BIOTROPBIOTROP
BIOTROPIABIOTROPIAWilayah riparian sangat dinamis dan alami terganggu, sehingga sangat rentan terhadap invasi. Spesies Tanaman Asing Invasif (IAPS) tersebar luas di wilayah-wilayah ini karena kondisi lingkungan yang menguntungkan yang mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup mereka. Studi ini merupakan upaya perintis untuk mendokumentasikan spesies tanaman asing invasif yang tumbuh subur di zona riparian Allen, Biri, Catarman, Gamay, Mapanas, Laoang, Lapinig, Las Navas, dan Pambujan di Northern Samar. Pengambilan sampel dilakukan dari Maret hingga Desember 2023. Enam jalur transek, masing-masing berukuran dua kilometer per lokasi, didirikan di wilayah riparian untuk mengidentifikasi tanaman asing invasif yang ada. Total, 60 jalur transek didirikan di seluruh area pengambilan sampel. Sebagai hasilnya, 65 spesies tanaman yang diperkenalkan yang termasuk dalam 24 famili dan 56 genus didokumentasikan di wilayah riparian Northern Samar. Famili dengan jumlah spesies terbanyak adalah Poaceae (13 spp.), Asteraceae (12 spp.), Cyperaceae, Fabaceae, dan Lamiaceae (5 spp. masing-masing). Sisa famili memiliki kurang dari lima spesies. Spesies tanaman invasif yang paling umum tercatat adalah Psidium guajava L., yang hadir di semua area pengambilan sampel. Berdasarkan bentuk kehidupan, penelitian ini mengidentifikasi dua spesies pohon, 17 semak, tiga tanaman merambat, satu epifit, dan 42 tumbuhan herba. Status konservasi ditentukan menggunakan daftar IUCN dan DENR terbaru (2017–11). Satu takson diklasifikasikan sebagai Data Defisien, 32 sebagai Least Concern, dan spesies yang tersisa sebagai Not Evaluated. Sebaliknya, tidak ada takson yang dinilai dalam daftar DENR 2017–11. Selain itu, dari 65 spesies tanaman yang diperkenalkan yang didokumentasikan, 10 tercatat sebagai invasif di Database Spesies Asing Invasif Global, sementara 22 terdaftar di Database Global Register of Introduced and Invasive Species. Meskipun spesies tanaman asing invasif telah lama diakui sebagai ancaman serius bagi kesehatan manusia, kehutanan, pertanian, perikanan, dan keanekaragaman hayati alami, belum ada penilaian komprehensif tentang status, tren, penyebab, dampak, manajemen, dan masalah tata kelola mereka yang dilakukan di seluruh dunia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melengkapi data yang ada tentang tanaman invasif dan membantu pembuat kebijakan dalam mengembangkan kerangka kebijakan untuk mengelola spesies tanaman asing invasif untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Northern Samar memiliki banyak spesies tanaman invasif yang diperkenalkan, sebagian besar berupa tumbuhan herba dan semak, yang berasal dari berbagai famili seperti Poaceae dan Asteraceae.Spesies-spesies ini tumbuh berbeda di setiap area karena perubahan dalam tanah, cuaca, dan aktivitas manusia seperti transportasi dan pengumpulan.Sungai membantu menyebarkan benih mereka, sehingga memudahkan mereka untuk mengambil alih.Spesies invasif ini dapat mengungguli spesies asli dan merusak lingkungan setempat.Untuk melindungi alam dan tanaman asli, penting untuk mengelola dan mengurangi gangguan yang membantu penyebaran spesies invasif ini.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk lebih memahami dan mengelola dampak spesies tanaman asing invasif di wilayah riparian Northern Samar. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme penyebaran spesifik yang digunakan oleh spesies tanaman invasif yang berbeda di wilayah tersebut. Hal ini dapat melibatkan studi tentang peran vektor seperti angin, air, dan hewan dalam penyebaran benih dan propagul, serta analisis faktor lingkungan yang memfasilitasi pendirian dan penyebaran spesies invasif. Kedua, penelitian dapat berfokus pada evaluasi dampak ekologis dan ekonomi dari spesies tanaman invasif tertentu terhadap ekosistem riparian dan masyarakat setempat. Ini dapat mencakup penilaian dampak terhadap keanekaragaman hayati, produktivitas pertanian, dan layanan ekosistem seperti kualitas air dan pengendalian erosi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai strategi manajemen untuk mengendalikan dan memulihkan ekosistem riparian yang terinvasi. Ini dapat melibatkan pengujian berbagai metode pengendalian biologis, kimia, dan mekanis, serta evaluasi efektivitas upaya restorasi dalam memulihkan komunitas tumbuhan asli dan fungsi ekosistem.
- Invasive plant species and the consequences of its prevalence in biodiversity | BIO Web of Conferences.... doi.org/10.1051/bioconf/20213100024Invasive plant species and the consequences of its prevalence in biodiversity BIO Web of Conferences doi 10 1051 bioconf 20213100024
- INVASIVE ALIEN PLANT SPECIES IN THE RIPARIAN AREAS OF NORTHERN SAMAR, PHILIPPINES | BIOTROPIA. invasive... journal.biotrop.org/index.php/biotropia/article/view/2368INVASIVE ALIEN PLANT SPECIES IN THE RIPARIAN AREAS OF NORTHERN SAMAR PHILIPPINES BIOTROPIA invasive journal biotrop index php biotropia article view 2368
| File size | 520.11 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKUUNIKU Seminar ini menjadi forum mempererat kolaborasi peneliti, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung konservasi berbasis kesejahteraan rakyat. SeminarSeminar ini menjadi forum mempererat kolaborasi peneliti, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung konservasi berbasis kesejahteraan rakyat. Seminar
UncenUncen Peningkatan populasi dapat mengakibatkan perubahan penggunaan lahan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan. Masyarakat lokal di wilayah hutanPeningkatan populasi dapat mengakibatkan perubahan penggunaan lahan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan. Masyarakat lokal di wilayah hutan
IPBIPB Masyarakat lokal, sebagai pihak pertama yang mengalami dampaknya, merupakan aktor sentral dalam mengatasi deforestasi, polusi, dan kehilangan keanekaragamanMasyarakat lokal, sebagai pihak pertama yang mengalami dampaknya, merupakan aktor sentral dalam mengatasi deforestasi, polusi, dan kehilangan keanekaragaman
UNIDAUNIDA Langkah selanjutnya bagi pembuat kebijakan adalah merancang mekanisme tata kelola multilevel yang partisipatif, fleksibel, dan adaptif terhadap perubahanLangkah selanjutnya bagi pembuat kebijakan adalah merancang mekanisme tata kelola multilevel yang partisipatif, fleksibel, dan adaptif terhadap perubahan
UICUIC Pengembangan kapulaga dalam sistem pengolahan lahan tumpang sari dengan tanaman perkebunan seperti kopi atau sengon dinilai tepat untuk meningkatkan hasilPengembangan kapulaga dalam sistem pengolahan lahan tumpang sari dengan tanaman perkebunan seperti kopi atau sengon dinilai tepat untuk meningkatkan hasil
UNSOEDUNSOED Senyawa 3 ditandai oleh keberadaan grup polihidroksi yang khas dari steroid tipe ergostane di posisi C-3, C-5, dan C-8. Efektivitas biologis dari senyawaSenyawa 3 ditandai oleh keberadaan grup polihidroksi yang khas dari steroid tipe ergostane di posisi C-3, C-5, dan C-8. Efektivitas biologis dari senyawa
UNILAUNILA Jurnal Sylva Lestari menerbitkan artikel penelitian asli yang berkaitan dengan pengelolaan hutan dan sumber daya alam, konservasi dan pengelolaan keanekaragamanJurnal Sylva Lestari menerbitkan artikel penelitian asli yang berkaitan dengan pengelolaan hutan dan sumber daya alam, konservasi dan pengelolaan keanekaragaman
UNILAUNILA Selanjutnya pengamatan langsung di lapangan dilakukan untuk penilaian akurasi (accuracy assessment) serta studi pustaka untuk melihat kronologi peristiwaSelanjutnya pengamatan langsung di lapangan dilakukan untuk penilaian akurasi (accuracy assessment) serta studi pustaka untuk melihat kronologi peristiwa
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Secara akademis penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan syariah hukum islam yang lebih berorientasi pada wanita yangSecara akademis penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan syariah hukum islam yang lebih berorientasi pada wanita yang
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini menggunakan metode jenis metode library research dengan pendekatan komparatif-normatif, dimana peneliti mengumpulkan informasi mengenaiPenelitian ini menggunakan metode jenis metode library research dengan pendekatan komparatif-normatif, dimana peneliti mengumpulkan informasi mengenai
BIOTROPBIOTROP antibioticus* Bali G, demonstrated significant effectiveness in protecting zucchini leaves from downy mildew during the first two weeks of the glasshouseantibioticus* Bali G, demonstrated significant effectiveness in protecting zucchini leaves from downy mildew during the first two weeks of the glasshouse
IPBIPB Selisih jarak tetangga terdekat rata-rata digunakan untuk menentukan pola distribusi, sedangkan elips deviasi standar digunakan untuk menentukan arah pertumbuhanSelisih jarak tetangga terdekat rata-rata digunakan untuk menentukan pola distribusi, sedangkan elips deviasi standar digunakan untuk menentukan arah pertumbuhan