa ulama memerlukan revitalisasi. Fatwa resmi yang dikeluarkan oleh MUI, NU, dan Muhammadiyah dapat diperkaya dengan rekomendasi bahwa perwalian hakim hanya diterapkan dalam kondisi tertentu, seperti persetujuan yang jelas, kematangan yang cukup, dan tanpa paksaan. Selain itu, standarisasi draf kontrak pernikahan yang disertai dengan persetujuan perwalian hakim diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan bahwa persetujuan tersebut tidak hanya menjadi seremonial. Terakhir, pemantauan dan evaluasi implementasi sangat penting untuk menjamin keberlanjutan. Audit sosial dan lapangan dapat dilakukan oleh institusi seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan untuk mengawasi penerapan perwalian hakim di berbagai daerah. Selain itu, penyiapan laporan tahunan tentang praktik perwalian hakim - termasuk data kasus pernikahan di bawah umur yang berhasil dicegah melalui mekanisme ini - akan memberikan dasar yang kuat untuk formulasi kebijakan di masa depan.
- Legal Politics of Changes to Marriage Laws in Indonesia | Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan.... journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qadha/article/view/8867Legal Politics of Changes to Marriage Laws in Indonesia Al Qadha Jurnal Hukum Islam dan Perundang Undangan journal iainlangsa ac index php qadha article view 8867
- Jurnal Hukum dan Peradilan. religious court trial wali adhal cases indonesian system analysis jurnal... jurnalhukumdanperadilan.org/index.php/jurnalhukumperadilan/article/view/879Jurnal Hukum dan Peradilan religious court trial wali adhal cases indonesian system analysis jurnal jurnalhukumdanperadilan index php jurnalhukumperadilan article view 879
| File size | 552.72 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
ADAIKEPRIADAIKEPRI Hasil pembinaan menunjukkan bahwa kendala yang membuat peserta pembinaan tidak pernah terpikirkan untuk menjadi seorang entrepreneur adalah tidak memilikiHasil pembinaan menunjukkan bahwa kendala yang membuat peserta pembinaan tidak pernah terpikirkan untuk menjadi seorang entrepreneur adalah tidak memiliki
ADAIKEPRIADAIKEPRI UKM ini bergerak di bidang pengelolaan sampah sebagai upaya untuk mengurangi dampak lingkungan. Namun dalam praktiknya, UKM ini menghadapi kendala dalamUKM ini bergerak di bidang pengelolaan sampah sebagai upaya untuk mengurangi dampak lingkungan. Namun dalam praktiknya, UKM ini menghadapi kendala dalam
ADAIKEPRIADAIKEPRI Pelatihan e-modul memberikan pengalaman berharga bagi guru dalam mengembangkan keterampilan memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran.Pelatihan e-modul memberikan pengalaman berharga bagi guru dalam mengembangkan keterampilan memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran.
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Namun, di wilayah kerja puskesmas Air Dingin cakupan ASI eksklusif masih rendah. Koordinator KIA di puskesmas Air Dingin mengatakan bahwa rendahnya pencapaianNamun, di wilayah kerja puskesmas Air Dingin cakupan ASI eksklusif masih rendah. Koordinator KIA di puskesmas Air Dingin mengatakan bahwa rendahnya pencapaian
UNDIKMAUNDIKMA Studi ini bertujuan meningkatkan apresiasi siswa sekolah dasar terhadap warisan budaya Sasak di Lombok Tengah melalui penggunaan cerita bercahaya yangStudi ini bertujuan meningkatkan apresiasi siswa sekolah dasar terhadap warisan budaya Sasak di Lombok Tengah melalui penggunaan cerita bercahaya yang
PPMSCHOOLPPMSCHOOL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis dari Hotel XYZ menggunakan Model bisnis kanvas (BMC) dan merumuskan strategi baru untuk tahunPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis dari Hotel XYZ menggunakan Model bisnis kanvas (BMC) dan merumuskan strategi baru untuk tahun
PPMSCHOOLPPMSCHOOL Setiap metode menunjukkan profil imbal hasil dan risiko yang berbeda, di mana metode indeks tunggal menghasilkan imbal hasil 0,001339 dengan risiko 0,0037724,Setiap metode menunjukkan profil imbal hasil dan risiko yang berbeda, di mana metode indeks tunggal menghasilkan imbal hasil 0,001339 dengan risiko 0,0037724,
PPMSCHOOLPPMSCHOOL Secara parsial dimensi WIPL tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan generasi X dan Y, PLIW berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan,Secara parsial dimensi WIPL tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan generasi X dan Y, PLIW berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan,
Useful /
ADAIKEPRIADAIKEPRI Kegiatan ini berhasil memberikan motivasi dengan memberikan contoh-contoh tokoh publik yang dapat dikatakan sukses dalam meraih cita-cita sehingga menjadiKegiatan ini berhasil memberikan motivasi dengan memberikan contoh-contoh tokoh publik yang dapat dikatakan sukses dalam meraih cita-cita sehingga menjadi
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi terhadap lima pasangan mualaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasiData dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi terhadap lima pasangan mualaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi
UYMUYM Waktu penelitian dimulai dari bulan Februari tahun 2024. Informan penelitian berjumlah 9 orang informan utama dan 6 orang sebagai informan pendukung. HasilWaktu penelitian dimulai dari bulan Februari tahun 2024. Informan penelitian berjumlah 9 orang informan utama dan 6 orang sebagai informan pendukung. Hasil
AL MATANIAL MATANI Beberapa pelayanan pendaftaran di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) yang dapat digunakan oleh pasien BPJS yaitu pendaftaran langsung (datang langsung),Beberapa pelayanan pendaftaran di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) yang dapat digunakan oleh pasien BPJS yaitu pendaftaran langsung (datang langsung),