UNARUNAR
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)Herina inguinalis merupakan penonjolan organ abdomen atau jaringan adiposa preperitoneal melalui kanalis inguinalis yang paling umum terjadi pada pria. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif berupa studi kasus untuk mengeksplorasi asuhan keperawatan pada pasien pre‑operasi hernia inguinalis lateral (HIL) yang mengalami ansietas di Instalasi Bedah Sentral RSUD Wangaya. Intervensi relaksasi napas dalam diterapkan selama 30 menit dan dievaluasi dengan skala ansietas serta format SOAP, menunjukkan penurunan signifikan tingkat kecemasan pasien, sehingga dapat menjadi inovasi praktis dalam peningkatan kualitas asuhan keperawatan pre‑operatif.
Intervensi relaksasi napas dalam terbukti efektif menurunkan skala ansietas pada pasien pre‑operasi HIL, dengan respons kooperatif dan evaluasi positif melalui format SOAP.hasil ini menambah pengetahuan keperawatan dalam mengelola kecemasan pra‑operatif dan dapat dijadikan dasar untuk penerapan rutin di ruang instalasi bedah.demikian, penggunaan teknik relaksasi napas dalam menjadi inovasi yang mudah, ekonomis, dan berpotensi meningkatkan kualitas perawatan pasien pra‑operatif.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah kombinasi relaksasi napas dalam dengan teknik edukasi visual tentang prosedur operasi dapat meningkatkan efektivitas penurunan ansietas pada pasien HIL (Bagaimana pengaruh kombinasi tersebut dibandingkan relaksasi napas saja?). Selanjutnya, perlu dieksplorasi pengaruh durasi dan frekuensi sesi relaksasi napas dalam terhadap tingkat kecemasan dan kepuasan pasien (Apakah sesi relaksasi 15 menit dua kali sehari memberikan hasil yang sebanding dengan satu sesi 30 menit?). Akhirnya, studi longitudinal dapat menilai dampak jangka panjang penerapan relaksasi napas dalam terhadap pemulihan pasca‑operasi, komplikasi luka, dan kepatuhan pasien terhadap program rehabilitasi (Apakah penggunaan rutin relaksasi napas dalam selama periode pasca‑operasi mengurangi komplikasi luka dan mempercepat proses penyembuhan?).
| File size | 136.27 KB |
| Pages | 3 |
| DMCA | Report |
Related /
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Dampak stunting mencakup hambatan perkembangan otak, lemahnya sistem imun, keterlambatan perkembangan psikososial dan motorik, serta pertumbuhan fisikDampak stunting mencakup hambatan perkembangan otak, lemahnya sistem imun, keterlambatan perkembangan psikososial dan motorik, serta pertumbuhan fisik
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Nyeri semakin lama semakin memberat sehingga membuat pasien sulit menggerakkan kakinya. Lemah pada kedua kaki sehingga saat ini pasien sulit berjalan.Nyeri semakin lama semakin memberat sehingga membuat pasien sulit menggerakkan kakinya. Lemah pada kedua kaki sehingga saat ini pasien sulit berjalan.
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Sistem elektronik (SIMRS) membantu pencatatan otomatis, namun pada sistem manual kesalahan masih mungkin terjadi, dan belum semua kesalahan ditindaklanjutiSistem elektronik (SIMRS) membantu pencatatan otomatis, namun pada sistem manual kesalahan masih mungkin terjadi, dan belum semua kesalahan ditindaklanjuti
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Kejadian diare disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya mengkonsumsi makanan jajanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsiKejadian diare disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya mengkonsumsi makanan jajanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN D dengan ISPA yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif. Hasil asuhan keperawatan ini sebagai panduan dasar dan menjadi salah satu terapi nonfarmakologisD dengan ISPA yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif. Hasil asuhan keperawatan ini sebagai panduan dasar dan menjadi salah satu terapi nonfarmakologis
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 93 lansia. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuisioner Morisky Medication AdherencePengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 93 lansia. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuisioner Morisky Medication Adherence
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Menggunakan desain penelitian analitik case control dengan data sekunder rekam medis tahun 2024, sampel yang digunakan adalah 116 responden, terdiri dariMenggunakan desain penelitian analitik case control dengan data sekunder rekam medis tahun 2024, sampel yang digunakan adalah 116 responden, terdiri dari
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Luka adalah rusaknya kesatuan/komponen jaringan, dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. Beberapa pasal memiliki definisiLuka adalah rusaknya kesatuan/komponen jaringan, dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. Beberapa pasal memiliki definisi
Useful /
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Temuan: Peneliti selama melakukan pendampingan dengan kasus anemia peneliti tidak menemukan hal-hal yang membutuhkan pengkajian lebih dalam tetapi adaTemuan: Peneliti selama melakukan pendampingan dengan kasus anemia peneliti tidak menemukan hal-hal yang membutuhkan pengkajian lebih dalam tetapi ada
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Norepinefrin dan fenilefrin efektif dalam menangani hipotensi intraoperatif, sedangkan efedrin meningkatkan curah jantung namun berisiko menimbulkan takikardia.Norepinefrin dan fenilefrin efektif dalam menangani hipotensi intraoperatif, sedangkan efedrin meningkatkan curah jantung namun berisiko menimbulkan takikardia.
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 45 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakanPenelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 45 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan
UNARUNAR Pemilihan artikel dilakukan dengan penilaian PICO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang secara konsisten memengaruhi kejadianPemilihan artikel dilakukan dengan penilaian PICO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang secara konsisten memengaruhi kejadian