DAARULHUDADAARULHUDA

Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)

Perlindungan terhadap saksi dan korban merupakan unsur penting dalam sistem peradilan pidana, terutama dalam penanganan tindak pidana kekerasan berat yang kerap menimbulkan trauma, ketakutan, serta risiko ancaman bagi pelapor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas perlindungan saksi dan korban terhadap keberanian masyarakat untuk melaporkan tindak pidana kekerasan berat. Kajian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis melalui analisis peraturan perundang-undangan, data empiris, serta literatur relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat untuk melapor sangat dipengaruhi oleh pendampingan hukum, serta dukungan psikologis. Program perlindungan yang tidak responsif atau sulit diakses berpotensi menurunkan keberanian masyarakat dalam mengungkap kasus. Sebaliknya, implementasi perlindungan yang komprehensif dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, memperlancar proses penegakan hukum, dan memperkuat pencegahan tindak pidana kekerasan berat. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi lembaga perlindungan saksi dan korban melalui peningkatan koordinasi, sumber daya, serta sosialisasi kepada publik agar masyarakat merasa aman dan percaya diri ketika melapor.

Kesimpulan ini menegaskan bahwa perlindungan saksi dan korban memiliki peran sentral dalam meningkatkan keberanian masyarakat melaporkan tindak pidana kekerasan berat.Perlindungan yang komprehensif—meliputi keamanan fisik, kerahasiaan identitas, pendampingan hukum, serta dukungan psikologis—mampu membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan pidana.Implementasi mekanisme perlindungan yang efektif tidak hanya berdampak pada keberanian individu untuk melapor, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang mendukung budaya pelaporan dan mengurangi hambatan psikologis maupun sosial.Dengan demikian, keberhasilan penegakan hukum sangat bergantung pada sejauh mana negara mampu menguatkan sistem perlindungan saksi dan korban sebagai bagian integral dari proses keadilan pidana.

Untuk meningkatkan keberanian masyarakat dalam melapor tindak pidana kekerasan berat, perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas lembaga perlindungan saksi dan korban, serta strategi pemberdayaan yang lebih terstruktur. Selain itu, penting untuk meningkatkan koordinasi dan sumber daya lembaga perlindungan, serta melakukan sosialisasi yang lebih luas kepada publik. Dengan demikian, masyarakat akan merasa lebih aman dan percaya diri dalam melaporkan tindak pidana kekerasan berat, sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses penegakan hukum dan memperkuat pencegahan tindak pidana kekerasan berat.

  1. Integrasi Antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha Dan Penyidik Kepolisian Dalam Penegakan Hukum Persaingan... journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/17011Integrasi Antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha Dan Penyidik Kepolisian Dalam Penegakan Hukum Persaingan journal uii ac IUSTUM article view 17011
  2. Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Media Hukum (JMH) | Jurnal Media Hukum. vol jurnal jmh doi https v11i1 published... doi.org/10.59414/jmh.v11i1Vol 11 No 1 2023 Jurnal Media Hukum JMH Jurnal Media Hukum vol jurnal jmh doi https v11i1 published doi 10 59414 jmh v11i1
Read online
File size310.44 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test