UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Pondasi merupakan bagian penting dari struktur bawah yang memikul beban struktur atas. Beban tersebut diteruskan ke tanah di bawah pondasi. Daya dukung tanah harus mampu menahan beban struktur. Jika tanah tidak mampu memikul beban atau memiliki daya dukung yang kecil, maka penurunan berlebihan atau keruntuhan tanah dapat terjadi, yang menyebabkan kerusakan struktur. Daya dukung dan penurunan pondasi dapat dihitung berdasarkan data tanah dari pengujian laboratorium atau lapangan. Penelitian ini menggunakan pengujian penetrasi standar (SPT) dan pembebanan siklik (cyclic load test) pada tiang bor. Data N-SPT dikorelasikan dengan sifat fisis dan mekanis tanah. Daya dukung dan penurunan pondasi dihitung dengan metode Meyerhof, Resse dan White, serta interpretasi data pembebanan siklik dengan metode Davisson dan Chin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung ultimit tiang bor yang dihitung berdasarkan data N-SPT dengan metode Meyerhof sebesar 423,11 ton dan metode Resse-Wright sebesar 431,906 ton, sedangkan berdasarkan korelasi N-SPT dengan metode Resse-Wright sebesar 379,86 ton. Daya dukung ultimit berdasarkan pengujian cyclic load test adalah 430 ton, interpretasi data pengujian dengan metode Davisson sebesar 281,69 ton, dan metode Chin sebesar 499 ton. Penurunan terbesar berdasarkan data pengujian pembebanan siklik lebih besar daripada metode Vesic.

Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa daya dukung ultimit terbesar berdasarkan pengujian SPT diperoleh melalui metode Meyerhof, diikuti oleh metode Resse-Wright.Daya dukung ultimit terbesar berdasarkan pengujian pembebanan siklik diperoleh melalui metode Chin, diikuti oleh data lapangan pengujian pembebanan siklik dan metode Davisson.Penurunan terbesar berdasarkan data pengujian pembebanan siklik lebih besar daripada metode Vesic.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh variasi diameter dan kedalaman tiang bor terhadap daya dukung dan penurunan, terutama pada jenis tanah yang berbeda. Selain itu, studi komparatif antara metode perhitungan daya dukung tiang yang berbeda dengan hasil pemodelan numerik, seperti metode elemen hingga, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku pondasi tiang. Terakhir, penelitian mengenai efektivitas penggunaan material tambahan atau teknik perbaikan tanah di sekitar tiang bor untuk meningkatkan daya dukung dan mengurangi penurunan juga perlu dieksplorasi, mengingat kondisi tanah yang kurang ideal seringkali menjadi tantangan dalam perencanaan pondasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan desain pondasi tiang yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan, terutama di daerah dengan kondisi geoteknik yang kompleks.

Read online
File size716.39 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test