UNSAUNSA

Surakarta English and Literature JournalSurakarta English and Literature Journal

Studi ini menggunakan analisis stilistik dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi representasi tiga tahap keberadaan manusia berdasarkan filsafat eksistensial Soren Kierkegaard dalam puisi Nuh karya Sutardji Calzoum Bachri. Puisi dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki kekuatan simbolisme spiritual dan tema eksistensial yang kompleks. Analisis fokus pada bagaimana elemen struktural puisi seperti diction, bahasa figuratif, dan gambaran menggambarkan tiga tahap keberadaan Kierkegaard yaitu estetik, etis, dan religius. Hasil studi menunjukkan bahwa penggambaran kesedihan, penderitaan, dan kegelapan di stanza pertama merepresentasikan munculnya tahap estetik. Pengulangan kata /tanah/ yang menggambarkan kesadaran moral dan penyerahan diri merepresentasikan munculnya tahap etis. Permohonan untuk /puncak/ yang menggambarkan harapan spiritual dan penyerahan total kepada Tuhan menunjukkan munculnya tahap religius. Puisi ini menggambarkan pengalaman spiritual penyair dan menampilkan perjalanan eksistensial yang luas dari kesedihan menuju transformasi. Nuh menggabungkan bahasa puisi dengan kedalaman filosofis untuk menginterpretasikan allegori eksistensial.

Puisi Nuh karya Sutardji Calzoum Bachri menggambarkan perjalanan keberadaan manusia yang melewati kegelapan menuju kesadaran etis dan doa yang tulus.Proses transformasi spiritual dari kegelapan menuju penyerahan diri kepada Tuhan terkandung dalam puisi ini.Puisi ini menjadi simbol perjuangan manusia melawan kegelapan untuk mendapatkan cahaya harapan, penyerahan diri, dan hubungan spiritual dengan Tuhan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh budaya Melayu dan Islam terhadap tema eksistensial dalam puisi Sutardji Calzoum Bachri melalui pendekatan semiotik. Selain itu, studi perbandingan antara puisi Nuh dengan karya sastra lain yang mengangkat tema keselamatan atau perjalanan spiritual dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, penelitian tentang dinamika hubungan antara keberadaan estetik, etis, dan religius dalam konteks budaya Indonesia modern dapat memperkaya pemahaman tentang konsep eksistensial dalam sastra.

  1. TEOLOGI BENCANA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN | Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara.... jurnalnun.aiat.or.id/index.php/nun/article/view/9TEOLOGI BENCANA DALAM PERSPEKTIF AL QURAoAN Nun Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara jurnalnun aiat index php nun article view 9
Read online
File size357.76 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test