UNTAGUNTAG
Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi IndonesiaSebagian besar orang meyakini bahwa kreativitas di bidang Arsitektur memiliki aspek yang juga mengukur kemampuan visual-spatial, padahal keduanya adalah kemampuan yang berbeda sehingga tidak dapat diukur menggunakan alat yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa antara tes Kreativitas di bidang Arsitektur dengan tes visual-spatial, tidak mengukur indikator yang sama. Subyek penelitian ini adalah 62 mahasiswa semester 2 di Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Penelitian yang menerapkan metode kuantitatif ini, pengumpulan datanya menggunakan tes Spatial ability yang dirancang oleh Newton dan Hellen, dan Tes Kreativitas dibidang Arsitektur yang dikembangkan peneliti pertama melalui disertasi (Pratitis, 2018). Hasil peneltian menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi signifikan antara hasil skor tes Kemampuan Visual-Spasial dengan skor tes Kreativitas di Bidang Arsitektur (r = - 0,045 dengan p = 0,727). Hasil penelitian tersebut memperkuat bukti bahwa indikator kemampuan visual berbeda dengan kreativitas di bidang Arsitektur, sehingga skor tinggi pada tes kemampuan visual tidak dapat menjadi prediksi kesuksesan atau skor yang tinggi pada kemampouan kreativitasnya.
Penelitian menunjukkan bahwa tes Kemampuan Visual-Spasial dan Tes Kreativitas di bidang Arsitektur mengukur konstruk yang berbeda, sehingga skor pada tes visual-spasial tidak dapat diprediksi sebagai kemampuan kreatif.Selain itu, tidak terdapat korelasi signifikan antara kedua tes, yang memperkuat validitas konkuren tes kreativitas yang dikembangkan.Penelitian masih terbatas oleh ukuran sampel kecil dan membutuhkan verifikasi validitas lebih lanjut, termasuk korelasi dengan tes kreativitas lain.
Penelitian selanjutnya sebaiknya memperluas jumlah dan variasi sampel mahasiswa arsitektur, misalnya dengan melibatkan beberapa universitas di wilayah berbeda, untuk menguji apakah temuan mengenai tidak adanya korelasi tetap konsisten pada populasi yang lebih besar. Selanjutnya, peneliti dapat menyelidiki validitas konkuren dengan membandingkan skor Tes Kreativitas bidang Arsitektur yang dikembangkan dengan tes kreativitas umum yang telah terstandarisasi, sehingga dapat menilai sejauh mana kedua instrumen tersebut mengukur konstruk yang serupa atau berbeda. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi pengaruh faktor kognitif lain seperti berpikir divergent, imajinasi, dan kemampuan problem‑solving terhadap kreativitas arsitektur, yang dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang determinan kreativitas di bidang ini.
| File size | 257.57 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah anak-anak usia dini yang terdaftar diPenelitian ini menggunakan metode observasi dengan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah anak-anak usia dini yang terdaftar di
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Metode yang digunakan meliputi pre-test/post-test menggunakan skala stres (misalnya, DASS-21 atau PSS-10), sesi pelatihan pernapasan, restrukturisasi kognitif,Metode yang digunakan meliputi pre-test/post-test menggunakan skala stres (misalnya, DASS-21 atau PSS-10), sesi pelatihan pernapasan, restrukturisasi kognitif,
UMSUMS Kerangka konseptual ini memposisikan generative AI sebagai katalisator otonomi siswa sekolah menengah ketika terintegrasi secara sadar dalam siklus self-regulatedKerangka konseptual ini memposisikan generative AI sebagai katalisator otonomi siswa sekolah menengah ketika terintegrasi secara sadar dalam siklus self-regulated
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Metode: Penelitian dilaksanakan di RSI Sunan Kudus menggunakan jenis rancangan dalam penelitian ini adalah Quasy-eksperimental dengan Desain penelitianMetode: Penelitian dilaksanakan di RSI Sunan Kudus menggunakan jenis rancangan dalam penelitian ini adalah Quasy-eksperimental dengan Desain penelitian
STIK SAMSTIK SAM Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberianTujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberian
UPI YAIUPI YAI Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesejahteraan psikologis, skala kesejahteraan religiusitas, dan skala regulasi emosi denganAlat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesejahteraan psikologis, skala kesejahteraan religiusitas, dan skala regulasi emosi dengan
UNUBLITARUNUBLITAR Analisis data menggunakan deskriptif tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan mendengarkan musik efektif untuk menurunkan stres pada penyintas Covid-19.Analisis data menggunakan deskriptif tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan mendengarkan musik efektif untuk menurunkan stres pada penyintas Covid-19.
UNUBLITARUNUBLITAR Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling, data kemudian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanSampel ditentukan dengan teknik purposive sampling, data kemudian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
Useful /
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Kurikulum 1994 memberikan dasar yang kuat dalam hal keseragaman nasional dan pengendalian kualitas, tetapi gagal memberikan fleksibilitas yang diperlukanKurikulum 1994 memberikan dasar yang kuat dalam hal keseragaman nasional dan pengendalian kualitas, tetapi gagal memberikan fleksibilitas yang diperlukan
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Sebaliknya, Kurikulum 1984 memperkenalkan metode Pembelajaran Aktif Siswa (CBSA) yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif siswa serta pergeseran peranSebaliknya, Kurikulum 1984 memperkenalkan metode Pembelajaran Aktif Siswa (CBSA) yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif siswa serta pergeseran peran
IKHAFIIKHAFI Aplikasi musik dengan reminder event ini berbasis Mobile APP (Android). Metode yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi ini yaitu System DevelopmentAplikasi musik dengan reminder event ini berbasis Mobile APP (Android). Metode yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi ini yaitu System Development
IKHAFIIKHAFI Hasil dari penelitian ini adalah sistem harus bisa melakukan pengelolaan dan penentuan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap berdasarkan perhitungan.Hasil dari penelitian ini adalah sistem harus bisa melakukan pengelolaan dan penentuan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap berdasarkan perhitungan.