UNIPASUNIPAS

LocusLocus

Banjir atau genangan merupakan permasalahan yang serius di Kota Singaraja, hal ini disebabkan karena kurangnya daerah resapan air,banyak saluran dimensinya diperkecil dan ditutup plat beton oleh masyarakat, adanya sedimentasi, saluran drainase masih belum berfungsi sebagai saluran irigasi, dan dimanfaatkan untuk tempat membuang sampah. Penulis merumuskan masalah: 1). Bagaimanakah manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja?; 2). Apakah kendala manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja?; 3). Apakah solusi dari kendala manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja?. Untuk menjawab permasalahan, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng di Kota Singaraja. Pengambilan informan menggunakan teknis purposive sampling.Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja baik Perencanaan,Pengorganisasian,Pengarahan,dan Pengawasan sudah baik. Kendala internal adanya keterbatasan anggaran APBD.Solusinya memohon bantuan dana/program ke pemerintah pusat dan provinsi. Kendala eksternal adanya lintas kewenangan, masyarakat masih membuang sampah di saluran.Solusinya: jangka pendek mengoptimalkan tenaga drainase; jangka menengah secara bertahap melaksanakan pembangunan saluran/sodetan; dan jangka panjang mulai berpikir membangun Rusunawa atau Rusunami di daerah Kampung Anyar.

Manajemen drainase oleh Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, dinilai sudah cukup baik.Kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan anggaran APBD (internal) serta masalah eksternal seperti lintas kewenangan, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga drainase, dan perilaku membuang sampah sembarangan.Solusi yang diusulkan meliputi pengajuan bantuan dana ke pemerintah pusat/provinsi, optimalisasi tenaga drainase, pembangunan infrastruktur secara bertahap berdasarkan master plan, sosialisasi disiplin sampah, dan perencanaan pembangunan hunian vertikal jangka panjang.

Mengingat tantangan banjir yang persisten di Kota Singaraja, penelitian lanjutan dapat berfokus pada analisis mendalam terhadap partisipasi masyarakat. Sebuah studi dapat menginvestigasi secara kuantitatif maupun kualitatif mengenai efektivitas program sosialisasi yang telah berjalan dalam membentuk kesadaran serta perilaku masyarakat terkait pemeliharaan saluran drainase dan pengelolaan sampah. Selain itu, mengingat adanya kendala anggaran dan usulan solusi jangka panjang seperti pembangunan Rusunawa atau Rusunami, sangat penting untuk melakukan studi kelayakan komprehensif. Penelitian ini harus mencakup analisis biaya-manfaat, potensi dampak sosial dan ekonomi terhadap relokasi penduduk, serta keberlanjutan lingkungan dari implementasi proyek hunian vertikal sebagai strategi mitigasi banjir. Selanjutnya, untuk mendukung perencanaan infrastruktur yang lebih presisi, diperlukan penelitian yang mengidentifikasi secara detail parameter hidrologis dan geografis yang paling berpengaruh terhadap kejadian banjir di berbagai zona Kota Singaraja, serta mengevaluasi secara kuantitatif efisiensi dan kapasitas saluran drainase eksisting menggunakan pemodelan hidrolik mutakhir. Hal ini akan memungkinkan pemerintah untuk menetapkan prioritas intervensi dan investasi yang lebih tepat sasaran, tidak hanya berdasarkan pengalaman kualitatif, melainkan juga data empiris yang kuat.

Read online
File size295.1 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test