BALIACADEMICPUBLISHINGBALIACADEMICPUBLISHING

Journal of English Literature and Pedagogy ResearchJournal of English Literature and Pedagogy Research

Penelitian ini menyelidiki pengaruh Singlish, bentuk tidak resmi dari bahasa Inggris Singapore, terhadap bahasa lisan dalam video iklan pada platform media sosial. Dengan menekankan aspek fonologis dan sosiolinguistik, penelitian menggunakan kerangka Generative Phonology karya Chomsky untuk menganalisis proses fonologis berupa penghapusan, permutasi, infiksasi, transformasi, dan afirmasi pada ujaran Singlish. Melalui analisis kualitatif iklan media sosial, studi ini mengungkap bagaimana fitur dialektal Singlish, seperti penyederhanaan fonologis, penyesuaian tata bahasa dan sintaksis, serta penanda pragmatik, memengaruhi gaya komunikasi dan identitas budaya. Temuan menunjukkan bahwa Singlish berfungsi sebagai alat bagi pengiklan untuk menjalin koneksi dengan audiens lokal dengan mencerminkan karakteristik linguistik regional, sekaligus mengatasi tantangan harapan bahasa standar dalam konteks pemasaran global. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman peran dinamis dialek dalam media digital serta dampaknya terhadap komunikasi iklan.

Pengaruh dialek dalam bahasa lisan, sebagaimana diteliti dalam berbagai studi dan melalui lensa fonologi generatif, menekankan hubungan mendalam antara fitur linguistik dan identitas budaya.Fokus studi ini pada Singlish dalam video iklan di media sosial menyoroti interaksi dinamis antara penyederhanaan fonologis, penyesuaian tata bahasa, dan penanda pragmatik, yang membentuk cara penggunaan dan persepsi dialek.Temuan menegaskan bagaimana Singlish menggabungkan elemen linguistik lokal dengan bahasa Inggris, menciptakan mode ekspresi unik yang beresonansi dengan audiensnya sekaligus mencerminkan konteks multibahasa Singapura.

Sebuah arah penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi dialek lain selain Singlish, seperti bahasa Melayu atau bahasa Tamil, memengaruhi penyampaian pesan iklan pada platform media sosial yang berbeda, misalnya TikTok, Instagram, atau YouTube, untuk menilai apakah pola fonologis yang ditemukan bersifat universal atau khusus pada Singlish. Penelitian berikutnya juga dapat menguji persepsi audiens secara kuantitatif dengan menggunakan survei atau eksperimen eksperimental, sehingga dapat menjawab pertanyaan: sejauh mana penggunaan dialek dalam iklan memengaruhi tingkat kepercayaan, keterlibatan, atau niat pembelian konsumen di berbagai kelompok demografis. Selanjutnya, studi longitudinal yang melacak perubahan penggunaan dialek dalam iklan digital selama periode beberapa tahun dapat mengidentifikasi tren evolusi fonologis dan sosiolinguistik, serta mengkaji bagaimana faktor sosial, ekonomi, atau kebijakan bahasa memoderasi adaptasi dialek dalam strategi pemasaran.

  1. English in Singapore, a city of migrants: Standard dialect ideology and attitudes towards Singlish |... czasopisma.bg.ug.edu.pl/index.php/beyond/article/view/10394English in Singapore a city of migrants Standard dialect ideology and attitudes towards Singlish czasopisma bg ug edu pl index php beyond article view 10394
Read online
File size355.45 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test