UADUAD
Teaching English as a Foreign Language JournalTeaching English as a Foreign Language JournalKomunikasi interkultural merupakan komponen penting dalam pendidikan modern, yang memerlukan upaya untuk meningkatkan Kompetensi Komunikatif Interkultural (ICC) mahasiswa. Pencapaian ini membutuhkan strategi sengaja, seperti penempatan mahasiswa dalam lingkungan belajar internasional, baik melalui program internasional maupun kursus singkat di luar negeri, yang dapat mendorong pengembangan ICC. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pergeseran ICC yang dialami mahasiswa internasional serta masalah komunikasi interkultural yang mereka temui, menggunakan desain campuran metode penjelasan‑eksploratori dengan responden mahasiswa Indonesia yang mengikuti kursus di Singapura dan mahasiswa asing yang belajar di Indonesia. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner, diskusi kelompok fokus, dan wawancara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti kursus di negara lain meningkatkan ICC mereka pada empat kategori—pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kesadaran—sementara masalah yang dihadapi meliputi hambatan linguistik, sosial, dan budaya.
Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang tantangan linguistik dan sosial‑kultural yang dihadapi mahasiswa internasional di Asia Tenggara dalam pengembangan kompetensi komunikatif interkultural (ICC).Meskipun program imersi secara signifikan meningkatkan ICC dengan memperkuat adaptabilitas, kemampuan bahasa, dan sensitivitas budaya, masih terdapat hambatan persisten seperti kesulitan dialek lokal, variasi gaya komunikasi, serta norma sosial terkait hubungan antar‑teman, interaksi gender, dan dinamika guru‑mahasiswa.Oleh karena itu, institusi perlu mengintegrasikan orientasi budaya terstruktur, program bahasa, dan pertukaran virtual sebagai pelengkap imersi tradisional untuk mengurangi stres emosional dan komunikatif serta menciptakan lingkungan pembelajaran interkultural yang lebih inklusif.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara longitudinal bagaimana perkembangan ICC mahasiswa setelah selesai mengikuti program imersi, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan kompetensi tersebut selama beberapa tahun pasca‑program. Selanjutnya, sebuah studi komparatif dapat membandingkan efektivitas pertukaran virtual dengan program imersi fisik dalam meningkatkan masing‑masing komponen ICC, seperti pengetahuan budaya, keterampilan komunikasi, dan sikap keterbukaan, guna menentukan strategi pembelajaran yang paling efisien bagi mahasiswa dengan keterbatasan mobilitas. Akhirnya, pengembangan modul pelatihan bahasa pra‑keberangkatan yang khusus menargetkan tantangan dialek lokal seperti Singlish atau variasi bahasa daerah dapat diuji secara eksperimental untuk menilai dampaknya terhadap pengurangan hambatan linguistik dan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam interaksi interkultural.
- Intercultural communicative competence, language proficiency, and study abroad – Consortia Academia.... consortiacademia.org/10-5861ijrse-2015-971Intercultural communicative competence language proficiency and study abroad Ae Consortia Academia consortiacademia 10 5861ijrse 2015 971
- Preparing Teachers to Teach English as an International Language. preparing teachers teach english language... chooser.crossref.org/?doi=10.21832/9781783097036Preparing Teachers to Teach English as an International Language preparing teachers teach english language chooser crossref doi 10 21832 9781783097036
- Unveiling the academic, sociocultural, and psychological adaptation challenges of Chinese international... doi.org/10.32674/37286t88Unveiling the academic sociocultural and psychological adaptation challenges of Chinese international doi 10 32674 37286t88
- 0. european knowledge development institute journals conferences books courses publisher contact eurokd.com/doi/10.32038/ltrq.2024.43.060 european knowledge development institute journals conferences books courses publisher contact eurokd doi 10 32038 ltrq 2024 43 06
| File size | 595.48 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Sampel adalah tikus Rattus norvegicus dengan jumlah 18 ekor dibagi dalam 3 kelompok, yakni kelompok K sebagai kontrol negatif, kelompok P1 diberikan paparanSampel adalah tikus Rattus norvegicus dengan jumlah 18 ekor dibagi dalam 3 kelompok, yakni kelompok K sebagai kontrol negatif, kelompok P1 diberikan paparan
UM SURABAYAUM SURABAYA Autopsi verbal dikembangkan untuk menentukan sebab kematian jenazah tanpa autopsi. Penggunaan autopsi verbal diharapkan dapat digunakan untuk menentukanAutopsi verbal dikembangkan untuk menentukan sebab kematian jenazah tanpa autopsi. Penggunaan autopsi verbal diharapkan dapat digunakan untuk menentukan
FHUKIFHUKI Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Temuan menunjukkanPenelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Temuan menunjukkan
UPI YAIUPI YAI Adapun jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara dan observasi.Adapun jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara dan observasi.
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Studi ini berkontribusi pada literatur internasional dan merekomendasikan penelitian lanjutan untuk menggabungkan variabel intelektual, emosional, danStudi ini berkontribusi pada literatur internasional dan merekomendasikan penelitian lanjutan untuk menggabungkan variabel intelektual, emosional, dan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini berfokus pada tiga wilayah—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, DPRD Konawe, dan DPRD Konawe Selatan—di mana perempuanPenelitian ini berfokus pada tiga wilayah—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, DPRD Konawe, dan DPRD Konawe Selatan—di mana perempuan
UNISLAUNISLA A preliminary study conducted at MTS Salafiyah Syafiiyah Tebuireng revealed that eighth-grade students faced challenges in expanding their vocabulary usingA preliminary study conducted at MTS Salafiyah Syafiiyah Tebuireng revealed that eighth-grade students faced challenges in expanding their vocabulary using
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA 72,7% responden memiliki pengetahuan rendah tentang komunikasi terapeutik. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan72,7% responden memiliki pengetahuan rendah tentang komunikasi terapeutik. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan
Useful /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan ketertarikan responden terhadap aplikasi Farm and Go dalam optimalisasi penjualan hasil pertanian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan ketertarikan responden terhadap aplikasi Farm and Go dalam optimalisasi penjualan hasil pertanian.
UADUAD Kemampuan membaca masih menjadi tantangan kritis di kalangan siswa kelas 3 pada sektor Crossroad di Kabupaten Ocampo, sehingga diperlukan penyelidikanKemampuan membaca masih menjadi tantangan kritis di kalangan siswa kelas 3 pada sektor Crossroad di Kabupaten Ocampo, sehingga diperlukan penyelidikan
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri dariPengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri dari
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Pengetahuan tentang frekuensi menyikat gigi termasuk kriteria cukup. Pengetahuan tentang waktu menyikat gigi termasuk kriteria cukup. Pengetahuan tentangPengetahuan tentang frekuensi menyikat gigi termasuk kriteria cukup. Pengetahuan tentang waktu menyikat gigi termasuk kriteria cukup. Pengetahuan tentang