UTPUTP

JURNAL ILMIAH AGRINECAJURNAL ILMIAH AGRINECA

Kultur jaringan adalah metode perbanyakan tanaman yang sesuai untuk menghasilkan benih unggul dalam jumlah besar dan sekaligus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pemilihan eksplan dan variasi pada induksi kalus tanaman tebu. Penelitian ini dilakukan dari Maret hingga Mei 2022 di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Penelitian Gula (Puslit) PTPN X Jengkol. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua ulangan. Faktor pertama adalah bagian eksplan pucuk tebu (E) yang terdiri dari 6 tingkat, yaitu potongan ke-1, 3, 5, 7, 9, dan 11. Faktor kedua adalah jenis varietas dengan tipe kemasakan berbeda (V) yang terdiri dari 3 tingkat, yaitu NX 01 (masak awal), Cenning (masak tengah), dan PSDK 923 (masak lambat). Berdasarkan analisis data, kombinasi perlakuan eksplan pucuk tebu (E) dan varietas (V) menunjukkan respons positif terhadap variabel waktu munculnya kalus, dengan kombinasi potongan eksplan ke-1 pada varietas NX 01 memiliki waktu muncul tercepat yaitu 6,5 hari. Perlakuan eksplan pucuk tebu (E) memiliki pengaruh sangat signifikan terhadap variabel persentase kontaminasi. Persentase kontaminasi terendah teramati pada potongan ke-11 sebesar 8,35%.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa.(a) Terjadi interaksi nyata antara perlakuan pemilihan eksplan tebu dan varietas terhadap pengamatan waktu muncul kalus.Kombinasi perlakuan potongan eksplan ke-1 pada varietas NX 01 menghasilkan waktu kemunculan kalus tercepat yaitu 6,5 hari.(b) Terjadi pengaruh tunggal dari perlakuan pemilihan bagian eksplan tebu terhadap pengamatan persentase kontaminasi.Persentase kontaminasi terendah diperoleh dari potongan eksplan ke-11 yaitu sebesar 8,35%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikemukakan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi zat pengatur tumbuh lainnya seperti BAP atau kinetin terhadap induksi kalus pada eksplan yang berbeda. Kedua, studi tentang pengaruh kondisi cahaya dan suhu pada proses regenerasi kalus dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi kultur jaringan. Ketiga, penelitian tentang adaptasi varietas tebu terhadap stres lingkungan seperti kekeringan atau penyakit dapat dikembangkan untuk mengidentifikasi varietas yang lebih tahan lama. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas wawasan dalam aplikasi kultur jaringan dan meningkatkan hasil produksi tebu secara berkelanjutan.

Read online
File size393.82 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test