MGEDUKASIAMGEDUKASIA

Journal of Indonesian Primary SchoolJournal of Indonesian Primary School

Banyak siswa sekolah dasar menghadapi tantangan emosional, sosial, dan perilaku yang dapat memengaruhi kinerja akademik dan perkembangan keseluruhan mereka. Meskipun demikian, layanan konseling sering kali tidak dimanfaatkan atau tidak ada di pendidikan dini, meninggalkan celah dalam dukungan sosial-emosional siswa. Studi ini menggunakan desain survei deskriptif dan dilakukan di Anambra State. Data dikumpulkan melalui Google Form dari 85 responden berdasarkan tahun pengalaman. Kuesioner terstruktur mengukur integrasi konseling, dampaknya pada pengembangan sosial-emosional siswa, dan implikasi pendidikan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ANOVA pada tingkat signifikansi 0,05. Temuan menunjukkan kesepakatan kuat bahwa konseling diintegrasikan melalui aktivitas terstruktur, kolaborasi, inklusi jadwal, dan dukungan manajemen, meskipun integrasi kelas untuk topik bimbingan lebih lemah. Konseling terintegrasi secara positif memengaruhi stabilitas emosional, hubungan, dan partisipasi siswa, meskipun dampaknya pada pengurangan perilaku moderat. Responden juga setuju bahwa konseling memperkuat disiplin dan kinerja sekolah secara keseluruhan. Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan tahun pengalaman di semua hipotesis, menyebabkan penolakan hipotesis nol. Studi ini menyimpulkan bahwa kebijakannya, pendidik, dan administrator sekolah harus memprioritaskan integrasi konseling untuk membentuk siswa yang tangguh secara emosional, kompeten secara sosial, dan termotivasi secara akademik, sehingga membangun dasar yang kuat untuk pembelajaran seumur hidup.

Integrasi konseling ke dalam kurikulum sekolah dasar penting untuk membangun fondasi pendidikan yang kuat.Penelitian ini menemukan bahwa konseling yang terintegrasi meningkatkan stabilitas emosional, keterampilan sosial, dan partisipasi siswa.Namun, masih ada tantangan seperti kurangnya waktu, pelatihan, dan kejelasan peran.Rekomendasi utama mencakup penguatan kerangka kerja integrasi konseling, peningkatan pelatihan guru, dan evaluasi dampak jangka panjang terhadap perkembangan siswa.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang integrasi konseling terhadap perkembangan sosial-emosional siswa di berbagai wilayah. 2. Menganalisis efektivitas model integrasi konseling berbeda, seperti pendekatan kolaboratif antara guru dan konselor, dalam meningkatkan keterampilan belajar siswa. 3. Meneliti faktor budaya dan lingkungan yang memengaruhi penerimaan dan implementasi layanan konseling di sekolah dasar, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas.

Read online
File size370.7 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test