UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKANMEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) pop up book pada Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih. Subjek dalam penelitian ini adalah anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih yang berjumlah 15 anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dan masing-masing Siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa persentase ketuntasan pada tahap observasi awal sebesar 6,67%. Setelah diberikan kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) pop up book, pada Siklus I persentase ketuntasan anak meningkat menjadi 46,67% dan meningkat lagi pada Siklus II menjadi 86,67%. Berdasarkan hasil data tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) pop up book mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih dapat disimpulkan bahwa kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) pop up book dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak.Pada tahap observasi awal peningkatan kemampuan motorik halus anak mencapai 6,67% sebanyak 1 anak dari 15 anak, dengan kategori sedang dan belum ada anak yang mencapai kategori tinggi dan sangat tinggi.Selanjutnya, pada Siklus I ketuntasan kemampuan motorik halus anak meningkat menjadi 46,67% sebanyak 7 anak dari 15 anak dengan rincian 2 anak dengan kategori tinggi, 5 anak dengan kategori sedang dan belum ada anak yang mencapa kategori sangat tinggi.Pada Siklus II persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak meningkat mencapai 86,67% sebanyak 13 anak dari 15 anak dengan rincian 3 anak dengan kategori sedang, 6 anak dengan kategori tinggi dan 4 anak dengan kategori tinggi.Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih pada tahap observasi awal, Siklus I dan Sikus II terjadi peningkatan melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) pop up book.
Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan berbasis teknologi interaktif untuk melatih motorik halus anak, seperti aplikasi digital yang menyajikan aktivitas 3M secara virtual. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode pop-up book dan media lainnya untuk mengevaluasi efektivitas berbagai pendekatan. Terakhir, penelitian juga dapat memperluas ruang lingkup ke anak usia prasekolah atau remaja dengan disabilitas sensorik untuk menguji adaptasi strategi 3M pada kelompok yang lebih beragam.
| File size | 148.49 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO Banyak metode, seperti QR codes, sidik jari (fingerprints), dan RFID, masih digunakan secara efektif. Karena risikonya relatif rendah terhadap kesalahanBanyak metode, seperti QR codes, sidik jari (fingerprints), dan RFID, masih digunakan secara efektif. Karena risikonya relatif rendah terhadap kesalahan
UMPOUMPO Analisis TWOS mengidentifikasi perlunya pelatihan berkelanjutan dan dukungan kepala sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Upaya proaktifAnalisis TWOS mengidentifikasi perlunya pelatihan berkelanjutan dan dukungan kepala sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Upaya proaktif
OJSOJS Pra-menulis adalah tahap penting dalam mempersiapkan anak usia dini untuk menulis. Stimulasi motorik halus sejak dini sangat penting sebagai fondasi kesiapanPra-menulis adalah tahap penting dalam mempersiapkan anak usia dini untuk menulis. Stimulasi motorik halus sejak dini sangat penting sebagai fondasi kesiapan
UWMYUWMY Masing-masing perlakuan dilakukan uji kimia (kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar dan karbohidrat) dan uji organoleptik (scoring test dan hedonicMasing-masing perlakuan dilakukan uji kimia (kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar dan karbohidrat) dan uji organoleptik (scoring test dan hedonic
MARKANDEYABALIMARKANDEYABALI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru SD dalam penerapan kurikulum merdeka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. SubjekPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru SD dalam penerapan kurikulum merdeka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek
UNISUNIS Terbukti dari hasil analisis statistik yang menunjukkan adanya perbedaan skor antara pre-test dan post-test. Dengan demikian, penggunaan lirik lagu sebagaiTerbukti dari hasil analisis statistik yang menunjukkan adanya perbedaan skor antara pre-test dan post-test. Dengan demikian, penggunaan lirik lagu sebagai
JURNALBKJURNALBK Selain itu, kurikulum harus dapat membantu guru dalam merencanakan pelajaran. Saran yang sangat konstruktif dalam bentuk kurikulum diharapkan dapat digunakanSelain itu, kurikulum harus dapat membantu guru dalam merencanakan pelajaran. Saran yang sangat konstruktif dalam bentuk kurikulum diharapkan dapat digunakan
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Alasan dilakukan pembuatan Busy Book karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih belum sesuai dengan karakteristik pendidikan anak usia dini karenaAlasan dilakukan pembuatan Busy Book karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih belum sesuai dengan karakteristik pendidikan anak usia dini karena
Useful /
UMPOUMPO Employing a qualitative library research approach, data were drawn from the Quran, classical and contemporary tafsir works, and scholarly literature onEmploying a qualitative library research approach, data were drawn from the Quran, classical and contemporary tafsir works, and scholarly literature on
INKADHAINKADHA Smart classroom juga memberikan empat aspek penting dalam pembelajaran yakni smart content, Smart Engagement, Smart assessment, physical environment danSmart classroom juga memberikan empat aspek penting dalam pembelajaran yakni smart content, Smart Engagement, Smart assessment, physical environment dan
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Selain itu, dukungan sosial dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, teman, dan dosen, berfungsi sebagai pendorong motivasi dan kepercayaan diri mahasiswaSelain itu, dukungan sosial dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, teman, dan dosen, berfungsi sebagai pendorong motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Penelitian tindakan kelas, khususnya mengkaitkan Hasil Belajar Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan Kerja Siswa dengan menggunakan Model Quantum LearningPenelitian tindakan kelas, khususnya mengkaitkan Hasil Belajar Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan Kerja Siswa dengan menggunakan Model Quantum Learning