STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaTEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaThe increasing number of vehicles powered by internal combustion engines in Indonesia has led to a corresponding rise in air pollution. This growing pollution poses significant environmental challenges and directly impacts public health. This study aims to reduce emissions produced by combustion engines, particularly the Suzuki K15B engine, through the application of various octane booster types added to Pertalite fuel (octane rating 90) at concentrations of 0.3%, 0.4%, and 0.5%. Exhaust gas emissions were measured using an Engine Gas Analyzer during the use of both pure Pertalite and Pertalite blended with octane boosters. Each composition was tested three times to ensure data accuracy and reliability. The results revealed that the greatest reduction in carbon monoxide (CO) concentration occurred with a 0.4% addition of Octane Prime, where CO levels decreased from 0.5% to 0.013%. Meanwhile, the most significant reduction in hydrocarbon (HC) emissions was observed with a 0.3% Octane Prime addition, lowering HC levels from 265 ppm to 60.7 ppm. Based on these findings, it can be concluded that the appropriate use of octane boosters in Pertalite fuel effectively reduces exhaust gas emissions from combustion engine vehicles.
The use of Prime octane booster significantly reduced both CO and HC emission levels in the K15B engine compared with pure Pertalite.This improvement is attributed to the appropriate addition of the octane booster, which increases the fuels octane rating and promotes more complete combustion.In the tests conducted, the greatest reduction in CO emissions occurred with the addition of 0.4% Prime octane booster, which produced a CO concentration of only 0.Furthermore, the most substantial decrease in HC emissions was observed at a Prime concentration of 0.3%, yielding an HC level of 60.7 ppm, in contrast to 265 ppm recorded for pure Pertalite.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami dan mengoptimalkan penggunaan octane booster dalam mengurangi emisi gas buang. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengujian berbagai jenis octane booster dengan komposisi yang berbeda-beda untuk mengidentifikasi kombinasi terbaik yang memberikan dampak paling signifikan terhadap pengurangan emisi CO dan HC. Kedua, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh octane booster terhadap kinerja mesin secara keseluruhan, termasuk efisiensi bahan bakar, daya mesin, dan umur pakai komponen mesin. Ketiga, penelitian dapat mengkaji dampak penggunaan octane booster terhadap emisi gas buang pada berbagai kondisi operasional mesin, seperti pada kecepatan dan beban yang berbeda-beda, serta pada berbagai jenis kendaraan bermotor.
- Penggunaan Oktan Booster untuk Memperbaiki Kinerja Mesin Bensin 4 Langkah | Winoko | Jurnal Rekayasa... doi.org/10.26760/JREM.v2i1.1Penggunaan Oktan Booster untuk Memperbaiki Kinerja Mesin Bensin 4 Langkah Winoko Jurnal Rekayasa doi 10 26760 JREM v2i1 1
- Pengaruh Fasilitas Moda Transportasi Darat Terhadap Kepuasan Penumpang | Jurnal Baruna Horizon. pengaruh... jurnal.stiamak.ac.id/index.php/jbh/article/view/149Pengaruh Fasilitas Moda Transportasi Darat Terhadap Kepuasan Penumpang Jurnal Baruna Horizon pengaruh jurnal stiamak ac index php jbh article view 149
- Pengaruh Pencampuran Bahan Bakar Pertalite Dengan Zat Aditif Minyak Serai Wangi Terhadap Konsumsi Bahan... jtpvi.ppj.unp.ac.id/index.php/jtpvi/article/view/2Pengaruh Pencampuran Bahan Bakar Pertalite Dengan Zat Aditif Minyak Serai Wangi Terhadap Konsumsi Bahan jtpvi ppj unp ac index php jtpvi article view 2
- Vol 13 No 1 (2026): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika | TEKNOSAINS : Jurnal Sains,... doi.org/10.37373/tekno.v13i1Vol 13 No 1 2026 TEKNOSAINS Jurnal Sains Teknologi dan Informatika TEKNOSAINS Jurnal Sains doi 10 37373 tekno v13i1
| File size | 200.4 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI (1) Konfigurasi rangkaian kelistrikan seri pada modul Peltier menghasilkan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi dibandingkan konfigurasi paralel. (2)(1) Konfigurasi rangkaian kelistrikan seri pada modul Peltier menghasilkan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi dibandingkan konfigurasi paralel. (2)
ISASISAS 1%. Knock onset shifted from 6800 RPM (oversize Pertalite) to 7200 RPM (oversize Pertamax Plus). These findings demonstrate that mechanical and chemical1%. Knock onset shifted from 6800 RPM (oversize Pertalite) to 7200 RPM (oversize Pertamax Plus). These findings demonstrate that mechanical and chemical
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu pengeringan, waktu pengeringan, dan rasio air. molase secara signifikan memengaruhi kadar zat terbang dan kadarPenelitian ini menyimpulkan bahwa suhu pengeringan, waktu pengeringan, dan rasio air. molase secara signifikan memengaruhi kadar zat terbang dan kadar
UNDIKMAUNDIKMA Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan limbah plastikTujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan limbah plastik
YRPIPKUYRPIPKU Studi ini fokus pada standar ICAO, peran Area Kontrol Emisi (ECA), dan pemodelan kuantitatif pengurangan emisi melalui inovasi teknologi dan bahan bakar.Studi ini fokus pada standar ICAO, peran Area Kontrol Emisi (ECA), dan pemodelan kuantitatif pengurangan emisi melalui inovasi teknologi dan bahan bakar.
PNCPNC Parameter analisis perbandingan ketika menghasilkan biji plastik meliputi kadar air, logam kadmium (Cd), dan timbal (Pb) berdasarkan SNI 8424:2017 sertaParameter analisis perbandingan ketika menghasilkan biji plastik meliputi kadar air, logam kadmium (Cd), dan timbal (Pb) berdasarkan SNI 8424:2017 serta
UBMUBM Ada lima mesin yang sering mogok, dengan Mesin Hidraulic Press mengalami downtime selama 4. 700 menit. Studi ini bertujuan untuk membuat rencana perawatanAda lima mesin yang sering mogok, dengan Mesin Hidraulic Press mengalami downtime selama 4. 700 menit. Studi ini bertujuan untuk membuat rencana perawatan
UBHARAUBHARA Selain itu perlu ditegaskan bahwa dalam setiap implementasi kebijakan pajak Karbon ini harus selalu mengarah pada keadilan sosial dan keadilan lingkunganSelain itu perlu ditegaskan bahwa dalam setiap implementasi kebijakan pajak Karbon ini harus selalu mengarah pada keadilan sosial dan keadilan lingkungan
Useful /
ISASISAS This affordable and scalable solution is particularly suitable for smallholder farmers in rural areas, contributing to sustainable agricultural practicesThis affordable and scalable solution is particularly suitable for smallholder farmers in rural areas, contributing to sustainable agricultural practices
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Serat kulit jagung diperlakukan dengan NaOH 4% selama 1, 2, dan 3 jam pada suhu 80°C, 90°C, dan 100°C untuk menghasilkan komposit dengan resin polyester.Serat kulit jagung diperlakukan dengan NaOH 4% selama 1, 2, dan 3 jam pada suhu 80°C, 90°C, dan 100°C untuk menghasilkan komposit dengan resin polyester.
ISASISAS Pada posisi vertikal (3V), frekuensi dominan mengindikasikan kerusakan pada permukaan luar dan elemen bola bantalan, yang diperkuat oleh nilai akselerasiPada posisi vertikal (3V), frekuensi dominan mengindikasikan kerusakan pada permukaan luar dan elemen bola bantalan, yang diperkuat oleh nilai akselerasi
ULBIULBI Fokus PKM adalah mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pembelajaran di Madrasah Aliyah (MA) Multiteknik Asih Putera dengan tujuan meningkatkan pengalamanFokus PKM adalah mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pembelajaran di Madrasah Aliyah (MA) Multiteknik Asih Putera dengan tujuan meningkatkan pengalaman