STAI MASSTAI MAS

JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi KeislamanJIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman

Sebagai lembaga pendidikan, pesantren tentu memiliki nilai-nilai yang khas dibandingkan lembaga pendidikan lainnya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemaknaan dan Implementasi filsafat nilai santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien (PPHM) Ngunut Tulungagung dalam kehidupan bermasyarakat. Penulis mengambil subjek santri pondok Ngunut yang telah hidup bermasyarakat. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbentuk fenomenologi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis deskriptif yang bertuan menjelaskan aspek yang relevan dengan fenomena yang diamati. Selanjutnya peneliti menggunakan teknik trianggulasi untuk menguji keabsahan data yang diperoleh. Hasil dari penelitian ini bahwa: Santri pondok Ngunut memaknai filsafat nilai sebagai nilai uswah atau teladan, nilai kedisiplinan, nilai akhlakul karimah dan nilai kebersamaan. Implementasi filsafat nilai santri pondok Ngunut di kehidupan masyarakat dengan bersikap toleransi, akhlakul karimah, menjadi uswah di masyarakat dan generasi penerus pemimpin agama di masyarakat.

Pemaknaan filsafat nilai santri di Pondok Ngunut mencakup nilai uswah, kemandirian, kedisiplinan, akhlakul karimah, dan kebersamaan.Implementasi nilai tersebut dalam masyarakat terwujud melalui sikap toleransi, akhlakul karimah, menjadi uswah, serta menghasilkan generasi penerus pemimpin agama.Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai filosofis santri berperan penting dalam pembangunan karakter dan kontribusi sosial di lingkungan masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana perubahan nilai filsafat santri di Pondok Ngunut selama satu dekade terakhir memengaruhi peran sosial alumni dalam konteks komunitas lokal, dengan menggunakan pendekatan longitudinal dan survei kuantitatif. Selain itu, studi perbandingan antara Pondok Ngunut dan pesantren lain di wilayah Jawa Timur dapat dianalisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan implementasi nilai kebersamaan dan toleransi, menggunakan metodologi kualitatif interaktif. Selanjutnya, penelitian mengenai dampak integrasi teknologi digital terhadap proses internalisasi nilai akhlakul karimah di kalangan santri baru dapat memberikan wawasan tentang adaptasi nilai tradisional di era modern, dengan menggabungkan observasi partisipatif dan analisis konten media digital.

Read online
File size291.52 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test