UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dengan self-regulated learning pada siswa di SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Penelitian ini dilakukan pada 80 siswa dengan menggunakan teknik random sampling. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Alat ukur yang digunakan untuk skala keberfungsian keluarga adalah The McMaster Model of Family Functioning dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,927 dan alat ukur skala self-regulated learning adalah The Motivated Strategies of Learning Questionnaire dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,899. Dari analisis data diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,366 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara keberfungsian keluarga dengan self-regulated learning pada siswa di SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan, sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

Artinya semakin tinggi keberfungsian keluarga maka semakin tinggi self-regulated learning pada siswa SMA Pangudi Luhur Van Lith, sebaliknya jika keberfungsian keluarga rendah maka self-regulated learning siswa SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan akan menurun.(b) Sebagian besar siswa SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan (56,25%) memiliki tingkat keberfungisan keluarga dalam kategori tinggi dan tingkat self-regulated learning dalam kategori sedang (57,5%).(c) Sumbangan efektif keberfungsian keluarga terhadap munculnya self-regulated learning sebesar 13,39%.Sisanya sebesar 86,61% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti mediasi antara keberfungsian keluarga dan self-regulated learning dengan variabel lain, seperti dukungan sosial atau gaya pengasuhan orang tua. Hal ini penting untuk memahami mekanisme bagaimana keberfungsian keluarga memengaruhi kemampuan siswa dalam mengatur diri sendiri dalam belajar. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman siswa dalam menghadapi tantangan belajar di lingkungan asrama dan bagaimana keberfungsian keluarga berperan dalam mengatasi tantangan tersebut. Pendekatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas hubungan antara keluarga dan self-regulated learning. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi perbedaan self-regulated learning pada siswa asrama dengan siswa yang tinggal bersama keluarga, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jarak geografis dan frekuensi interaksi dengan keluarga. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi sekolah dan orang tua dalam merancang program intervensi yang efektif untuk meningkatkan self-regulated learning siswa asrama.

  1. Self-regulated Learning at the Junction of Cognition and Motivation | European Psychologist. self regulated... econtent.hogrefe.com/doi/10.1027/1016-9040.1.2.100Self regulated Learning at the Junction of Cognition and Motivation European Psychologist self regulated econtent hogrefe doi 10 1027 1016 9040 1 2 100
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/t21885-000APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 t21885 000
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037//0022-0663.82.1.33APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0022 0663 82 1 33
Read online
File size323.49 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test