BIOTROPBIOTROP
BIOTROPIABIOTROPIADowny mildew is recognized as a major constraint in zucchini production, caused by obligate fungal-like pathogens that thrive under humid conditions. In this study, the efficacy of selected bacterial (Lysobacter antibioticus Bali G, Pseudomonas corrugata SAJ6) and fungal (Trichoderma sp. Td22) antagonists was evaluated for the management of this foliar disease on zucchini plants as an alternative to chemical fungicides. The efficacy of these bacterial and fungal antagonists against a suspected downy mildew pathogen was assessed on zucchini leaves in a glasshouse. It was found that the antagonists provided 22 - 83% protection (P < 0.05) against the pathogen two weeks after application. However, the level of protection declined over time, with 46 - 60% of leaves infected five weeks after pathogen exposure, regardless of treatment. The combination of Trichoderma sp. Td22, the most effective agent, with either Lysobacter antibioticus Bali G, Pseudomonas corrugata SAJ6, or both, was observed to reduce its overall effectiveness. Survival of the biological agents on leaf surfaces was low, although prior research has indicated that survival may not be essential for sustained disease control. Further investigation is required to determine the potential role of these agents in inducing systemic acquired resistance in crops such as grapes and poppies. For commercial application, repeated treatments may be necessary to maintain disease management. Notably, the protection provided by Trichoderma sp. Td22 was found to be comparable to that of chemical treatments, representing a promising step toward more sustainable agricultural practices.
The biological control agents evaluated in this study, with the exception of *L.antibioticus* Bali G, demonstrated significant effectiveness in protecting zucchini leaves from downy mildew during the first two weeks of the glasshouse trial.Td22 was found to be incompatible with both *L.The survival of all three antagonists on zucchini leaf surfaces was notably very low, highlighting the need for improved application techniques and protective formulations.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengoptimalkan efektivitas agen-agen pengendali hayati ini dalam pengendalian penyakit pada tanaman zucchini. Salah satu arah penelitian yang menarik adalah mengeksplorasi formulasi baru yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan kolonisasi agen-agen ini pada permukaan daun, misalnya dengan menambahkan bahan pelindung UV atau agen pelembap. Selain itu, penelitian perlu difokuskan pada pemahaman mekanisme induksi resistensi sistemik yang dipicu oleh agen-agen ini, khususnya pada tanaman komoditas penting seperti anggur dan opium, untuk mengembangkan strategi pengendalian penyakit yang lebih berkelanjutan. Terakhir, studi lapangan yang komprehensif diperlukan untuk mengevaluasi kinerja agen-agen ini dalam kondisi lingkungan yang berbeda dan menentukan interval aplikasi yang optimal untuk mempertahankan efektivitas pengendalian penyakit, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti curah hujan, suhu, dan kelembaban.
- A New Operation for Producing Disease-Suppressive Compost from Grass Clippings | Applied and Environmental... doi.org/10.1128/AEM.64.10.4015-4020.1998A New Operation for Producing Disease Suppressive Compost from Grass Clippings Applied and Environmental doi 10 1128 AEM 64 10 4015 4020 1998
- Biological control of Sclerotinia minor attack on pyrethrum plants by Trichoderma harzianum in glasshouse... doi.org/10.13057/biodiv/d230655Biological control of Sclerotinia minor attack on pyrethrum plants by Trichoderma harzianum in glasshouse doi 10 13057 biodiv d230655
- THE THE EFFICACY OF BACTERIAL AND FUNGAL ANTAGONIST SUSPENSIONS IN CONTROLLING FOLIAR MILDEW DISEASE... journal.biotrop.org/index.php/biotropia/article/view/2448THE THE EFFICACY OF BACTERIAL AND FUNGAL ANTAGONIST SUSPENSIONS IN CONTROLLING FOLIAR MILDEW DISEASE journal biotrop index php biotropia article view 2448
- Diversity of biocontrol agents, isolated from several sources, inhibitory to several fungal plant pathogens... smujo.id/biodiv/article/view/7198Diversity of biocontrol agents isolated from several sources inhibitory to several fungal plant pathogens smujo biodiv article view 7198
| File size | 741.77 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
CCRJOURNALCCRJOURNAL cacao baru yang tahan terhadap stres biotik dan abiotik melalui seleksi gen kandidat yang tepat untuk pembiakan kakao. Identifikasi dan karakterisasi tujuhcacao baru yang tahan terhadap stres biotik dan abiotik melalui seleksi gen kandidat yang tepat untuk pembiakan kakao. Identifikasi dan karakterisasi tujuh
CCRJOURNALCCRJOURNAL dalam menguraikan residu herbisida dan insektisida selama proses pengomposan. Kualitas kompos dipantau melalui analisis awal, dua mingguan, dan akhir.dalam menguraikan residu herbisida dan insektisida selama proses pengomposan. Kualitas kompos dipantau melalui analisis awal, dua mingguan, dan akhir.
PURIFIKASIPURIFIKASI Setelah dua minggu kondisioning, sebagian besar campuran lumpur–tanah mencapai rasio C/N ≥10 serta memenuhi standar minimum SNI 19‑7030‑2004 untukSetelah dua minggu kondisioning, sebagian besar campuran lumpur–tanah mencapai rasio C/N ≥10 serta memenuhi standar minimum SNI 19‑7030‑2004 untuk
UNISBA BLITARUNISBA BLITAR Dengan uji lanjut menggunakan uji DMRT taraf 5% dan 1 %. Hasil analisis menghasilkan bahwa perlakuan konsentrasi bahan aktif biofungisida StreptomycesDengan uji lanjut menggunakan uji DMRT taraf 5% dan 1 %. Hasil analisis menghasilkan bahwa perlakuan konsentrasi bahan aktif biofungisida Streptomyces
UPPRUPPR agens hayati sebagai pengendali penyakit antraknosa pada dua varietas cabai (Capsicum annum L. ) bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. pemberianagens hayati sebagai pengendali penyakit antraknosa pada dua varietas cabai (Capsicum annum L. ) bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. pemberian
UPPRUPPR Konsentrasi ekstrak mimba baik dari daun ataupun biji efektif mengendalikan perkembangan Colletotrichum acutatum. Diamana diameter P6 = 4,27 (P0 = 8,17),Konsentrasi ekstrak mimba baik dari daun ataupun biji efektif mengendalikan perkembangan Colletotrichum acutatum. Diamana diameter P6 = 4,27 (P0 = 8,17),
UPPRUPPR Strategi ini dirancang untuk menciptakan partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan dan pengelolaan ekosistem mangrove, diharapkan dapat meningkatkanStrategi ini dirancang untuk menciptakan partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan dan pengelolaan ekosistem mangrove, diharapkan dapat meningkatkan
UNPARUNPAR Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metabolit sekunder Trichoderma longibrachiatum dan Trichoderma viride mengendalikan penyakit antraknosaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metabolit sekunder Trichoderma longibrachiatum dan Trichoderma viride mengendalikan penyakit antraknosa
Useful /
STIAMISTIAMI Sinar Amada pada tahun 2014 sudah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Dari penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa rekonsiliasi fiskalSinar Amada pada tahun 2014 sudah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Dari penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa rekonsiliasi fiskal
BIOTROPBIOTROP Famili dengan jumlah spesies terbanyak adalah Poaceae (13 spp. ), Asteraceae (12 spp. ), Cyperaceae, Fabaceae, dan Lamiaceae (5 spp. masing-masing). SisaFamili dengan jumlah spesies terbanyak adalah Poaceae (13 spp. ), Asteraceae (12 spp. ), Cyperaceae, Fabaceae, dan Lamiaceae (5 spp. masing-masing). Sisa
UNPARUNPAR Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalahRancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah
UNPARUNPAR Bobot segar rumput gajah pada umur defoliasi 60 hari (163,92 g m-2) nyata lebih tinggi dibandingkan dengan defoliasi 50 hari (102,45 g m-2) dan 40 hariBobot segar rumput gajah pada umur defoliasi 60 hari (163,92 g m-2) nyata lebih tinggi dibandingkan dengan defoliasi 50 hari (102,45 g m-2) dan 40 hari