UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran hubungan antara sikap terhadap seksual pranikah dengan tingkat penilaian moral mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah korelasional, dengan subjek penelitian 50 orang mahasiswa UAI yang diambil secara accidental sampling. Alat ukur penelitian menggunakan model dari Likert, dan data yang diperoleh dianalisis dengan Pearsons correlation. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap seksual pranikah dengan tingkat penilaian moral pada mahasiswa dengan nilai r .072. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap seksual pranikah dengan tingkat penilaian moral prakonvensional dengan r .115. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap seksual pranikah dengan tingkat penilaian moral konvensional dengan r .053. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap seksual pranikah dengan tingkat penilaian moral pascakonvensional dengan r -.072. Tetapi hasil perbedaan mean dari variabel sikap terhadap seksual pranikah, pada aspek kognitif sebesar 92.96. aspek afektif 81.32. dan aspek konatif 61.68. Artinya unsur kognitif atau pemikiran lebih dominan ketika mereka diminta untuk bersikap terhadap seksual pranikah. Tingkat penilaian moral mahasiswa lebih tinggi pada tahap konvensional (35.34) dibandingkan dengan tahap prakonvensional (22.24) dan pasca konvensional (12). Artinya mahasiswa dapat menginternalisasi standar dari figur otoritas, mereka peduli dan dapat mempertahankan aturan sosial jika dihadapkan pada penilaian moral terhadap seksual pranikah. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah mahasiswa perlu lebih banyak diajak diskusi dan menalar untuk meningkatkan pengetahuan bagaimana bersikap terhadap seksual pranikah, agar mereka dapat menegakkan aturan agama, aturan hukum dan aturan sosial disaat mereka menjalin hubungan dengan lawan jenis. Pihak universitas maupun orang tua dapat membuat program bersama yang dapat menstimulasi penilaian moral mahasiswa dengan memberikan perhatian yang lebih tentang bagaimana seharusnya mahasiswa menilai sikap terhadap seksual pranikah. Aturan yang diterapkan dikampus, perlu diterapkan juga di saat mereka berada di rumah agar penilaian moral mereka terhadap sikap pada seksual pranikah menjadi lebih baik dan mengurangi perilaku yang mengarah pada seksual pranikah. Selain itu untuk meningkatkan penilaian moral terhadap seksual pranikah pihak universitas dapat bekerjasama dengan insitusi terkait misalnya BKKBN, dengan membuat program edukasi dikampus tentang bahaya penyimpangan perilaku seksual pranikah.

Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan Pearson Correlation, diperoleh hasil.Hubungan sikap terhadap seksual pranikah dengan tingkap penilaian moral sebesar r.072, berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap seksual pranikah dengan penilaian moral pada mahasiswa UAI.Hubungan sikap terhadap seksual pranikah dengan tahap penilaian moral prakonvensional r.115 berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap seksual pranikah dengan penilaian moral prakonvensional pada mahasiswa UAI.Hubungan sikap terhadap seksual pranikah dengan tahap penilaian moral konvensional r.053 berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap seksual pranikah dengan penilaian moral konvensional pada mahasiswa UAI 4.Hubungan sikap terhadap seksual pranikah dengan tahap penilaian moral pascakonvensional r.-027 berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap seksual pranikah dengan penilaian moral pascakonvensional pada mahasiswa UAI.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan penelitian selanjutnya. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam alasan-alasan mahasiswa dalam menilai sikap terhadap seksual pranikah, serta bagaimana norma sosial dan agama mempengaruhi pandangan mereka. Kedua, penelitian dapat melibatkan variabel moderator seperti tingkat religiusitas atau dukungan sosial dari keluarga untuk melihat apakah variabel-variabel tersebut dapat menjelaskan hubungan antara sikap terhadap seksual pranikah dan penilaian moral. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan partisipan dari berbagai universitas atau perguruan tinggi untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas dan representatif tentang fenomena ini. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam memahami kompleksitas hubungan antara sikap terhadap seksual pranikah dan penilaian moral pada mahasiswa, serta dapat menjadi dasar bagi pengembangan program-program pencegahan perilaku seksual pranikah yang lebih efektif.

Read online
File size488.83 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test