USIUSI

Jurnal Regional PlanningJurnal Regional Planning

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bah Bolon memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berkelanjutan di Kota Pematang Siantar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan DAS Bah Bolon, mengidentifikasi permasalahan utama, serta merumuskan strategi pengembangan RTH berbasis keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen, serta didukung analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan DAS Bah Bolon menghadapi beberapa persoalan, antara lain lemahnya implementasi kebijakan tata ruang, rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran pemerintah, serta maraknya alih fungsi lahan di sempadan sungai. Meskipun demikian, terdapat peluang strategis berupa lahan kosong di sempadan sungai yang dapat direhabilitasi menjadi koridor hijau perkotaan. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi: rehabilitasi vegetasi bantaran sungai dengan tanaman lokal, penguatan regulasi dan penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat melalui program lingkungan, kolaborasi multipihak, serta pembangunan infrastruktur adaptif terhadap perubahan iklim. Temuan ini sejalan mendukung pencapaian SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan DAS Bah Bolon dapat menjadi fondasi pengembangan RTH berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas ekologis, tetapi juga memperbaiki estetika kota, memperkuat ketahanan sosial, dan membuka peluang ekonomi berbasis ekowisata.

Kendala dan tantangan dalam pengelolaan DAS Bah Bolon masih menghadapi persoalan serius, antara lain lemahnya implementasi kebijakan tata ruang, rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran pemerintah, maraknya alih fungsi bantaran sungai, kolaborasi multipihak yang masih terbatas, serta defisit RTH kota (baru mencapai 23,22% dari luas wilayah, di bawah target minimal 30%).Rehabilitasi vegetasi bantaran sungai dengan tanaman lokal, Penguatan regulasi dan penegakan hukum terhadap bangunan liar di sempadan sungai, Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi lingkungan, bank sampah, dan program adopsi sungai, Kolaborasi multipihak antara pemerintah, akademisi, komunitas, LSM, dan sektor swasta, Inovasi desain RTH berbasis ekologi seperti taman edukasi dan jalur hijau.Implikasi Keberlanjutan Kota, jika strategi dilaksanakan secara konsisten, DAS Bah Bolon berpotensi menjadi green corridor perkotaan yang memperkuat pencapaian SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), mendukung target nasional 30% RTH, memperbaiki estetika kota, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Pematang Siantar.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak partisipasi masyarakat dalam pengelolaan DAS Bah Bolon, terutama bagaimana program edukasi lingkungan dan bank sampah memengaruhi kesadaran ekologis. Selain itu, studi tentang adaptasi DAS terhadap perubahan iklim, seperti pengaruh curah hujan ekstrem atau kenaikan permukaan air laut, dapat menjadi arah baru. Terakhir, penelitian tentang potensi ekonomi berkelanjutan dari ekowisata di sepanjang DAS Bah Bolon, termasuk pemanfaatan lahan kosong untuk pertanian terpadu atau pengembangan produk lokal, dapat memberikan wawasan strategis untuk pemerintah dan pemangku kepentingan.

  1. BG - Modeling interactions between tides, storm surges, and river discharges in the Kapuas River delta.... doi.org/10.5194/bg-19-2741-2022BG Modeling interactions between tides storm surges and river discharges in the Kapuas River delta doi 10 5194 bg 19 2741 2022
  2. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bah Bolon Untuk Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berkelanjutan... jurnal.usi.ac.id/index.php/jrp/article/view/1883Pengelolaan Daerah Aliran Sungai DAS Bah Bolon Untuk Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berkelanjutan jurnal usi ac index php jrp article view 1883
Read online
File size480.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test